46 Akademisi UNJ dan Billy Mambrasar Latih Seribu Guru Pedalaman Mappi

Mappi, Papua Selatan — Sebanyak 1.000 guru yang bertugas di wilayah pedalaman Kabupaten Mappi, Papua Selatan, mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi yang difasilitasi oleh 46 akademisi Universit...

Jul 12, 2026 - 14:42
0 0

Mappi, Papua Selatan — Sebanyak 1.000 guru yang bertugas di wilayah pedalaman Kabupaten Mappi, Papua Selatan, mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi yang difasilitasi oleh 46 akademisi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama Staf Khusus Presiden Bidang Inovasi, Billy Mambrasar. Pelatihan yang berlangsung mulai Senin (10/3) hingga Jumat (14/3) ini digelar secara tatap muka di enam distrik di Mappi, sebagai bagian dari upaya mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah otonomi baru tersebut.

Kolaborasi Multi-Pihak untuk Guru Garis Depan

Inisiatif ini merupakan hasil kerja sama antara UNJ, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Pemerintah Kabupaten Mappi, serta Yayasan Kitong Bisa yang digagas Billy Mambrasar. Sebanyak 46 tenaga pendidik tinggi—terdiri atas 12 profesor dan 34 doktor dari berbagai fakultas di UNJ—diterjunkan langsung ke enam titik pelatihan. Mereka didampingi oleh Billy Mambrasar, yang sejak 2021 menjabat sebagai Staf Khusus Presiden RI Bidang Inovasi dan pemberdayaan pemuda Papua.

Billy Mambrasar menegaskan bahwa program ini menjawab kebutuhan mendesak guru-guru di wilayah yang minim akses pelatihan.

“Kita tidak bisa membangun SDM Papua Selatan tanpa memperkuat guru-guru di garis depan. Pelatihan ini menghubungkan akademisi kampus ternama dengan para pendidik di pedalaman agar transfer pengetahuan terjadi secara langsung dan kontekstual,”
ujarnya saat membuka sesi di Distrik Obaa, Senin (10/3).

Materi Pelatihan Berbasis Kebutuhan Lokal

Para guru mendapatkan pelatihan dalam tiga modul utama: literasi dasar, numerasi kontekstual, dan pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Tim dosen UNJ juga memperkenalkan metode pembelajaran aktif yang memanfaatkan sumber daya alam sekitar sebagai alat peraga, mengingat keterbatasan sarana di banyak sekolah pedalaman. Prof. Dr. Retno Kusumastuti, M.Pd., koordinator tim UNJ, menyebut pendekatan ini sebagai “pembelajaran berbasis realitas lokal.”

“Kami membawa konsep ‘kelas tanpa dinding’. Guru diajak melihat lingkungan sebagai laboratorium hidup, sehingga siswa bisa belajar sains, matematika, dan bahasa dengan benda-benda di sekitar kampung,”
kata Prof. Retno di sela sesi di Distrik Assue.

Selain itu, pelatihan menyentuh aspek psikososial guru. Sejumlah dosen dari Fakultas Ilmu Pendidikan memberikan penguatan kesehatan mental dan manajemen kelas di daerah konflik atau pascakonflik, mengingat beberapa kampung di Mappi masih terdampak ketegangan sosial beberapa tahun terakhir.

Jangkauan Pelatihan di Enam Distrik

Lokasi pelatihan tersebar di Distrik Obaa, Passue, Assue, Haju, Minyamur, dan Kaibar. Setiap distrik menampung rata-rata 150–200 guru dari sekolah dasar dan menengah pertama negeri maupun swasta. Transportasi menuju lokasi menjadi tantangan tersendiri; beberapa dosen harus menempuh perjalanan sungai selama tiga jam atau berjalan kaki melintasi hutan untuk mencapai tempat pelatihan. Menurut data Dinas Pendidikan Mappi, dari total 1.000 guru yang dilatih, 72 persen di antaranya adalah guru honorer daerah dengan latar belakang pendidikan yang beragam.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi, Yulianus Kambu, S.Pd., mengapresiasi bantuan ini. “Pelatihan semacam ini sangat langka. Biasanya guru kami hanya mengandalkan pelatihan daring yang terkendala sinyal. Kehadiran para profesor langsung memberikan motivasi luar biasa,” katanya.

Dampak dan Keberlanjutan Program

Billy Mambrasar menambahkan bahwa pelatihan ini tidak berhenti pada sesi lima hari. Para peserta akan mendapatkan pendampingan daring pascapelatihan melalui platform yang sedang disiapkan UNJ dan Kitong Bisa. “Kami akan bentuk kelompok belajar virtual per distrik, difasilitasi oleh dosen pembimbing dan jaringan internet satelit yang sudah mulai masuk ke Mappi tahun ini,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UNJ, Prof. Dr. Komarudin, M.Si., dalam sambutan tertulisnya menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kampus untuk mendukung pembangunan di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). “UNJ akan mengirimkan dosen secara bergilir setiap semester untuk memastikan guru-guru di Mappi terus mendapatkan pembaruan kompetensi. Kami targetkan seluruh guru di Papua Selatan sudah tersertifikasi dan menguasai pedagogi mutakhir pada 2028,” tegasnya.

Dengan pelibatan akademisi yang masif dan dukungan langsung dari Staf Khusus Kepresidenan, program ini diharapkan menjadi model percepatan peningkatan SDM di daerah otonomi baru lainnya. Pemerintah Kabupaten Mappi sendiri telah mengalokasikan anggaran pendamping untuk replikasi pelatihan di tingkat gugus sekolah pada tahun anggaran berikutnya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User