Muslim Manfaatkan 'Medisa' Imigrasi Bogor: 15 Menit Paspor Sudah Jadi
Bogor, Apaberita.com – Seorang pemohon paspor bernama Muslim (31) menceritakan pengalamannya yang luar biasa saat mengurus paspor pertamanya di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor, Jawa Barat. Be
Bogor, Apaberita.com – Seorang pemohon paspor bernama Muslim (31) menceritakan pengalamannya yang luar biasa saat mengurus paspor pertamanya di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor, Jawa Barat. Berkat program inovatif “Medisa” (Melayani di Hari Sabtu), proses pembuatan paspor yang dijalaninya hanya memakan waktu kurang dari 15 menit. Kejadian ini menjadi bukti nyata komitmen imigrasi dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Muslim tiba di kantor imigrasi pada Sabtu (4/7/2026) tepat pukul 09.00 WIB sesuai jadwal yang telah ditentukan. Tanpa antrean panjang yang biasanya terlihat di hari kerja, ia langsung diarahkan ke loket pelayanan. Hanya dalam hitungan menit, seluruh tahapan mulai dari verifikasi data, pemindaian sidik jari, pengambilan foto, hingga wawancara singkat selesai dijalani. Suasana ruang pelayanan yang nyaman dan alur yang ringkas membuat Muslim tidak menyangka prosesnya bisa seefisien itu.
“Tadi dijadwalkan jam 09.00 WIB, tapi prosesnya nggak sampai 15 menit, tadi sudah jadi,” ungkap Muslim dengan nada sumringah kepada Apaberita.com di lokasi.
Program Medisa merupakan terobosan yang diluncurkan Kantor Imigrasi Bogor untuk menjawab keluhan masyarakat, khususnya para pekerja dan pelajar yang sulit meninggalkan aktivitas di hari kerja. Dengan membuka layanan di akhir pekan, warga Bogor dan sekitarnya bisa mengurus dokumen keimigrasian tanpa harus mengorbankan waktu produktif mereka. Layanan ini mencakup pembuatan paspor baru, perpanjangan, hingga penggantian paspor hilang atau rusak. Jadwal operasional Medisa biasanya dimulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, namun pendaftaran sudah bisa dilakukan jauh-jauh hari melalui sistem daring agar kuota terpenuhi.
Muslim sendiri mengaku baru pertama kali membuat paspor. Rencananya, dokumen tersebut akan digunakan untuk keperluan ibadah umrah bersama keluarga. “Saya pikir bakal lama, ternyata cepat sekali. Petugasnya juga ramah,” tambahnya. Ia berangkat dari rumah di kawasan Cileungsi pukul 08.15 WIB dan tiba tepat waktu berkat akses jalan yang lancar di akhir pekan. Muslim mengapresiasi edaran informasi mengenai Medisa yang ditemukannya di media sosial resmi imigrasi, sehingga ia tak perlu mengambil cuti kerja untuk mengurus paspor.
Antusiasme Warga dan Potensi Perluasan Layanan
Menurut pantauan Apaberita.com, suasana di Kantor Imigrasi Bogor pada Sabtu pagi itu terpantau tertib meski jumlah pemohon cukup banyak. Semua petugas tampak sigap melayani mulai dari pintu masuk hingga tahap akhir. Pihak imigrasi menyatakan bahwa animo masyarakat terhadap program Medisa sangat tinggi setiap pekannya. Kuota layanan hari Sabtu yang dibatasi sekitar 80 pemohon seringkali penuh hanya dalam waktu singkat setelah dibuka pendaftaran daring. Banyak warga rela mengakses situs sejak pukul 00.00 WIB demi mendapatkan slot.
Kantor Imigrasi Bogor berharap program seperti ini dapat menjadi model bagi kantor imigrasi lain di Indonesia. Efisiensi waktu dan kemudahan akses adalah kunci kepuasan masyarakat yang selama ini kerap mengeluhkan rumitnya birokrasi. Dengan memanfaatkan teknologi pendaftaran online dan sistem antrean digital, waktu tunggu fisik di kantor bisa ditekan seminimal mungkin. Muslim adalah salah satu bukti bahwa urusan keimigrasian kini tak lagi identik dengan proses berbelit dan antrean berjam-jam. Ke depan, evaluasi berkala dilakukan untuk menjaga kualitas layanan, termasuk penambahan kuota jika kapasitas memungkinkan.
Bagi warga Bogor yang ingin memanfaatkan layanan Medisa, pendaftaran dapat dilakukan melalui aplikasi atau situs resmi imigrasi. Pastikan semua persyaratan seperti KTP, kartu keluarga, dan akta kelahiran sudah lengkap agar proses berjalan lancar. Dengan demikian, pengalaman seperti yang dirasakan Muslim bisa dinikmati oleh lebih banyak orang. Laporan Apaberita.com ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik terus terjadi dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Comments (0)