Methosa Rilis Single ‘Biru Pink’, Satir Obsesi Uang dan Validasi Sosial

Jakarta, 10 Maret 2025 – Musisi hip-hop Methosa resmi melepas single kolaboratif terbaru bersama komedian dan aktris Rina Nose yang bertajuk “Biru Pink”. Lagu ini hadir dalam balutan satir tajam...

Jul 12, 2026 - 14:40
0 0

Jakarta, 10 Maret 2025 – Musisi hip-hop Methosa resmi melepas single kolaboratif terbaru bersama komedian dan aktris Rina Nose yang bertajuk “Biru Pink”. Lagu ini hadir dalam balutan satir tajam yang membedah relasi manusia modern dengan uang, status, dan validasi di ranah digital. Perilisan tersebut dilakukan serentak di lebih dari 120 platform streaming digital di bawah naungan label rekaman Defscape Records.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Apaberita, Methosa menyatakan bahwa “Biru Pink” adalah potret generasi yang “terlalu sering mengukur harga diri berdasarkan nominal di rekening dan jumlah ‘suka’ di unggahan.” Proyek rekaman ini digarap sejak September 2024 di Studio Aksara, Jakarta Selatan, dan melibatkan produser musik Irsya Farabi yang sebelumnya sukses menelurkan album “Kalkulus Kelas” pada 2023.

Ironi Warna Uang dalam Framing Hip-Hop

Methosa mengungkapkan bahwa pemilihan judul “Biru Pink” bukan tanpa alasan. “Warna itu diambil dari lembaran uang pecahan baru Rupiah. Biru mewakili nominal seratus ribu, pink dari lima puluh ribu. Keduanya adalah simbol ambisi dan gengsi yang sehari-hari mengepung kita,” ujarnya dalam sesi konferensi pers virtual, Minggu (9/3). Lirik lagu memadukan rima padat khas rap dengan penyampaian datar dan skeptis khas Rina Nose yang berperan sebagai “suara orang kebanyakan” yang merasa terasing oleh kejar-kejaran materi.

Aransemen “Biru Pink” dibangun di atas beat boom-bap tempo sedang yang diselingi bunyi mesin penghitung uang dan notifikasi media sosial sebagai elemen distingtif. Methosa menegaskan, “Ini bukan lagu yang menghakimi. Ini cermin. Saya ingin pendengar bertanya: untuk apa sebenarnya kita berlomba?”

Kolaborasi Tak Terduga, Pesan yang Tajam

Keterlibatan Rina Nose dalam single ini menjadi kejutan bagi banyak pengamat musik. Selama ini ia dikenal luas melalui komedi tunggal dan peran-peran sketsa di televisi, bukan sebagai vokalis. Namun Methosa menilai bahwa karakternya justru memperkuat daya kritik lagu. “Rina punya sense of timing komedi yang pas untuk satire. Ketika dia menyanyikan bagian ‘temanmu bertanya, isi dompetmu berapa?’, lirik itu jadi terasa lebih menusuk karena disampaikan dengan kalem,” jelas Methosa.

Sementara itu, Rina Nose mengaku pertama kali mendengar demo “Biru Pink” pada November 2024 dan langsung merasa terhubung dengan pesannya. “Saya bukan penyanyi, tapi naskah lagu ini seperti naskah monolog yang pas buat saya. Ini tentang orang yang merasa kecil karena nggak bisa beli barang yang dipamerkan di linimasa. Obsesi itu nyata dan menyakitkan,” katanya.

Video Musik dan Narasi Visual yang Sarkastik

Video musik “Biru Pink” disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko melalui rumah produksi Visinema Music. Video tersebut menampilkan adegan-adegan surealis: pabrik yang memproduksi “mata uang media sosial” berbentuk love, komentar, dan metrik lainnya, serta figur-figur yang dikejar-kejar oleh koper penuh uang. Methosa dan Rina Nose tampil bersahaja di tengah kekacauan visual itu, seolah menjadi penonton dari karnaval absurd yang mereka ceritakan.

Angga menyebut pembuatan video ini terinspirasi oleh tulisan sosiolog Jean Baudrillard tentang hiperrealitas. “Kita hidup dalam simulasi: uang tidak lagi sekadar alat tukar, tapi sudah jadi identitas. Video ini kami bangun untuk memperlihatkan betapa konyolnya obsesi itu,” ujarnya. Video musik tersebut telah ditonton lebih dari 450 ribu kali dalam 24 jam pertama setelah perilisannya di platform berbagi video.

Respons Awal dan Posisi dalam Diskografi Methosa

Single “Biru Pink” mendapatkan sambutan hangat dari kritikus musik. Pengamat musik independen, Dila Hasna, menilai bahwa Methosa berhasil mendobrak pakem lagu hip-hop yang selama ini lebih banyak didominasi tema hedonisme. “Ini langkah berani. Methosa mengkritik sistem kapitalisme digital dengan medium yang biasanya justru digunakan untuk merayakannya. Pilihan menggaet Rina Nose juga cerdas karena memberi dimensi ironi yang lebih kuat,” tulisnya dalam ulasan yang diunggah melalui blog pribadi.

Bagi Methosa sendiri, “Biru Pink” adalah jembatan menuju album studio ketiganya yang direncanakan meluncur pada kuartal ketiga 2025. Sebelumnya, musisi bernama asli Aditya Methosa ini merilis “Distorsi Pagi” (2022) dan “Lemari Kaca” (2023) yang sama-sama mengusung lirik reflektif dengan sentuhan jazz-hop. Namun untuk rilisan kali ini, ia sengaja memilih pendekatan yang lebih lugas dan “vokal” secara tematik.

Rina Nose menambahkan bahwa proyek ini juga menjadi pembuka jalan bagi artis di luar lingkup musik profesional untuk menyuarakan keresahan lewat lagu. “Semoga ada lebih banyak kolaborasi lintas bidang begini. Musik itu terlalu luas untuk hanya dimonopoli oleh penyanyi,” pungkasnya.

Lagu “Biru Pink” kini dapat dinikmati di platform Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan layanan streaming lainnya. Single ini sekaligus menandai kembalinya Methosa ke industri musik tanah air setelah vakum selama satu tahun pasca-tur konser mini di enam kota pada 2023.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User