Dua KRL Alami Insiden Tabrakan, Belasan Perjalanan Terlambat

JAKARTA — Dua insiden kecelakaan di jalur rel mengganggu layanan Commuter Line pada Kamis (20/8) pagi. Sebanyak 18 perjalanan kereta rel listrik (KRL) mengalami keterlambatan dan dua perjalanan lain...

Dua KRL Alami Insiden Tabrakan, Belasan Perjalanan Terlambat

JAKARTA — Dua insiden kecelakaan di jalur rel mengganggu layanan Commuter Line pada Kamis (20/8) pagi. Sebanyak 18 perjalanan kereta rel listrik (KRL) mengalami keterlambatan dan dua perjalanan lainnya dibatalkan setelah dua rangkaian menabrak seorang pejalan kaki serta sebuah sepeda motor di dua lintas berbeda.

Insiden pertama menimpa Commuter Line Bogor Nomor 1183 relasi Bogor–Jakarta Kota. Rangkaian tersebut menabrak seorang kakek berusia 80 tahun yang tengah menyeberang di jalur rel pada lintas antara Pasar Minggu dan Manggarai. Adapun insiden kedua melibatkan Commuter Line Tangerang Nomor 1914 relasi Duri–Tangerang yang menabrak sepeda motor milik seorang siswa SMA di perlintasan tidak resmi yang terletak di antara Stasiun Rawa Buaya dan Batu Ceper.

Kedua kejadian berlangsung pada pagi hari dan memaksa petugas menghentikan sementara sebagian perjalanan di dua lintas. Rangkaian yang terdampak kemudian dievakuasi dari jalur, sementara pemeriksaan kondisi lintasan dilakukan sebelum operasional kembali diizinkan berjalan. Petugas juga memeriksa kondisi sarana dan prasarana sebelum rangkaian dioperasikan kembali untuk melayani penumpang.

Belasan Perjalanan Terkena Dampak

Dampak terbesar tercatat pada lintas Bogor. Operator mencatat 10 perjalanan Commuter Line Bogor mengalami keterlambatan lebih dari satu jam, sementara 2 perjalanan lainnya terpaksa dibatalkan. Di lintas Tangerang, sebanyak 8 perjalanan Commuter Line mengalami keterlambatan hingga 48 menit.

Dengan demikian, total 20 layanan Commuter Line terdampak insiden pagi itu, terdiri atas 18 perjalanan yang tertunda dan 2 perjalanan yang dibatalkan. Penumpukan penumpang sempat terjadi di sejumlah stasiun pada jam sibuk pagi sebagai dampak penundaan keberangkatan. Petugas pengatur perjalanan kereta diterjunkan untuk mengatur antrean rangkaian dan mempercepat proses pemulihan jadwal.

Evakuasi Tuntas, Lintas Kembali Dilalui Dua Jalur

KAI Commuter menyatakan proses evakuasi rangkaian KA 1183 relasi Bogor–Jakarta Kota yang terdampak insiden telah rampung. Penanganan lebih lanjut terhadap rangkaian tersebut dilakukan di Stasiun Manggarai. Operator menegaskan bahwa perjalanan Commuter Line lintas Bogor–Jakarta Kota pergi-pulang (PP) kembali dapat dilalui melalui dua jalur.

Kendati kedua jalur telah dapat dilalui, petugas masih melakukan penguraian kepadatan di lintas agar jadwal perjalanan yang sempat menumpuk dapat kembali normal sepenuhnya. Proses ini berlangsung bertahap seiring berjalannya rangkaian yang sempat tertahan selama penanganan insiden.

Kondisi serupa terjadi pada lintas Duri–Tangerang. Sebelumnya, operator melaporkan adanya sepeda motor yang tertabrak kereta di antara Stasiun Rawa Buaya dan Batu Ceper yang menyebabkan gangguan pada perjalanan Commuter Line di lintas tersebut. Perjalanan KA 1914A relasi Duri–Tangerang kini telah kembali normal dan lintas dapat dilalui melalui dua jalur, dengan proses penguraian kepadatan yang masih berlangsung.

Operator Sampaikan Permintaan Maaf

Atas gangguan yang timbul pada pagi hari tersebut, KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna layanan Commuter Line. Operator juga mengucapkan terima kasih atas kesabaran dan kerja sama para penumpang selama proses penanganan insiden berlangsung.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Terima kasih atas kesabaran dan kerja sama Rekan Commuters selama proses penanganan berlangsung," demikian pernyataan tertulis yang disampaikan KAI Commuter.

Terpisah, Public Relations Manager KAI Commuter Leza Arlan membenarkan bahwa kedua perjalanan yang sempat terganggu pada pagi hari telah kembali normal. Ia menyatakan pemulihan dilakukan melalui proses penguraian kelambatan yang masih berjalan di kedua lintas.

"Selamat pagi, saat ini sudah kembali normal, masih proses penguraian kelambatan," kata Leza Arlan.

Dengan pulihnya operasional di kedua lintas, layanan Commuter Line relasi Bogor–Jakarta Kota dan Duri–Tangerang berangsur kembali normal setelah sempat terganggu sejak pagi hari. Seluruh rangkaian yang terdampak telah berhasil dievakuasi dan kedua jalur di masing-masing lintas telah dapat dilalui kembali. Penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan menuju Jakarta Kota maupun Tangerang kembali dapat menggunakan layanan kereta seperti biasa.

Kedua peristiwa itu kembali menyoroti tingginya risiko di perlintasan tidak resmi yang kerap digunakan warga untuk melintasi jalur kereta. Aktivitas menyeberang pejalan kaki maupun melintasnya kendaraan bermotor di titik-titik tanpa palang pintu menjadi perhatian utama dalam penanganan keselamatan perkeretaapian.

KAI Commuter memastikan layanan Commuter Line pada kedua lintas telah beroperasi normal kembali. Proses penguraian kelambatan terus dilakukan petugas hingga seluruh jadwal perjalanan pulih sepenuhnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User