Mendagri Tito Karnavian Pimpin Sidang Senat Wisuda IPDN
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memimpin langsung Sidang Senat Terbuka Wisuda di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) pada Kamis pagi (20/6/2024). Agenda tersebut m...
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memimpin langsung Sidang Senat Terbuka Wisuda di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) pada Kamis pagi (20/6/2024). Agenda tersebut menandai pelantikan dan pengukuhan lulusan dari empat jalur pendidikan unggulan yang dikelola IPDN, sekaligus menjadi momentum penting bagi pencetakan kader aparatur sipil negara yang siap terjun ke berbagai lini birokrasi Indonesia.
Bertempat di Gedung Serbaguna IPDN Kampus Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, acara dihadiri oleh jajaran pimpinan IPDN, perwakilan kementerian/lembaga, serta keluarga wisudawan. Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi para lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan dengan penuh kedisiplinan. Beliau menekankan bahwa gelar akademik dan profesi yang diperoleh hari ini harus menjadi pijakan untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin responsif dan profesional.
Ratusan Lulusan Empat Jalur Pendidikan Dilantik
Berdasarkan data panitia, sebanyak 1.240 wisudawan dikukuhkan dalam sidang tersebut, terdiri atas 210 lulusan Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, 95 lulusan Program Magister Terapan Studi Pemerintahan, 27 lulusan Program Doktor Ilmu Pemerintahan, dan 908 lulusan Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan. Mereka berasal dari berbagai daerah dan telah mengikuti rangkaian pendidikan serta pelatihan yang mengintegrasikan teori tata kelola pemerintahan dengan praktik lapangan.
Rektor IPDN, Prof. Dr. Drs. Hadi Prabowo, M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh lulusan telah dibekali dengan kurikulum berbasis kompetensi dan pembentukan karakter kepamongprajaan. “Mereka dilatih tidak hanya sebagai birokrat, tetapi sebagai pemimpin perubahan di daerahnya masing-masing,” ujarnya saat membacakan laporan pertanggungjawaban akademik. Kurikulum tersebut mencakup penguasaan teknologi digital pemerintahan, manajemen kebijakan publik, serta kemampuan analisis data untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti.
Mendagri Tekankan Adaptasi dan Inovasi di Era Disrupsi
Dalam pidato pengukuhan, Mendagri Tito Karnavian menyoroti tantangan yang dihadapi aparatur pemerintahan di tengah disrupsi teknologi dan perubahan sosial.
“Saya minta para wisudawan tidak berhenti belajar. Dunia berubah sangat cepat, dan Anda harus menjadi motor adaptasi di instansi masing-masing. Jadilah birokrat yang mampu membaca data, memanfaatkan teknologi, dan merespons kebutuhan masyarakat dengan cepat dan tepat,”tegas Mendagri di hadapan seluruh hadirin. Ia menambahkan bahwa IPDN sebagai lembaga pendidikan tinggi kedinasan memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM yang tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga mampu berinovasi.
Lebih lanjut, Tito menekankan pentingnya menjaga integritas dan netralitas.
“Anda dilantik sebagai pamong praja, pengayom masyarakat. Pegang teguh sumpah jabatan dan etika birokrasi. Jangan pernah nodai amanah ini dengan praktik korupsi atau politik praktis yang memecah belah,”imbuhnya. Seruan ini disambut tepuk tangan panjang dari para lulusan yang mengenakan seragam kebanggaan IPDN. Pada momen itu, perwakilan wisudawan membacakan ikrar untuk mengabdi tanpa pamrih dan siap ditempatkan di seluruh pelosok Nusantara.
IPDN Optimalkan Sistem Pembelajaran Hybrid dan Studi Lapangan
Sejak beberapa tahun terakhir, IPDN telah mengadopsi sistem pembelajaran hybrid yang menggabungkan perkuliahan tatap muka dengan praktik di 38 provinsi melalui program desa binaan. Sistem ini memungkinkan para praja untuk langsung berinteraksi dengan perangkat daerah, memahami dinamika penyelenggaraan pemerintahan lokal, serta merancang proyek perubahan yang bisa diimplementasikan setelah pengangkatan menjadi pegawai negeri. Menurut Wakil Rektor Bidang Akademik, program tersebut sudah menghasilkan lebih dari 300 proyek inovasi pelayanan publik yang diadopsi oleh pemda setempat hingga tahun 2024.
Selain itu, IPDN juga memperkuat kolaborasi internasional dengan sejumlah universitas dan lembaga pemerintahan negara sahabat, antara lain melalui pertukaran mahasiswa dan riset bersama. Langkah ini diharapkan mampu membuka cakrawala berpikir para lulusan terhadap praktik tata kelola pemerintahan global yang dapat diadaptasi secara kontekstual di Indonesia.
Penyerahan Anugerah dan Penempatan Perdana
Puncak acara ditandai dengan penyematan lencana dan penyerahan ijazah secara simbolis oleh Mendagri kepada tiga lulusan terbaik dari masing-masing program. Muhammad Fadhil dari Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan berhasil meraih predikat dengan IPK 3,92 dan langsung ditempatkan di Pemerintah Kota Makassar sebagai analis kebijakan ahli pertama. Sementara itu, Dr. Widya Astuti, lulusan terbaik Program Doktor, dijadwalkan mengisi pos strategis di Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendagri. Penempatan ini merupakan hasil koordinasi antara IPDN, Kemendagri, dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang telah memetakan kebutuhan formasi di seluruh Indonesia.
Mendagri menutup acara dengan pesan agar para lulusan segera melaporkan diri dan mempersiapkan mental untuk bekerja di daerah terpencil sekalipun.
“Tidak ada tempat yang terlalu kecil untuk pengabdian besar. Dari lulusan IPDN, kami berharap lahir kepala daerah, sekretaris daerah, hingga pemimpin nasional yang merakyat,”pungkas Tito. Sidang Senat Terbuka kemudian resmi ditutup dengan prosesi pengalungan selempang dan foto bersama di pelataran kampus, menandai awal perjalanan para pamong praja muda sebagai garda terdepan pelayanan publik Indonesia.
Comments (0)