Pramono-Rano Hadiri Puncak HUT DKI Ke-499, Diiringi Alunan Tanjidor
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno tiba di panggung utama perayaan puncak Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta P
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno tiba di panggung utama perayaan puncak Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, pada Sabtu malam. Kedatangan pasangan pemimpin ibu kota itu langsung disambut gemuruh tepuk tangan warga serta alunan musik tanjidor yang menjadi ciri khas Betawi. Berdasarkan laporan Apaberita.com di lokasi, Pramono dan Rano tiba tepat pada pukul 19.30 WIB dengan pengawalan ketat. Keduanya berjalan menuju panggung utama melewati barisan seniman tanjidor yang mengenakan pakaian adat lengkap, meniup terompet, memukul tambur, serta menggesek alat musik gesek dalam irama yang rancak dan penuh semangat.
Rombongan tamu kehormatan lain, termasuk sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat, tampak larut dalam kebahagiaan yang disuguhkan para pemain tanjidor. Iringan musik tradisional tersebut seolah menjadi penanda dimulainya malam puncak yang diisi dengan beragam pertunjukan seni dan budaya. Suasana Bundaran HI berubah menjadi lautan manusia yang penuh warna, di mana ribuan warga dari berbagai penjuru Jakarta memadati area terbuka itu sejak sore hari. Mereka rela duduk di trotoar dan emperan toko demi bisa menyaksikan kemeriahan puncak ulang tahun kota tercinta.
Meriahnya Sambutan Tanjidor di Tengah Modernitas Jakarta
Tanjidor, sebagai musik tradisional Betawi yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, kembali menunjukkan eksistensinya di tengah gemerlap gedung-gedung pencakar langit sekitar Bundaran HI. Pertunjukan malam itu melibatkan lebih dari 50 orang seniman yang tergabung dalam beberapa kelompok tanjidor dari berbagai wilayah di Jakarta. Mereka memainkan lagu-lagu khas Betawi seperti "Kicir-kicir" dan "Sirih Kuning", serta di tengah-tengahnya menyelipkan aransemen modern yang membuat suasana semakin hidup.
Pramono Anung dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada para seniman tanjidor yang telah menjaga dan melestarikan warisan budaya Betawi hingga saat ini. Ia menekankan bahwa perayaan HUT Jakarta bukan sekadar pesta, melainkan momen untuk mengingat kembali perjalanan panjang kota ini menuju usia setengah milenium. Di sisi lain, Wakil Gubernur Rano Karno yang tampak sesekali ikut bergoyang mengikuti irama tanjidor, mengaku sangat terharu dengan antusiasme warga. "Ini bukti bahwa Jakarta tidak kehilangan roh budayanya," ujarnya kepada Apaberita.com di sela-sela acara.
Partisipasi Warga yang Luar Biasa
Laporan Apaberita.com juga mencatat antusiasme warga yang tidak hanya datang dari pusat kota, melainkan dari berbagai wilayah penyangga seperti Jakarta Timur, Jakarta Utara, hingga Kepulauan Seribu. Salah seorang warga asal Jakarta Timur yang kami temui mengaku rela "ngemper" atau duduk di pinggir jalan sejak pukul empat sore hanya untuk mendapatkan tempat strategis menonton panggung hiburan. "Setiap tahun saya selalu datang, tapi tahun ini lebih spesial karena Gubernur dan Wagub baru ikut hadir," tuturnya. Semangat warga seperti ini menjadi pemandangan yang mengharukan di tengah perayaan yang digelar secara terbuka dan gratis untuk umum.
Puncak acara HUT DKI ke-499 ini akan ditutup dengan pertunjukan kembang api raksasa yang dijadwalkan pada pukul 22.00 WIB, diiringi medley lagu daerah yang dimainkan oleh orkestra gabungan tanjidor dan alat musik modern. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap momentum ini dapat memperkuat kohesi sosial warga sekaligus mempromosikan wajah Jakarta sebagai kota global yang tetap setia pada akar budayanya.
Comments (0)