Oct 08, 2026
Politik

500 Ribu Jemaah Haji Tiba di Arab Saudi hingga 18 Mei 2025

JAKARTA — Sebanyak lebih dari 500 ribu jemaah haji dari berbagai negara telah tiba di Arab Saudi hingga 18 Mei 2025. Angka tersebut baru mencakup sekitar 36 persen dari total visa haji yang telah di...

500 Ribu Jemaah Haji Tiba di Arab Saudi hingga 18 Mei 2025

JAKARTA — Sebanyak lebih dari 500 ribu jemaah haji dari berbagai negara telah tiba di Arab Saudi hingga 18 Mei 2025. Angka tersebut baru mencakup sekitar 36 persen dari total visa haji yang telah dirilis oleh otoritas Kerajaan Arab Saudi untuk musim haji tahun ini. Kedatangan jemaah secara bertahap itu tercatat dalam laporan resmi yang dihimpun dari otoritas penerbangan dan imigrasi setempat.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah visa haji yang telah diterbitkan mencapai angka yang jauh lebih besar dibandingkan jumlah jemaah yang sudah memasuki wilayah Arab Saudi. Kondisi ini menunjukkan bahwa proses kedatangan jemaah masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan, seiring dengan jadwal penerbangan yang diatur oleh masing-masing negara pengirim jemaah.

“Jumlah jemaah yang tiba masih akan terus bertambah karena proses kedatangan berlangsung secara bertahap sesuai jadwal penerbangan,” demikian pernyataan yang disampaikan otoritas terkait dalam laporan resmi mengenai arus kedatangan jemaah haji.

Arus Kedatangan Bertahap di Bandara Internasional

Kedatangan ratusan ribu jemaah tersebut terpusat di sejumlah bandara internasional di Arab Saudi, terutama Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah dan Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz di Madinah. Dari kedua bandara itu, jemaah selanjutnya diangkut menuju tempat penginapan sementara sebelum melaksanakan rangkaian ibadah di Makkah dan Madinah.

Pemerintah Arab Saudi telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk memperlancar proses kedatangan, termasuk jalur khusus bagi jemaah lansia dan jemaah dengan kebutuhan khusus. Petugas imigrasi ditempatkan dalam jumlah yang diperbanyak guna mempercepat proses pemeriksaan dokumen perjalanan.

Selain itu, otoritas setempat juga mengatur arus transportasi dari bandara menuju pemondokan agar tidak terjadi penumpukan jemaah. Pengaturan ini dinilai penting mengingat jumlah kedatangan yang terus meningkat setiap harinya.

“Proses kedatangan jemaah diatur secara bertahap untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan seluruh jemaah selama menjalankan ibadah,” ujar seorang pejabat otoritas haji dalam keterangan resminya.

36 Persen dari Total Visa yang Dirilis

Angka 36 persen menunjukkan bahwa masih terdapat sekitar 64 persen visa haji yang belum digunakan oleh jemaah untuk masuk ke Arab Saudi. Visa tersebut telah dirilis oleh otoritas kerajaan sebagai bagian dari kuota haji yang ditetapkan untuk masing-masing negara.

Sejumlah pengamat menilai bahwa selisih antara jumlah visa yang dirilis dan jumlah jemaah yang tiba merupakan hal yang wajar dalam penyelenggaraan haji. Hal ini karena proses penerbitan visa dan keberangkatan jemaah berlangsung secara bertahap, mengikuti jadwal penerbangan yang telah disusun jauh sebelumnya.

“Penerbitan visa dan kedatangan jemaah memang berlangsung dalam rentang waktu yang berbeda. Yang terpenting adalah seluruh jemaah dapat masuk dan melaksanakan ibadah sesuai jadwal,” kata sumber di lingkungan penyelenggara haji.

Sejumlah negara pengirim jemaah dilaporkan telah menyelesaikan tahap pemberangkatan gelombang pertama. Gelombang berikutnya dijadwalkan menyusul dalam beberapa hari ke depan seiring dengan ketersediaan slot penerbangan dan kapasitas akomodasi di Arab Saudi.

Antisipasi Lonjakan Jemaah Menuju Puncak Musim Haji

Menjelang puncak musim haji, otoritas Arab Saudi memperkirakan arus kedatangan jemaah akan mengalami lonjakan signifikan. Untuk itu, sejumlah langkah antisipasi disiapkan, mulai dari penambahan petugas lapangan, pengaturan lalu lintas kendaraan pengangkut jemaah, hingga penambahan fasilitas layanan kesehatan di area Masjidil Haram dan sekitarnya.

Layanan kesehatan menjadi perhatian utama mengingat kondisi cuaca di Arab Saudi yang cukup panas pada periode ini. Petugas medis disiagakan di sejumlah titik strategis, termasuk di pemondokan jemaah dan jalur menuju tempat pelaksanaan ibadah.

Selain itu, sistem pemantauan digital digunakan untuk memantau pergerakan jemaah dari bandara hingga pemondokan. Sistem ini memungkinkan otoritas melakukan penyesuaian apabila terjadi penumpukan di titik tertentu.

Dengan masih tersisanya sekitar 64 persen visa yang belum digunakan, arus kedatangan jemaah diperkirakan akan terus berlangsung hingga mendekati waktu puncak haji. Seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan diminta tetap bersiaga agar proses kedatangan berjalan lancar dan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User