Mensesneg: Pameran Teknologi BRIN Bukti Indonesia Mampu
JAKARTA – Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menyatakan bahwa pameran produk teknologi karya anak bangsa, mulai dari robot hingga kendaraan otonom yang digelar di Istana Kepresidenan, menjadi pe...
JAKARTA – Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menyatakan bahwa pameran produk teknologi karya anak bangsa, mulai dari robot hingga kendaraan otonom yang digelar di Istana Kepresidenan, menjadi penegasan atas kapasitas Indonesia dalam menguasai inovasi. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul audiensi Presiden Prabowo Subianto dengan para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana, pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Dalam keterangan persnya, Pratikno menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memajukan riset dan teknologi nasional. “Pameran ini adalah tanda bahwa Indonesia mampu. Kita tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen yang menghasilkan solusi bagi kebutuhan bangsa,” ujarnya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Presiden Tinjau Langsung Inovasi Karya Peneliti BRIN
Presiden Prabowo Subianto, dalam kesempatan tersebut, meninjau langsung sejumlah produk unggulan yang dipamerkan oleh BRIN. Beberapa di antaranya adalah robot industri, kendaraan otonom, serta sistem pertanian presisi yang dikembangkan oleh para peneliti dalam negeri. Audiensi ini berlangsung dalam suasana hangat, dihadiri pula oleh jajaran pimpinan BRIN dan sejumlah menteri terkait.
Mensesneg menjelaskan bahwa Presiden memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian para peneliti. “Bapak Presiden menyampaikan bahwa riset adalah fondasi kemandirian bangsa. Keputusan untuk menghadirkan produk-produk ini di Istana bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengakuan negara terhadap kerja keras para ilmuwan,” kata Pratikno.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pemerintah akan menindaklanjuti hasil audiensi tersebut dengan memperkuat kolaborasi antara BRIN, kementerian, dan industri. Hal ini penting untuk memastikan bahwa inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada tahap prototipe, melainkan dapat diproduksi massal dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Dukungan Kebijakan untuk Mendorong Inovasi Nasional
Dalam rapat koordinasi yang digelar setelah audiensi, Mensesneg menyatakan bahwa pemerintah tengah mengkaji sejumlah kebijakan untuk mempercepat hilirisasi produk riset. Salah satunya adalah penyederhanaan regulasi perizinan bagi produk teknologi dalam negeri, serta pemberian insentif bagi industri yang menggunakan komponen lokal hasil riset BRIN.
“Kita tidak ingin karya anak bangsa hanya menjadi pajangan. Berdasarkan arahan Presiden, kami akan memastikan ada keberlanjutan dari sisi pendanaan, pengujian, hingga komersialisasi. Ini adalah keputusan strategis yang akan dibahas lebih lanjut dalam pleno terbatas,” tegas Pratikno.
Para peneliti BRIN yang hadir dalam audiensi tersebut juga menyampaikan sejumlah kebutuhan, termasuk peningkatan anggaran riset dan fasilitas laboratorium yang lebih modern. Menanggapi hal itu, Presiden Prabowo dijadwalkan akan menggelar rapat kerja dengan DPR untuk membahas revisi anggaran riset nasional pada kuartal berikutnya.
Kendaraan Otonom dan Robot: Simbol Kemandirian Teknologi
Salah satu produk yang menjadi sorotan dalam pameran tersebut adalah kendaraan otonom yang dikembangkan oleh tim peneliti BRIN. Kendaraan ini dirancang untuk beroperasi di kawasan industri dan area publik, dengan sistem navigasi berbasis kecerdasan buatan yang sepenuhnya dikembangkan di dalam negeri. Selain itu, robot kolaboratif yang dipamerkan juga mampu bekerja dalam lini produksi manufaktur, menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menghadapi era industri 4.0.
Mensesneg menegaskan bahwa capaian ini tidak lepas dari kerja keras dan dedikasi para peneliti BRIN yang terus berinovasi meskipun menghadapi berbagai keterbatasan. “Kita patut berbangga. Ini adalah bukti bahwa dengan kemauan politik dan dukungan anggaran yang memadai, putra-putri terbaik bangsa mampu bersaing di kancah global,” ujarnya.
Pemerintah, lanjut Pratikno, juga akan membuka peluang bagi perguruan tinggi dan lembaga riset lain untuk berkolaborasi dengan BRIN. Hal ini sejalan dengan visi besar Presiden untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat riset dan teknologi di kawasan Asia Tenggara. “Kami mengundang semua pihak untuk bersama-sama membangun ekosistem riset yang kuat. Ini bukan hanya tugas BRIN, tetapi tugas kita semua,” pungkasnya.
Dengan adanya pameran ini, diharapkan publik semakin percaya bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk mandiri dalam bidang teknologi. Mensesneg optimistis bahwa dalam beberapa tahun ke depan, produk-produk karya anak bangsa akan semakin banyak digunakan di dalam negeri dan bahkan diekspor ke mancanegara.
Comments (0)