Mendagri Resmikan Festival Fulan Fehan IV, Panggung Persahabatan Indonesia-Timor Leste

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian secara resmi membuka Festival Fulan Fehan IV yang digelar di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (

Jul 06, 2026 - 13:36
0 0
Mendagri Resmikan Festival Fulan Fehan IV, Panggung Persahabatan Indonesia-Timor Leste

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian secara resmi membuka Festival Fulan Fehan IV yang digelar di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (27/6/2026). Upacara pembukaan berlangsung khidmat dengan pemukulan alat musik tradisional tihar, instrumen khas masyarakat Belu yang menandai dimulainya perhelatan budaya dua tahunan tersebut. Kehadiran Mendagri di padang savana Fulan Fehan disambut antusias oleh ribuan warga, termasuk delegasi dari Timor-Leste yang turut memeriahkan acara.

Sang Mentri Terpukau Tarian Kolosal Persahabatan

Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian mengaku takjub menyaksikan pertunjukan tarian kolosal yang mengangkat tema persahabatan antara Indonesia dan Timor-Leste. Ratusan penari dari kedua negara bergerak serempak di atas hamparan sabana hijau seluas 3.000 hektare, menciptakan pemandangan spektakuler yang menjadi daya tarik utama festival. Tarian ini menggambarkan sejarah panjang hubungan masyarakat perbatasan yang melampaui garis politik.

"Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Festival Fulan Fehan yang keempat tahun 2026, saya nyatakan resmi dibuka," kata Tito dalam keterangan tertulisnya.

Festival sebagai Jembatan Diplomasi Budaya Lintas Negara

Festival Fulan Fehan bukan sekadar ajang hiburan, melainkan juga wahana strategis untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Timor-Leste di tingkat masyarakat. Tito menekankan bahwa festival ini mampu menjadi katalisator pembangunan ekonomi perbatasan melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Produk-produk lokal seperti tenun ikat Belu, anyaman, dan kuliner tradisional ikut dipamerkan dalam bazar yang menjadi bagian dari rangkaian acara. Pemerintah pusat, lanjut Tito, akan terus mendukung kegiatan semacam ini sebagai bagian dari strategi percepatan pembangunan kawasan perbatasan.

Festival yang telah memasuki edisi keempat ini diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Belu bersama komunitas adat setempat. Tema yang diusung tahun ini adalah "Merajut Persaudaraan, Memperkuat Kedaulatan", yang merefleksikan semangat kebangsaan sekaligus keterbukaan terhadap negara tetangga. Berbagai agenda seperti lomba memanah tradisional, pacuan kuda, pameran budaya, dan malam kesenian lintas etnis akan mewarnai festival selama tiga hari ke depan.

Harapan untuk Masa Depan

Di akhir sambutannya, Mendagri berharap Festival Fulan Fehan dapat terus berkembang dan menjadi ikon pariwisata NTT yang mendunia. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan sebagai prasyarat utama pembangunan. "Semoga hubungan persahabatan yang sudah terjalin semakin erat, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat di kedua sisi perbatasan," ujarnya.

Laporan Apaberita.com dari Belu, NTT, menyebutkan bahwa festival ini diperkirakan akan menarik lebih dari 10.000 pengunjung, menjadikannya salah satu event budaya terbesar di wilayah tapal batas. Pemerintah daerah berkomitmen menjadikan Fulan Fehan sebagai destinasi unggulan yang memadukan keindahan alam, kekayaan budaya, dan diplomasi kerakyatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Editor Ekonomi. Editor isu pasar, bisnis, dan moneter.

Comments (0)

User