Bekasipreneur Camp 2026 Dorong Penguatan UMKM dan Wirausaha di Bekasi

Kota Bekasi, 15 April 2026 – Program terpadu Bekasipreneur Camp 2026 resmi dimulai di kawasan Karang Kitri, Kecamatan Pondokgede, sebagai langkah konkret Pemerintah Kota Bekasi dalam mematangkan eko...

Jul 12, 2026 - 14:40
0 0

Kota Bekasi, 15 April 2026 – Program terpadu Bekasipreneur Camp 2026 resmi dimulai di kawasan Karang Kitri, Kecamatan Pondokgede, sebagai langkah konkret Pemerintah Kota Bekasi dalam mematangkan ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah. Inisiatif yang digulirkan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan ini dihelat untuk menjawab tiga kebutuhan mendasar pelaku ekonomi kerakyatan: pengokohan kapasitas individu, pelebaran jaringan niaga, serta peningkatan posisi tawar di rantai pasok. Sebanyak 200 peserta dari 12 kecamatan di Bekasi mengikuti rangkaian pendampingan yang dirancang berjenjang selama kuartal kedua 2026.

Kerangka Strategis dan Target Peserta

Kepala Bidang Pemberdayaan UKM Dinas Koperasi UKM Kota Bekasi, Drs. Marullah Siregar, menjelaskan bahwa seleksi peserta dilakukan melalui skema rekomendasi kelurahan dan verifikasi mandiri berbasis data Niaga Elektronik Bekasi (NEB). “Kami menerjunkan 15 mentor bersertifikasi BNSP dan 8 narasumber dari kalangan akademisi Universitas Gunadarma serta praktisi e-commerce,” terangnya dalam arahannya. Peserta terbagi ke dalam tiga klaster: kuliner olahan, kriya dan fesyen, serta jasa dan teknologi sederhana. Setiap peserta wajib menyelesaikan 40 jam pelatihan yang meliputi literasi keuangan, legalitas produk melalui sistem OSS RBA, optimasi pemasaran digital, dan pengemasan berorientasi ekspor.

Metode Pelatihan dan Simulasi Usaha

Rangkaian pelatihan dibuka dengan sesi design thinking yang dipandu langsung oleh Lembaga Pengembangan Bisnis UI. Peserta diajak membedah kelemahan model bisnis masing-masing dan merumuskan proposisi nilai yang unik. Pada hari kedua, digelar lokakarya produksi berskala kecil dengan standar Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) bagi klaster kuliner, serta teknik upcycling limbah tekstil bagi klaster kriya. Sesi sore diisi pendalaman algoritma marketplace dan strategi konten organik. “Simulasi penjualan langsung melalui platform BelanjaUMKM.id menghasilkan transaksi sebesar Rp127 juta hanya dalam tiga jam. Ini menunjukkan potensi besar ketika produk UMKM bertemu dengan pasar digital yang tepat,” ujar Siregar.

Penguatan Jejaring dan Fasilitasi Permodalan

Bekasipreneur Camp 2026 tidak berhenti pada transfer pengetahuan. Panitia menyelenggarakan business matching yang mempertemukan 45 peserta terpilih dengan enam Lembaga Keuangan Mikro, termasuk PT BPR Syariah Kota Bekasi dan PT PNM Mekaar. Kepala Cabang PT PNM Bekasi, Hani Sutrisno, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menyetujui 127 proposal pembiayaan usaha dengan total plafon mencapai Rp2,1 miliar untuk peserta yang memenuhi syarat.

“Kami melihat semangat dan kelayakan usaha yang tinggi. Sinergi ini akan terus kami kawal hingga pelaku usaha naik kelas,”
tuturnya. Selain akses modal, dibentuk pula Komunitas Bekasipreneur yang difasilitasi platform komunikasi daring untuk menjaga keberlanjutan jejaring dan proses saling asuh pascapelatihan.

Pernyataan dan Komitmen Pemerintah Daerah

Wali Kota Bekasi, Raden Gani Muhamad, yang membuka langsung acara ini menekankan bahwa pengembangan UMKM bukan semata urusan seremonial.

“Bekasipreneur Camp 2026 adalah manifestasi perencanaan pembangunan ekonomi kerakyatan yang kami tetapkan dalam RPJMD 2025–2030. Kita targetkan kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto naik dari 37 persen menjadi 45 persen pada tahun 2029,”
tegasnya di hadapan peserta. Gani menambahkan, Pemkot Bekasi telah menyiapkan kebijakan insentif pajak daerah bagi UMKM binaan yang berhasil mencatatkan pertumbuhan omzet minimal 20 persen dalam enam bulan pertama. Pemkot juga menggandeng Kementerian Koperasi dan UKM untuk memprioritaskan peserta pada program KUR klaster dan sertifikasi halal gratis.

Dampak dan Rencana Keberlanjutan

Dampak awal program ini diukur melalui peningkatan skor indeks kesiapan digital peserta. Sebanyak 86 persen peserta menunjukkan kenaikan pemahaman terhadap ekosistem digital minimal 30 poin berdasarkan uji pra dan pasca pelatihan. Kepala Dinas Koperasi UKM Kota Bekasi, Ahmad Fauzi, memastikan bahwa kegiatan serupa akan direplikasi di dua titik lain pada semester kedua 2026 menyasar wirausaha pemula di wilayah Bantargebang dan Jatiasih. “Kami tidak ingin ada kesenjangan akses antara UMKM di pusat kota dan di pinggiran. Evaluasi dari Bekasipreneur Camp menjadi pijakan untuk intervensi yang lebih presisi,” pungkasnya. Rangkaian penutupan dijadwalkan pada 28 April 2026 dengan eksibisi produk unggulan peserta yang terbuka untuk umum di Plaza Pemkot Bekasi.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User