Muncul Anomali Harga Sawit, Mentan Surati Polri Minta Diusut

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyoroti anomali harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, harga TBS sempat jatuh drastis setelah peng

Jul 08, 2026 - 00:46
0 0
Muncul Anomali Harga Sawit, Mentan Surati Polri Minta Diusut

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyoroti anomali harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, harga TBS sempat jatuh drastis setelah pengumuman kebijakan ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Kondisi ini dinilai tidak wajar dan merugikan petani di tengah tren permintaan global yang seharusnya mendukung harga. Amran menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dan telah mengambil langkah cepat untuk menstabilkan pasar.

Mentan Minta Pabrik Segera Sesuaikan Harga

Guna mengatasi gejolak tersebut, Mentan secara langsung meminta ratusan pabrik kelapa sawit (PKS) untuk menaikkan harga beli TBS dari petani. Ia menekankan bahwa penyesuaian harga harus dilakukan segera agar petani mendapat harga yang layak. Tak hanya itu, Kementerian Pertanian juga mengirimkan surat resmi kepada Kepolisian Republik Indonesia untuk mengawal dan mengawasi pelaksanaan arahan ini di seluruh PKS. Langkah ini ditempuh agar tidak ada pihak yang memanfaatkan momentum perubahan aturan untuk menekan harga di tingkat petani.

“Kami sudah menyurati Polri agar turut mengawal imbauan ini. Jangan sampai ada pabrik yang seenaknya mempermainkan harga beli TBS petani,” tegas Amran dalam keterangan yang diperoleh Apaberita.com.

Respon Industri dan Jumlah Perusahaan yang Belum Patuh

Berdasarkan pemantauan terbaru, dari total 1.900 perusahaan di sektor kelapa sawit, masih tersisa 130 perusahaan yang belum melakukan penyesuaian harga. Jumlah ini menurun tajam bila dibandingkan dengan pekan sebelumnya yang mencapai 274 perusahaan. Penurunan signifikan ini menunjukkan bahwa mayoritas pelaku usaha mulai merespons imbauan pemerintah. Meski demikian, Mentan memastikan akan terus mendorong seluruh perusahaan agar mematuhi harga yang wajar dan adil bagi petani.

Pihak kementerian juga berkoordinasi dengan Dinas Pertanian di daerah untuk mempercepat proses penyesuaian dan menindaklanjuti laporan petani yang masih menerima harga rendah. Anomali harga ini dikhawatirkan dapat menurunkan semangat petani untuk memanen dan merawat kebun, sehingga berpotensi mengganggu pasokan di masa mendatang.

Pengamat agribisnis dari kalangan asosiasi petani, yang dihubungi media kami, mengapresiasi sikap tegas Mentan. Mereka berharap pengawalan Polri dapat memberikan efek jera bagi PKS yang membandel dan menciptakan ekosistem harga yang lebih stabil. Sektor sawit merupakan penopang devisa dan penghidupan jutaan petani di Indonesia, sehingga isu harga ini menjadi perhatian serius semua pihak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User