Oct 08, 2026
Politik

Menteri Lingkungan Hidup Tegaskan Komitmen Iklim dalam Leader's Plenary

JAKARTA — Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menegaskan komitmen Indonesia terhadap agenda lingkungan hidup dan perubahan iklim dalam forum Leader's Plenary yang berlangsung pada Selasa (18...

Menteri Lingkungan Hidup Tegaskan Komitmen Iklim dalam Leader's Plenary

JAKARTA — Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menegaskan komitmen Indonesia terhadap agenda lingkungan hidup dan perubahan iklim dalam forum Leader's Plenary yang berlangsung pada Selasa (18/6/2024). Forum tingkat tinggi tersebut mempertemukan para pemimpin sektor lingkungan dari berbagai negara untuk menyelaraskan kebijakan mitigasi dan adaptasi iklim di tengah tekanan global yang semakin meningkat.

Dalam forum tersebut, Menteri Jumhur menyatakan bahwa posisi Indonesia sebagai negara dengan kekayaan hayati terbesar di dunia menempatkan tanggung jawab strategis sekaligus peluang ekonomi hijau yang signifikan. Pernyataan itu disampaikan di hadapan delegasi yang terdiri atas menteri lingkungan, perwakilan lembaga internasional, serta organisasi masyarakat sipil.

"Indonesia tidak hanya berbicara soal komitmen, tetapi soal pelaksanaan. Setiap kebijakan yang ditetapkan harus terukur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat," tegas Menteri Jumhur dalam forum tersebut.

Posisi Strategis Indonesia dalam Diplomasi Lingkungan

Menurut keterangan yang dihimpun, Leader's Plenary merupakan forum yang membahas sinkronisasi target iklim nasional dengan kerangka global. Dalam sesi tersebut, Menteri Jumhur menekankan bahwa Indonesia telah menetapkan target pengurangan emisi melalui dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) yang diperbarui. Target tersebut mencakup sektor kehutanan dan tata guna lahan, energi, pertanian, serta pengelolaan limbah.

Menteri Jumhur juga menyoroti pentingnya pendanaan iklim yang berkeadilan. Ia menyatakan bahwa negara berkembang memerlukan dukungan teknologi dan pembiayaan yang tidak memberatkan fiskal nasional. Pernyataan itu merespons kritik sejumlah delegasi yang menilai komitmen pendanaan negara maju belum sepadan dengan kebutuhan adaptasi di kawasan tropis.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam forum, deforestasi di Indonesia dilaporkan menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah mencatat bahwa pemulihan ekosistem gambut dan rehabilitasi mangrove menjadi program prioritas yang dieksekusi lintas kementerian dan pemerintah daerah.

Penguatan Tata Kelola dan Penegakan Hukum Lingkungan

Dalam sesi berikutnya, Menteri Jumhur memaparkan langkah penguatan tata kelola lingkungan, termasuk penindakan terhadap perusahaan yang melanggar izin lingkungan. Ia menegaskan bahwa penegakan hukum menjadi instrumen utama untuk menjaga kredibilitas kebijakan iklim Indonesia di mata internasional.

"Penegakan hukum bukan sekadar administrasi. Ini pesan bahwa komitmen lingkungan tidak bisa ditawar oleh kepentingan jangka pendek," ujar Menteri Jumhur.

Ia juga menyebut kolaborasi dengan aparat penegak hukum, kementerian terkait, serta pemerintah daerah dalam menangani kasus pencemaran dan kerusakan lingkungan. Menurutnya, pendekatan kolaboratif itu diperlukan karena persoalan lingkungan bersifat lintas sektor dan lintas wilayah.

Sejumlah delegasi menyampaikan apresiasi terhadap posisi Indonesia yang dinilai konsisten menyuarakan kepentingan negara berkembang. Namun, mereka juga mendorong percepatan transisi energi dan pengurangan ketergantungan pada energi fosil sebagai bagian dari komitmen jangka panjang.

Tindak Lanjut dan Agenda Nasional

Menindaklanjuti forum tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup disebut akan memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Rapat koordinasi tingkat teknis direncanakan membahas penyelarasan kebijakan iklim dengan rencana pembangunan nasional, termasuk instrumen nilai ekonomi karbon.

Pemerintah juga menargetkan penguatan sistem pemantauan emisi berbasis data yang dapat diverifikasi secara independen. Langkah itu dinilai penting untuk memastikan pelaporan capaian iklim Indonesia tetap kredibel di forum internasional.

Menteri Jumhur menutup keterangannya dengan menekankan bahwa kebijakan lingkungan harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya komunitas yang bergantung pada sumber daya alam. Ia menyatakan bahwa perlindungan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi bukan dua hal yang saling bertentangan, melainkan harus dijalankan secara seimbang.

Dengan posisi tersebut, Indonesia diharapkan terus memainkan peran strategis dalam diplomasi lingkungan global sekaligus memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif di tingkat nasional dan daerah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User