Psikolog Fyn Clinic Ungkap Cara Efektif Ajarkan Anak Berkata Baik Tanpa Bentakan
JAKARTA — Psikolog Anak, Remaja & Keluarga dari Fyn Clinic, Ayoe Sutomo, membeberkan strategi membiasakan anak menggunakan kata-kata baik tanpa mengandalka
JAKARTA — Psikolog Anak, Remaja & Keluarga dari Fyn Clinic, Ayoe Sutomo, membeberkan strategi membiasakan anak menggunakan kata-kata baik tanpa mengandalkan bentakan maupun hukuman fisik. Pendekatan ini, menurutnya, bertumpu pada konsistensi orang tua dalam menjadi model komunikasi yang positif.
Mengapa Bentakan Tidak Efektif
Ayoe Sutomo menjelaskan bahwa respons agresif dari orang tua justru memperkuat sirkuit stres di otak anak. Alih-alih memahami pesan moral, anak hanya merekam rasa takut dan cenderung mengulangi perilaku yang sama ketika pengawasan orang tua lengah.
Data dari praktik klinisnya menunjukkan bahwa 8 dari 10 anak yang dikoreksi dengan teriakan menunjukkan peningkatan perilaku agresif verbal terhadap teman sebaya dalam kurun waktu tiga bulan.
Kronologi Penerapan Metode Positif
- Fase Identifikasi Pemicu (Hari ke-1 hingga ke-3): Orang tua diminta mencatat setiap kali anak mengeluarkan kata kasar atau bernada tinggi. Pemicu eksternal seperti kelelahan, lapar, atau frustrasi terhadap tugas sekolah diidentifikasi secara spesifik.
- Fase Modeling (Hari ke-4 hingga ke-10): Orang tua secara sadar mendemonstrasikan penggunaan kata "tolong", "maaf", dan "terima kasih" dalam interaksi harian, termasuk saat berbicara dengan pasangan atau asisten rumah tangga.
- Fase Pujian Spesifik (Hari ke-11 hingga ke-21): Setiap kali anak mengucapkan kata baik secara spontan, orang tua memberikan apresiasi deskriptif seperti "Ibu senang kamu bilang 'tolong' tadi, terdengar sangat sopan" alih-alih sekadar mengatakan "pintar".
- Fase Pengabaian Terencana (Berjalan Paralel): Ketika anak menggunakan kata kasar untuk mencari perhatian, orang tua mengabaikan kata tersebut selama 30 detik, lalu mengalihkan dengan pertanyaan netral. Setelah anak tenang, orang tua baru menawarkan alternatif kata yang lebih tepat.
Hasil dan Rekomendasi
Berdasarkan pantauan terhadap 50 keluarga yang menjalani metode ini di Fyn Clinic selama kuartal pertama 2025, 72 persen melaporkan penurunan frekuensi kata kasar anak hingga 60 persen pada minggu keempat. Ayoe menekankan bahwa kunci keberhasilan terletak pada kesabaran orang tua menunggu proses neurologis anak membentuk jalur kebiasaan baru, yang memakan waktu minimal 21 hari.
"Anak belajar dari apa yang mereka dengar dan lihat setiap hari. Jika rumah menjadi ruang aman untuk berekspresi tanpa takut dihakimi, mereka akan mereplikasi pola komunikasi itu di luar rumah," ujar Ayoe Sutomo di Jakarta, Selasa (8/4).
Comments (0)