Penyebab Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang Belum Padam hingga 18 Jam
Cipondoh, Tangerang – Kebakaran hebat yang melanda pabrik sandal jepit PT Murni Karetindo Lestari (King Stone) di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, masih belum bisa dijinakkan oleh petugas pemadam
Cipondoh, Tangerang – Kebakaran hebat yang melanda pabrik sandal jepit PT Murni Karetindo Lestari (King Stone) di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, masih belum bisa dijinakkan oleh petugas pemadam kebakaran. Hingga Senin (22/6/2026) sore pukul 16.13 WIB, atau sekitar 18 jam setelah api pertama kali berkobar, si jago merah masih melalap bangunan pabrik yang didominasi bahan karet dan plastik tersebut. Api dilaporkan pertama kali muncul pada Minggu (21/6/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB dan dengan cepat membesar karena banyaknya material mudah terbakar di dalam pabrik. Tim pemadam dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Tangerang dikerahkan bersama BPBD setempat, namun upaya pemadaman menghadapi kendala serius.
Kendala Pemadaman
Menurut pantauan Apaberita.com di lokasi, kobaran api masih terlihat jelas dari kejauhan meskipun puluhan unit mobil pemadam telah disiagakan. Bahan baku sandal berupa karet, busa, dan lem yang terbakar menghasilkan asap tebal berwarna hitam pekat yang menyelimuti kawasan sekitar. Pasokan air dan medan yang cukup sulit dijangkau menjadi penghambat utama. “Kami masih berupaya maksimal. Api sulit padam karena material karet yang terbakar cenderung sulit dipadamkan dengan air biasa. Kami menggunakan foam khusus,” ujar salah satu petugas yang enggan disebut namanya.
"Belum, masih pemadaman," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S Rahman, saat dikonfirmasi Apaberita.com, Senin (22/6/2026) pukul 16.13 WIB.
Penyebab Masih Diselidiki
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Tim investigasi dari kepolisian dan Damkar belum dapat memasuki area inti kebakaran karena suhu masih sangat tinggi dan dikhawatirkan ada bangunan yang rapuh dan bisa ambruk. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik di bagian produksi, mengingat pabrik tersebut beroperasi 24 jam. Namun keterangan resmi belum dapat diberikan. “Kami masih menunggu api benar-benar padam untuk melakukan olah TKP. Prioritas saat ini adalah pemadaman dan keselamatan,” jelas Kapolsek Cipondoh saat dihubungi terpisah.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini. Seluruh karyawan yang tengah bekerja malam itu berhasil dievakuasi. Meski demikian, kerugian material diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah mengingat luasnya bangunan dan stok barang yang terbakar. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan situasi ini dan menyampaikan informasi terkini.
Comments (0)