Gelar Pameran "Negeri Bola", ANTARA Rayakan Spirit Sepak Bola Indonesia
Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA resmi menggelar pameran fotografi jurnalistik bertajuk "Negeri Bola" di Jakarta, menampilkan dokumentasi visual yang merekam denyut nadi sepak bola Indones...
Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA resmi menggelar pameran fotografi jurnalistik bertajuk "Negeri Bola" di Jakarta, menampilkan dokumentasi visual yang merekam denyut nadi sepak bola Indonesia dalam berbagai dimensi. Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi ke-86 lembaga tersebut, yang jatuh pada 13 Desember tahun ini.
Pameran yang digelar di halaman Gedung ANTARA, Pasar Baru, Jakarta Pusat, ini menyajikan total 66 karya fotografi pilihan yang menangkap momen-momen krusial dan sisi humanis dari olahraga paling populer di Tanah Air. Ketua Dewan Pengawas LKBN ANTARA, Mayjen TNI (Purn.) Achmad Munir, secara langsung membuka pameran ini bersama Direktur Utama LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar dan jajaran direksi.
Karya-karya yang dipamerkan merupakan hasil liputan fotografer ANTARA sejak era 1970-an hingga era digital terkini. Setiap foto tidak sekadar merekam gol, selebrasi, atau aksi di lapangan, melainkan juga mengisahkan interaksi sosial dan antusiasme masyarakat yang membuat sepak bola telah menjadi fenomena kultural di Indonesia. Dokumentasi visual ini membuktikan bahwa sepak bola telah mengakar sebagai perekat sosial yang melampaui perbedaan suku, agama, dan status sosial.
Misi Arsip Nasional dan Diplomasi Budaya
Dalam sambutannya, Mayjen TNI (Purn.) Achmad Munir menegaskan bahwa pameran ini merupakan bentuk tanggung jawab kelembagaan ANTARA sebagai kantor berita nasional dalam merawat memori kolektif bangsa. Beliau menyatakan bahwa foto-foto yang dipamerkan tidak hanya bernilai estetika tinggi, tetapi juga menjadi aset sejarah visual yang tak ternilai harganya bagi regenerasi pemahaman sejarah olahraga nasional. "Pameran ini adalah upaya kami menghadirkan kembali aroma dan gelora sepak bola Indonesia dari masa ke masa. Ini bukan sekadar pameran foto biasa, ini adalah perjalanan emosional bangsa melalui medium fotografi," ujarnya.
Direktur Utama LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar, menambahkan bahwa pameran ini sekaligus menegaskan fungsi ANTARA sebagai lembaga yang tidak hanya memproduksi berita, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial-edukatif. Ia mengatakan, "Melalui pameran ini, kami ingin menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia memiliki cerita yang kaya dan patut dibanggakan. Ini adalah kontribusi nyata ANTARA untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui arsip visual."
Menyelami Dimensi "Negeri Bola"
Pameran berlangsung mulai 9 hingga 11 Desember 2023 dan terbuka gratis untuk seluruh lapisan masyarakat. Pengunjung diajak menyelami empat ruang pameran yang masing-masing mengangkat sub-tema spesifik terkait peran sepak bola dalam denyut nadi kehidupan masyarakat. Kurator pameran, Ismar Patrizki, menjelaskan bahwa proses kurasi melibatkan penyaringan mendalam terhadap ribuan foto yang tersimpan di Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA) yang legendaris. "Kami ingin menghindari klise lapangan hijau semata. Kami mencari momen di mana bola menjadi pusat dari sebuah cerita kemanusiaan," jelas Ismar.
Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah foto karya mantan fotografer senior ANTARA, Kartono Riyadi, yang mengabadikan sosok bocah kecil kurus dengan kostum robek sedang menimang bola di lapangan berdebu. Foto tersebut menjelma menjadi ikon tentang mimpi dan perjuangan anak-anak negeri di tengah keterbatasan infrastruktur. Sementara itu, di sudut lain, terpajang foto hasil jepretan pewarta foto terkini yang merekam kegilaan suporter militan di tribun stadion dengan artistik yang dramatis, seolah-olah memindahkan energi tribun ke dalam diamnya medium cetak. Perbedaan era namun memiliki kesamaan narasi: sepak bola adalah napas bagi rakyat Indonesia.
Ajang Refleksi Menuju Transformasi Sepak Bola Nasional
Pameran ini hadir di saat yang sangat tepat, beriringan dengan geliat transformasi tata kelola sepak bola nasional pasca disahkannya berbagai regulasi baru oleh PSSI dan pemerintah. Achmad Munir menekankan bahwa foto-foto ini bisa menjadi bahan renungan bersama bagi para pemangku kepentingan, bahwa sepak bola bukan sekadar industri atau prestasi, melainkan juga tentang tanggung jawab membahagiakan rakyat. "Dari foto-foto ini kita bisa belajar, bagaimana dulu sepak bola dicintai dengan ketulusan tanpa embel-embel bisnis yang berlebihan. Ini adalah cermin untuk kita semua," tegasnya.
Benny Siga Butarbutar menyampaikan harapannya agar kolaborasi antara media, federasi, dan suporter semakin erat. Menurutnya, ANTARA siap menjadi mitra strategis dalam mendokumentasikan setiap langkah kemajuan sepak bola Indonesia menuju pentas yang lebih bergengsi. Pameran fotografi ini juga diharapkan mampu membuka mata masyarakat bahwa sepak bola Indonesia memiliki warisan dokumentasi yang setara dengan negara-negara adidaya sepak bola lainnya. "ANTARA akan terus hadir merekam denyut nadi olahraga ini, karena kami percaya, dari lensa kamera, kita bisa melihat jiwa dan masa depan sepak bola Indonesia," pungkas Benny Siga Butarbutar menutup acara pembukaan yang berlangsung khidmat tersebut.
Comments (0)