MES dan Menara Syariah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah di Indonesia
Jakarta - Upaya memperkuat ekosistem ekonomi syariah (eksyar) di Indonesia terus digencarkan melalui kolaborasi berbagai pihak. Kali ini, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) bersama Menara Syariah menga
Jakarta - Upaya memperkuat ekosistem ekonomi syariah (eksyar) di Indonesia terus digencarkan melalui kolaborasi berbagai pihak. Kali ini, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) bersama Menara Syariah mengambil langkah strategis dengan mendorong sinergi antara industri takaful (asuransi syariah), koperasi, dan kemitraan global. Menteri Koperasi RI (Menkop) yang juga Ketua Harian Pengurus Pusat MES, Ferry Juliantono, menyampaikan hal tersebut dalam sebuah forum di Jakarta, Selasa (15/4). Menurut laporan Apaberita.com, langkah ini menjadi bagian penting dari upaya menjadikan ekonomi syariah bukan sekadar alternatif, melainkan arus utama pembangunan ekonomi nasional.
Sinergi Tiga Pilar Eksyar
Ferry Juliantono menjelaskan, penguatan eksyar tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan kerja sama yang erat antara tiga pilar utama: asuransi syariah (takaful), koperasi, dan kolaborasi internasional. Hubungan MES dengan Menara Syariah, yang merupakan salah satu pemain utama di sektor takaful, menjadi model bagaimana industri keuangan syariah dapat mendukung pengembangan koperasi di akar rumput. “Kami ingin memastikan bahwa prinsip-prinsip syariah tidak hanya berhenti pada produk, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, terutama melalui koperasi,” tegasnya.
Program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang disebut-sebut sebagai salah satu inisiatif unggulan, menjadi contoh nyata bagaimana ekonomi syariah dapat diintegrasikan ke dalam struktur ekonomi desa. Menara Syariah, misalnya, tengah mengkaji penyediaan produk takaful mikro yang terjangkau bagi anggota koperasi di seluruh Indonesia. Hal ini diharapkan dapat menjadi lapisan perlindungan yang selama ini minim diakses oleh pelaku usaha mikro.
Dampak dan Keberlanjutan
Lebih lanjut, Ferry menekankan bahwa pembangunan ekonomi syariah harus diukur dari dampaknya terhadap tiga nilai utama: kemaslahatan, keadilan, dan keberlanjutan. Baginya, indikator keberhasilan eksyar bukan semata pertumbuhan aset atau volume transaksi, melainkan sejauh mana eksyar mampu mengurangi kesenjangan dan mendorong kemandirian ekonomi umat. “Inilah peran strategis Indonesia. Kita punya potensi besar untuk menjadi kiblat baru ekonomi syariah dunia, asalkan fondasi di dalam negeri kita perkuat,” ujarnya.
“Pengembangan ekosistem syariah tidak hanya didasarkan pada nilai ekonomi atau transaksi semata, namun juga perlu diukur dari seberapa besar dampaknya terhadap kemaslahatan, keadilan, dan keberlanjutan sebagai tujuan utama pembangunan ekonomi. Di sisi inilah Indonesia memiliki peran strategis.” — Ferry Juliantono, Menkop/Ketua Harian PP MES
Komitmen ini disambut baik oleh berbagai kalangan. Media kami mencatat, dalam forum yang sama, perwakilan Menara Syariah menyatakan siap mengalokasikan sumber daya untuk mendukung digitalisasi koperasi dan literasi keuangan syariah. Langkah kolaboratif seperti ini dinilai krusial untuk mengakselerasi target pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah global pada 2030. Semua pihak berharap sinergi MES dan Menara Syariah ini dapat segera melahirkan program konkret yang bisa direplikasi di seluruh pelosok negeri.
Comments (0)