DEPOK — Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan komitmen pemerintah dalam pengelolaan ekosistem danau berkelanjutan usai menghadiri peringatan Word Lake Day atau Hari Danau Sedunia di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, pada Rabu (18/3/2026). Dalam keterangan persnya, Menteri Jumhur menyatakan bahwa peringatan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat tata kelola perairan darat di Indonesia.
Pemerintah Tegaskan Komitmen Perlindungan Ekosistem Danau
Menurut Menteri Jumhur, ekosistem danau memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat, mulai dari penyediaan air baku, pengendalian banjir, hingga mendukung keanekaragaman hayati. Ia menyatakan bahwa pemerintah terus menindaklanjuti arahan Presiden terkait pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
"Danau bukan sekadar bentang alam, tetapi merupakan infrastruktur ekologis yang harus dijaga bersama. Pemerintah berkomitmen memastikan setiap kebijakan yang ditetapkan berpihak pada keberlanjutan ekosistem perairan darat," tegas Menteri Jumhur dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup telah menyusun sejumlah langkah strategis, termasuk penguatan regulasi, pemantauan kualitas air secara berkala, serta pengendalian pencemaran dari aktivitas industri dan permukiman di sekitar kawasan danau.
Pengelolaan Danau Berbasis Kolaborasi Multipihak
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Jumhur menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Ia menyebut kampus sebagai mitra strategis dalam penyediaan data ilmiah serta pengembangan inovasi pengelolaan danau.
"Berdasarkan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, setiap pihak memiliki tanggung jawab sesuai kewenangannya. Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk duduk bersama dalam Rapat Koordinasi guna menyusun langkah konkret," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah danau prioritas nasional masih menghadapi tekanan berupa sedimentasi, alih fungsi lahan, serta penurunan kualitas air. Karena itu, penetapan program pemulihan danau menjadi bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan yang dijalankan secara bertahap.
Universitas Indonesia Jadi Tuan Rumah Peringatan Word Lake Day
Peringatan Word Lake Day di lingkungan Universitas Indonesia dilaksanakan dengan rangkaian kegiatan akademik dan lingkungan, termasuk diskusi panel, penanaman vegetasi di kawasan perairan kampus, serta pemantauan kualitas air danau UI. Kegiatan tersebut menggandeng sejumlah organisasi lingkungan dan komunitas mahasiswa.
Menteri Jumhur mengapresiasi peran Universitas Indonesia sebagai kampus yang memiliki komitmen tinggi terhadap konservasi perairan. Menurutnya, danau UI dapat menjadi laboratorium alam yang mendukung penelitian dan pendidikan lingkungan hidup bagi generasi muda.
"Kami mendorong kampus-kampus lain untuk meniru langkah ini. Kolaborasi antara akademisi dan pemerintah akan memperkuat dasar ilmiah dalam setiap keputusan yang ditetapkan," tutur Menteri Jumhur.
Rencana Aksi Nasional Danau Prioritas
Lebih lanjut, Menteri Jumhur menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan rencana aksi nasional penyelamatan danau prioritas yang mencakup 15 kawasan strategis. Rencana tersebut memuat indikator keberhasilan yang terukur, meliputi penurunan beban pencemaran, pemulihan tutupan vegetasi, serta penguatan kelembagaan pengelola.
Ia menegaskan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup akan melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program di daerah. Hasil evaluasi tersebut akan dilaporkan dalam forum koordinasi nasional dan menjadi dasar bagi penajaman kebijakan berikutnya.
"Setiap kebijakan harus dapat dipertanggungjawabkan secara ekologis maupun administratif. Kami tidak ingin program hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat," ujar Menteri Jumhur.
Di akhir keterangannya, Menteri Jumhur mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan peringatan Word Lake Day sebagai pengingat bahwa kelestarian danau merupakan tanggung jawab bersama. Ia menekankan bahwa keberlanjutan lingkungan hidup tidak dapat dicapai tanpa dukungan dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
"Mari kita jaga danau sebagai warisan ekologis bagi anak cucu. Keputusan hari ini akan menentukan kualitas kehidupan generasi mendatang," pungkasnya.
Comments (0)