PDIP Kerahkan Kapal Rumah Sakit Terapung Bantu Korban Gempa NTT
Jakarta — PDI Perjuangan (PDIP) memberangkatkan Kapal Laksamana Malahayati, kapal rumah sakit terapung milik partai, menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memperkuat penanganan warga terdampak gemp...
Jakarta — PDI Perjuangan (PDIP) memberangkatkan Kapal Laksamana Malahayati, kapal rumah sakit terapung milik partai, menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memperkuat penanganan warga terdampak gempa bumi. Pelepasan kapal berlangsung di Pulomerak, Cilegon, Banten, pada Kamis (20/8) malam dan disaksikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.
Kapal tersebut diarahkan menuju kawasan Flores dan sekitarnya, wilayah yang diguncang gempa beberapa hari sebelumnya. Di lokasi bencana, kapal rumah sakit terapung itu akan bergabung bersama tim Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) serta relawan kesehatan PDIP yang telah tiba lebih dahulu untuk mendampingi warga.
Kapal Diberangkatkan atas Arahan Ketua Umum
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa pengiriman kapal tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Keberangkatan kapal dijadwalkan pada Kamis malam (20/8) dari perairan Pulomerak menuju titik bencana di wilayah timur Indonesia.
"Sesuai dengan arahan Ibu Megawati Soekarnoputri, malam ini PDI Perjuangan mengirimkan Kapal Laksamana Malahayati untuk bergabung bersama tim Baguna dan relawan kesehatan yang telah berada di wilayah bencana di Flores dan sekitarnya," kata Hasto seusai pelepasan kapal.
Hasto menjelaskan, kehadiran kapal rumah sakit terapung itu akan melengkapi bantuan yang sebelumnya telah dikirimkan partai ke lokasi bencana. Dengan kapal tersebut, layanan kesehatan bagi warga terdampak diharapkan dapat menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat, termasuk kawasan pesisir dan kepulauan di sekitar Flores.
Bantuan Tanpa Membedakan Latar Belakang
Hasto menekankan bahwa seluruh bantuan yang dikirimkan PDIP diperuntukkan bagi semua warga yang terdampak gempa. Penyaluran bantuan dilakukan tanpa memandang pilihan politik, suku, agama, maupun status sosial warga yang membutuhkan pertolongan.
"Kapal Laksamana Malahayati ini akan melengkapi seluruh tim Baguna dan relawan kesehatan dan membantu rakyat tanpa membeda-bedakan pilihan politik, suku, agama, dan status sosial," ujar Hasto.
"Karena sebagai warga bangsa, nilai-nilai kemanusiaan itulah yang seharusnya membangun solidaritas kita untuk bergotong royong membantu siapa pun yang menderita akibat bencana," lanjutnya.
Menurut Hasto, semangat gotong royong merupakan fondasi utama dalam merespons bencana. Partai, lanjutnya, memosisikan diri sebagai bagian dari masyarakat yang turut bertanggung jawab meringankan beban para korban, bukan sekadar menyalurkan bantuan secara simbolis.
Kader Senior Turun ke Lokasi Bencana
Hasto menyebutkan sejumlah kader PDIP telah berada di lokasi bencana untuk membantu warga secara langsung. Mereka antara lain Tri Rismaharini, Ganjar Pranowo, Ribka Tjiptaning Proletariyati, Sri Rahayu, dan Andreas Hugo Pareira. Kehadiran para kader tersebut bertujuan mempercepat pendataan kebutuhan warga serta memastikan bantuan yang disalurkan tepat sasaran.
Para kader yang dikerahkan memiliki pengalaman panjang di bidang pemerintahan daerah dan pelayanan publik. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu berkoordinasi dengan aparat setempat serta lembaga penanggulangan bencana di tingkat provinsi dan kabupaten dalam mendistribusikan bantuan secara merata.
Perlengkapan Kesehatan hingga Keperluan Balita
Hasto menjelaskan, Kapal Laksamana Malahayati membawa sejumlah perlengkapan yang dibutuhkan warga terdampak, mulai dari obat-obatan hingga keperluan balita. Muatan tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengungsi setelah gempa bumi mengguncang kawasan tersebut.
Sebagai kapal rumah sakit terapung, kapal itu diharapkan menjadi sarana pelayanan medis bergerak bagi warga di wilayah pesisir dan kepulauan sekitar Flores. Dengan begitu, akses warga terhadap layanan kesehatan tetap dapat berjalan meskipun sejumlah fasilitas di darat ikut terdampak bencana.
PDIP berkomitmen melanjutkan pengiriman bantuan secara bertahap sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan. Evaluasi rutin dilakukan bersama tim Baguna dan relawan kesehatan untuk menentukan kebutuhan prioritas warga, termasuk pemulihan layanan dasar pascagempa di wilayah terdampak.
Comments (0)