Mengenal Sosok Astrid Widayani, Wakil Wali Kota Solo

SURAKARTA — Nama Astrid Widayani semakin kerap menghiasi pemberitaan nasional setelah resmi dilantik sebagai Wakil Wali Kota Solo pada 22 Agustus 2024. Pelantikan oleh Gubernur Jawa Tengah itu menan...

Jul 12, 2026 - 03:43
0 1
Mengenal Sosok Astrid Widayani, Wakil Wali Kota Solo

SURAKARTA — Nama Astrid Widayani semakin kerap menghiasi pemberitaan nasional setelah resmi dilantik sebagai Wakil Wali Kota Solo pada 22 Agustus 2024. Pelantikan oleh Gubernur Jawa Tengah itu menandai babak baru perjalanan politik perempuan kelahiran 18 Desember 1991 tersebut, yang sebelumnya lebih dikenal sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Solo dan pengusaha properti.

Penunjukannya mengisi kekosongan jabatan wakil wali kota yang ditinggalkan Teguh Prakosa, yang naik menjadi Wali Kota Solo setelah Gibran Rakabuming Raka dilantik sebagai Wakil Presiden. Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri yang menetapkan Astrid sebagai Wakil Wali Kota definitif, setelah melalui serangkaian proses verifikasi dan konsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solo.

Latar Belakang Pendidikan dan Karier Bisnis

Astrid Widayani menyelesaikan pendidikan tinggi di dua universitas terkemuka. Jenjang sarjana ditempuh di Universitas Diponegoro, Semarang, pada program studi Manajemen. Selanjutnya, ia meraih gelar Magister Manajemen dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Bekal akademik inilah yang menjadi fondasi bagi kiprahnya di dunia usaha sebelum sepenuhnya terjun ke politik.

Sebagai pengusaha, Astrid membangun reputasi di sektor properti komersial dan residensial di wilayah Solo Raya. Ia tercatat sebagai pendiri dan pemimpin di sebuah perusahaan pengembang yang telah menyelesaikan sejumlah proyek hunian dan ruko. Keberhasilannya di dunia bisnis kerap dikaitkan dengan kemampuannya membaca peluang pasar dan membangun jaringan, baik di kalangan pengusaha lokal maupun nasional. Dalam berbagai kesempatan, ia menyatakan bahwa prinsip tata kelola profesional dari dunia korporasi akan ia bawa ke pemerintahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Perjalanan Politik dan Penunjukan sebagai Wakil Wali Kota

Keterlibatan Astrid di PSI dimulai dari keprihatinannya terhadap regenerasi kepemimpinan dan korupsi di Indonesia. Ia bergabung dengan partai tersebut dan dengan cepat dipercaya sebagai Ketua DPD PSI Kota Solo, posisi yang diembannya sejak tahun 2023. Di bawah kepemimpinannya, PSI Solo aktif menyuarakan isu-isu anak muda, pemberdayaan ekonomi kreatif, dan transparansi anggaran daerah. Jejak digitalnya menunjukkan kampanye-kampanye yang menargetkan segmen pemilih pemula, sejalan dengan posisi PSI sebagai partai yang mengincar suara generasi milenial dan Gen Z.

Kursi Wakil Wali Kota Solo menjadi kosong setelah Teguh Prakosa naik menjadi wali kota definitif. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, kekosongan jabatan wakil wali kota dapat diisi melalui pengangkatan oleh Menteri Dalam Negeri atas usulan wali kota setelah mendapat persetujuan DPRD. Proses ini mensyaratkan kandidat berasal dari partai politik pengusung pada Pilkada sebelumnya. PSI merupakan salah satu partai pengusung Gibran-Teguh pada Pilkada Solo 2020, sehingga Astrid, sebagai ketua DPD partai tersebut, menjadi kandidat kuat.

Rapat Paripurna DPRD Kota Solo pada 24 Juli 2024 menyetujui usulan nama Astrid Widayani. Fraksi-fraksi di DPRD menyatakan dukungannya, menilai pengalaman Astrid di dunia usaha dan kepemimpinannya di partai dapat menjadi nilai tambah dalam menjalankan roda pemerintahan. "Beliau memiliki kapasitas dan jejaring yang dibutuhkan untuk mendukung pembangunan Kota Solo," kata Ketua DPRD Kota Solo saat itu.

Visi dan Komitmen di Pemerintahan

Dalam pidato perdananya setelah pelantikan, Astrid Widayani menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh Wali Kota Teguh Prakosa dalam melanjutkan program-program prioritas. Ia menyebutkan fokus pada pengembangan ekonomi lokal, penataan kawasan cagar budaya, dan optimalisasi teknologi digital dalam birokrasi. "Saya melihat Solo punya potensi besar sebagai kota jasa dan wisata, tugas kami adalah memperkuat ekosistemnya agar berdampak langsung pada kesejahteraan warga," ujarnya.

Ia juga menyatakan akan tetap berpegang pada nilai-nilai antikorupsi dan transparansi yang menjadi fondasi partainya. Langkah awal yang dijanjikan adalah menginisiasi platform monitoring kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dapat diakses publik secara daring. Jika terwujud, Solo akan menjadi salah satu kota yang paling akuntabel di Indonesia dalam pengelolaan anggaran.

Penunjukan Astrid sekaligus menjadi sinyal bahwa PSI mampu menempatkan kader-kadernya di posisi strategis, tidak hanya di parlemen tetapi juga di eksekutif daerah. Usia Astrid yang relatif muda, 32 tahun saat dilantik, menambah daftar kepala dan wakil kepala daerah muda yang semakin banyak bermunculan di tanah air.

Saat ini, Astrid Widayani menjalani masa jabatan hingga akhir periode pemerintahan kepala daerah hasil Pilkada 2020, yaitu hingga tahun 2025. Publik menanti sejauh mana ia dapat merealisasikan gagasan-gagasan yang telah disampaikannya selama ini, serta bagaimana sinerginya dengan Teguh Prakosa dalam membawa Solo menuju status kota yang lebih maju, humanis, dan berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User