Mendagri Hadiri Puncak Peringatan 46 Tahun Dewan Kerajinan Nasional
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menghadiri sekaligus menutup secara resmi rangkaian kegiatan peringatan 46 tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang berlangsung di Jakarta...
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menghadiri sekaligus menutup secara resmi rangkaian kegiatan peringatan 46 tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (5/4/2025). Acara puncak ini menjadi penanda empat setengah dekade lebih kiprah Dekranas dalam memajukan warisan budaya dan ekonomi kerajinan tanah air.
Apresiasi Mendagri untuk Empat Dekade Lebih Kiprah Dekranas
Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh jajaran pengurus Dekranas, baik di tingkat pusat maupun daerah, atas dedikasi yang tak kenal lelah dalam membina para perajin di seluruh pelosok nusantara. Ia menegaskan bahwa keberadaan Dekranas selama 46 tahun telah menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga keberagaman budaya Indonesia melalui produk-produk kerajinan berkualitas.
"Kami dari Kementerian Dalam Negeri merasa bangga dapat bermitra dengan Dekranas. Selama lebih dari empat dekade, organisasi ini telah menunjukkan peran strategisnya dalam mengangkat harkat dan martabat para perajin, sekaligus melestarikan kekayaan budaya bangsa,"ujar Mendagri di hadapan para peserta yang hadir.
Mendagri menambahkan, produk kerajinan Indonesia bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan juga cerminan identitas dan jati diri bangsa yang harus terus dilindungi dan dikembangkan. Ia pun mendorong agar Dekranas terus berinovasi untuk menjawab tantangan zaman, terutama dalam menghadapi persaingan pasar global yang semakin ketat.
Mendorong Daya Saing dan Digitalisasi Produk Kerajinan
Pada sesi berikutnya, Mendagri secara khusus menyoroti pentingnya peningkatan daya saing produk kerajinan nasional melalui pemanfaatan teknologi digital. Menurut data yang dirujuknya, kontribusi sektor kerajinan terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional terus menunjukkan tren positif, namun masih menghadapi kendala dalam hal akses pasar dan standarisasi mutu.
"Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mutlak. Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memperkuat literasi digital para perajin, memperluas pemasaran melalui platform e-commerce, dan mengintegrasikan desain produk dengan selera pasar internasional tanpa meninggalkan akar budaya lokal,"tegasnya.
Mendagri juga mengingatkan bahwa pemerintah telah menyediakan berbagai skema pembiayaan dan pendampingan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dapat dimanfaatkan oleh perajin di bawah binaan Dekranas. Ia meminta para kepala daerah yang hadir untuk proaktif memfasilitasi akses tersebut di wilayah masing-masing.
Momentum Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan Pascapandemi
Mendagri menekankan bahwa peringatan 46 tahun Dekranas kali ini harus menjadi momentum untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional, khususnya di sektor usaha kerakyatan yang sempat terpukul akibat pandemi Covid-19. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, sektor kerajinan berkontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di pedesaan, sehingga kebangkitannya berdampak langsung pada pengurangan kemiskinan dan urbanisasi.
"Saya mengajak seluruh pengurus Dekranas untuk tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi segera menyusun program kerja yang terukur dan berdampak nyata. Bangkitkan kembali sentra-sentra kerajinan yang terpuruk. Manfaatkan dana desa dan alokasi APBD untuk pelatihan keterampilan, penyediaan bahan baku, hingga fasilitas pemasaran bersama,"seru Mendagri.
Ia juga menyebutkan bahwa Kemendagri akan memperkuat koordinasi dengan kementerian teknis terkait, seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, guna menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan industri kerajinan nasional.
Komitmen Kemendagri Perkuat Sinergi Pusat-Daerah
Sebagai kementerian yang membawahi urusan pemerintahan dalam negeri, Kemendagri berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi antara Dekranas pusat dengan pengurus di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Mendagri menyatakan bahwa pihaknya akan mendorong terbitnya regulasi dan alokasi anggaran daerah yang berpihak pada pengembangan industri kerajinan rakyat.
"Gubernur, bupati, dan wali kota harus menjadi motor penggerak. Saya instruksikan agar setiap pemerintah daerah memiliki peta jalan pembinaan perajin yang terintegrasi dengan program Dekranas setempat. Ini bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang menekankan pemberdayaan ekonomi lokal,"ujarnya.
Acara penutupan ini turut diisi dengan pameran produk unggulan dari berbagai daerah, mulai dari tenun, batik, ukiran kayu, anyaman, hingga kerajinan logam dan perak. Beberapa produk inovatif berbasis bahan daur ulang juga mendapatkan sambutan hangat dari para pengunjung. Selain itu, dilaksanakan pula penyerahan penghargaan kepada perajin berprestasi dan daerah dengan program pembinaan kerajinan terbaik.
Rangkaian peringatan 46 tahun Dekranas sendiri telah berlangsung selama tiga hari, diisi dengan seminar nasional, lokakarya, dan temu bisnis yang melibatkan perwakilan perajin dari seluruh Indonesia. Momentum ini, menurut Mendagri, harus menjadi titik awal untuk akselerasi kebangkitan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada kekuatan lokal.
Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Kemendagri, jajaran pengurus Dekranas pusat yang dipimpin oleh Ketua Umum, para kepala daerah, serta ratusan perajin binaan dan mitra usaha.
Baca juga:
Comments (0)