Mercure Jakarta Hadirkan Staycation Betawi dengan Fasilitas Ice Bath

Suasana khas budaya Betawi langsung menyambut setiap tamu yang melangkah masuk ke lobi hotel Mercure Jakarta. Ornamen tradisional, ukiran khas, dan palet w

Jul 08, 2026 - 15:45
0 0
Mercure Jakarta Hadirkan Staycation Betawi dengan Fasilitas Ice Bath
Suasana khas budaya Betawi langsung menyambut setiap tamu yang melangkah masuk ke lobi hotel Mercure Jakarta. Ornamen tradisional, ukiran khas, dan palet warna hangat berpadu menciptakan atmosfer yang unik dan autentik. Konsep ini sengaja dihadirkan manajemen hotel untuk memberikan pengalaman menginap yang berbeda, menggabungkan kearifan lokal dengan fasilitas kebugaran modern yang tengah menjadi tren di kalangan pelaku gaya hidup sehat.

Konsep Desain yang Mengakar pada Budaya Lokal

Lobi hotel menjadi etalase utama dari perpaduan budaya Betawi dan sentuhan kontemporer. Elemen dekoratif seperti batik Betawi, gambar ondel-ondel yang distilasi secara modern, serta furnitur berbahan kayu jati dengan sentuhan akhir tradisional mendominasi ruang penerima tamu. "Kami ingin tamu merasakan Jakarta yang sebenarnya, bukan sekadar kota metropolitan yang serba kaca dan beton," ujar General Manager Mercure Jakarta dalam wawancara eksklusif dengan Liputan6.com. Bukan hanya lobi, nuansa serupa juga konsisten diterapkan di sepanjang koridor, restoran, hingga area kolam renang. Pemilihan elemen desain ini merupakan hasil kolaborasi dengan seniman lokal Betawi yang dilibatkan sejak tahap perencanaan. Tujuannya adalah menciptakan ruang yang tidak hanya estetis, tetapi juga sarat akan nilai cerita dan identitas.

Fasilitas Ice Bath yang Menjadi Daya Tarik Utama

Di tengah balutan budaya tradisional, Mercure Jakarta justru menyematkan fasilitas ice bath atau rendam air es yang tergolong mutakhir. Fasilitas ini ditempatkan di area wellness dan fitness center hotel, melengkapi sauna dan kolam renang yang sudah ada. Suhu air dipertahankan secara konstan pada 10 hingga 12 derajat Celsius, mengikuti standar terapi paparan dingin yang direkomendasikan para ahli kebugaran.
"Peminat ice bath terus meningkat, terutama setelah pandemi di mana kesadaran akan kesehatan mental dan fisik semakin tinggi. Kami melihat ini sebagai peluang untuk memberikan nilai tambah bagi tamu yang sedang staycation. Mereka bisa relaksasi dan memulihkan diri tanpa harus pergi ke pusat kebugaran khusus,"
jelas manajemen hotel. Fasilitas ini dapat diakses oleh seluruh tamu yang menginap tanpa biaya tambahan, dengan sesi maksimal 15 menit per orang demi menjaga keamanan dan kenyamanan.

Respon Pasar dan Segmentasi Pengunjung

Sejak memperkenalkan konsep ini pada kuartal pertama tahun ini, manajemen mencatat peningkatan okupansi hingga 25 persen, terutama pada akhir pekan. Segmentasi tamu yang paling terlihat adalah pasangan muda profesional dan wisatawan domestik yang mencari pengalaman menginap yang "Instagramable" sekaligus bermanfaat bagi kesehatan. "Tren staycation pasca-pandemi sudah bergeser. Tamu tidak sekadar mencari tempat tidur yang nyaman. Mereka mencari cerita, pengalaman sensorik, dan sesuatu yang bisa dibagikan di media sosial. Kombinasi Betawi dan ice bath adalah jawaban atas kebutuhan itu," ujar seorang pengamat perhotelan dari sebuah lembaga riset pariwisata. Data reservasi menunjukkan durasi menginap rata-rata tamu meningkat dari 1,5 malam menjadi 2,2 malam sejak fasilitas ice bath diperkenalkan. Ini mengindikasikan bahwa fasilitas tersebut bukan sekadar gimmick pemasaran, tetapi benar-benar mendorong tamu untuk tinggal lebih lama dan mengeksplorasi lebih banyak layanan hotel.

Strategi Menjawab Kompetisi Pasar Hotel Jakarta

Pasar perhotelan Jakarta dikenal sangat kompetitif dengan kehadiran berbagai merek internasional. Mercure Jakarta memilih diferensiasi melalui hiper-lokalitas yang dikawinkan dengan tren kesehatan global. Strategi ini menciptakan proposisi nilai yang sulit ditiru kompetitor. "Mudah bagi hotel lain untuk memasang ice bath, tapi sulit meniru nuansa Betawi yang autentik beserta cerita di baliknya," tegas manajemen. Tim pemasaran hotel juga menggandeng sejumlah influencer kesehatan dan gaya hidup untuk memperkenalkan pengalaman ini secara organik. Kampanye media sosial yang menampilkan kontras visual antara desain tradisional dan aktivitas ice bath modern berhasil menciptakan buzz signifikan di platform seperti Instagram dan TikTok. Ke depan, hotel berencana menghadirkan paket wellness retreat yang lebih komprehensif, menggabungkan sesi ice bath dengan yoga tradisional dan wisata kuliner Betawi di sekitar kawasan hotel. Dengan strategi ini, Mercure Jakarta optimistis dapat mempertahankan momentum positif dan menjadikan properti mereka sebagai destinasi staycation tematik yang berbeda di tengah ramainya pasar perhotelan ibu kota.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User