Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, kini memiliki fasilitas perawatan penerbangan
Studio lukis pesawat adalah hanggar khusus yang dirancang untuk membersihkan, mendempul, mengecat, dan memberi pelapis pelindung pada badan pesawat secara
Studio lukis pesawat adalah hanggar khusus yang dirancang untuk membersihkan, mendempul, mengecat, dan memberi pelapis pelindung pada badan pesawat secara presisi, menggunakan teknologi selubung udara terkendali (controlled-airflow booth). General Manager FL Technics Indonesia, Iwan Setiawan, dalam wawancara eksklusif menjelaskan bahwa keputusan membangun studio di Bali didorong oleh peningkatan lalu lintas udara dan kebutuhan perawatan yang selama ini harus dikirim ke Jakarta atau luar negeri.
Potong Rantai Logistik, Perkuat Ketepatan Waktu
Sebelum studio ini beroperasi, maskapai yang berbasis di Bali atau Indonesia timur harus menerbangkan pesawat ke basis perawatan di Jakarta, Singapura, atau Kuala Lumpur hanya untuk pengecatan ulang. Proses itu memakan setidaknya 5–7 hari termasuk waktu ferry flight dan antrean. Dengan hadirnya studio di Bali, waktu tunggu bisa dipangkas hingga 40 persen, cukup 3–4 hari di lokasi yang sama.
“Ini bukan sekadar hanggar cat. Kami membangun ekosistem perawatan terintegrasi. Studio ini memotong biaya logistik dan risiko operasional yang selama ini membebani maskapai,” ujar Iwan.
Ia menambahkan, investasi pembangunan studio mencapai Rp210 miliar, mencakup sistem filtrasi udara berteknologi Jerman, kolam pengolahan limbah cat, dan robot lengan semprot (robotic arm sprayer) yang mengurangi ketergantungan pada tenaga manusia untuk lapisan dasar. Meski demikian, sentuhan akhir dan pengecekan kualitas tetap dilakukan oleh spesialis manusia bersertifikat.
Lapangan Kerja dan Alih Teknologi
Studio ini merekrut 85 teknisi dan spesialis, dengan 70 persen di antaranya adalah tenaga lokal Bali dan Nusa Tenggara. Mereka menjalani pelatihan intensif selama enam bulan di fasilitas FL Technics di Jakarta dan mitra di Lituania. Kepala Dinas Perhubungan Bali, I Ketut Artana, menyambut baik investasi ini.
“Kami berharap transfer pengetahuan ini menciptakan tenaga ahli baru yang siap bersaing di industri perawatan pesawat global. Ini peluang besar bagi putra-putri Bali,” katanya dalam peresmian.
Studio itu juga dilengkapi ruang pelatihan yang dapat menampung 20 peserta per sesi. Setiap tahun, FL Technics Indonesia menargetkan setidaknya 3 angkatan pelatihan untuk menyuplai kebutuhan teknisi tidak hanya di Bali, tapi juga proyek ekspansi di Manado dan Lombok.
Dampak pada Industri Pariwisata dan Penerbangan
Bali sebagai destinasi wisata utama menyumbang 35 persen lalu lintas penumpang internasional Indonesia. Ketua Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (APPNI) wilayah Bali, Komang Adi, menilai studio lukis pesawat ini akan meningkatkan nilai tawar bandara di mata maskapai asing.
“Maskapai internasional yang ingin mempercantik armada sambil menunggu slot penerbangan sekarang bisa melakukannya di sini. Ini bukan efisiensi biaya saja, tapi juga experience layanan yang memanjakan,” ujar Komang.
Data otoritas bandara mencatat, pergerakan pesawat di Ngurah Rai mencapai 200.000 pergerakan per tahun. Dengan kapasitas 60 pesawat per tahun, studio ini hanya bisa melayani sebagian kecil kebutuhan, namun FL Technics sudah menyiapkan lahan perluasan seluas 1,5 hektare untuk penambahan dua hanggar serupa pada 2027.
Fasilitas Ramah Lingkungan
Tak hanya presisi, studio ini mengklaim sebagai yang paling ramah lingkungan di Asia Tenggara. Sistem water-based paint booth mengurangi emisi senyawa organik volatil (VOC) hingga 90 persen dibanding cat berbasis pelarut konvensional. Air limbah dari proses pencucian badan pesawat didaur ulang melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL) berkapasitas 50 meter kubik per hari, dan digunakan kembali untuk keperluan non-potable.
Dengan diresmikannya studio ini, Bandara Ngurah Rai melengkapi portofolio layanan perawatan, perbaikan, dan overhaul (MRO) yang selama ini hanya meliputi perawatan ringan di apron. Maskapai pertama yang menjadwalkan pengerjaan adalah Citilink, dengan satu unit A320 yang akan menjalani pengecatan ulang livery khusus bertema “Wonderful Indonesia” pada pertengahan Agustus mendatang.
Comments (0)