Video Perlihatkan Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Jakarta – Sejumlah rekaman video yang menampilkan bagian depan rumah mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, beredar di platform YouTube p...

Jul 13, 2026 - 14:09
0 0
Video Perlihatkan Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Jakarta – Sejumlah rekaman video yang menampilkan bagian depan rumah mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, beredar di platform YouTube pada Minggu (12/7/2026). Tiga klip pendek yang diunggah oleh kanal tidak dikenal itu memperlihatkan suasana kediaman Febrie di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, memicu diskusi publik mengenai gaya hidup mantan pejabat tinggi penegak hukum tersebut.

Berdasarkan pengamatan dari rekaman, rumah tersebut didominasi pagar tinggi berwarna putih dengan sistem pengamanan berlapis, termasuk kamera pengawas (CCTV) di sudut gerbang serta pintu masuk otomatis. Sebuah kendaraan Toyota Alphard hitam dengan pelat nomor B terparkir di halaman, sementara tidak terlihat aktivitas penghuni selama video merekam. Lokasi rumah disebut berada di salah satu area residensial tenang dengan pepohonan rindang dan jalan lingkungan yang terawat. Arsitektur bangunan bergaya tropis modern, dengan aksen batu alam dan jendela besar berlapis kaca film gelap.

Keberadaan video ini sontak menjadi perbincangan di media sosial. Warganet di Twitter dan Instagram memposting cuplikan tangkapan layar, menandai akun resmi Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Akun @pengawasanggaran misalnya menulis, “Rumah megah di tengah gaji jaksa? Menarik.” Cuitan itu telah direspons lebih dari 2.000 kali hingga Senin pagi.

Rekaman dari Tiga Sudut Berbeda

Video-video tersebut masing-masing berdurasi sekitar dua hingga tiga menit. Rekaman pertama memperlihatkan tampak depan rumah dari seberang jalan, menonjolkan pagar tinggi yang nyaris menutupi seluruh fasad. Rekaman kedua menyorot pos jaga di samping garasi, yang tampak kosong namun dilengkapi monitor pemantau CCTV. Video ketiga mengambil gambar lebih dekat ke gerbang utama, sehingga memungkinkan penonton melihat dengan jelas pelataran bawah yang digunakan sebagai ruang pertemuan kecil dan sebuah taman vertikal. Ketiga video tidak menyertakan narasi suara, hanya suara lingkungan sekitar. Kanal pengunggah tidak memiliki konten lain, mengindikasikan bahwa akun tersebut dibuat khusus untuk menyebarkan rekaman ini.

Seorang arsitek yang enggan disebutkan identitasnya, saat dimintai pendapat, memperkirakan biaya pembangunan rumah dengan spesifikasi serupa bisa mencapai Rp3 miliar hingga Rp5 miliar, di luar harga tanah di lokasi strategis tersebut. “Dilihat dari material dan desain, ini bukan rumah murah. Belum lagi biaya sistem keamanan pintarnya,” katanya.

Tanggapan Warga Sekitar

Salah seorang petugas keamanan lingkungan setempat yang enggan disebutkan identitasnya menyatakan bahwa penghuni rumah jarang terlihat. “Selama saya bertugas di sini, Bapak Febrie memang tidak sering terlihat. Biasanya hanya sopir atau asisten yang keluar masuk. Rumah ini sudah ditempati sekitar dua tahun terakhir,” ujar petugas tersebut saat ditemui tim pemberitaan, Minggu sore.

Warga lain yang bermukim di gang yang sama mengklaim bahwa rumah tersebut beberapa kali mengalami renovasi. “Dulu nggak setinggi itu pagarnya. Setelah pandemi, sekitar 2024-an ada tukang yang bolak-balik,” tutur seorang ibu yang sedang menyapu halaman. Ketua RT setempat saat dikonfirmasi memilih untuk tidak memberikan keterangan dan menyarankan agar media menghubungi langsung pihak terkait.

Sosok Febrie Adriansyah dan Karier di Korps Adhyaksa

Febrie Adriansyah menjabat sebagai Jampidsus Kejaksaan Agung sejak 15 November 2021 hingga akhirnya diganti oleh Reda Manthovani pada 20 Februari 2025, bersamaan dengan rotasi besar-besaran di tubuh Adhyaksa pimpinan Kepala Kejaksaan Agung Burhanuddin. Di bawah komandonya, Jampidsus menangani sejumlah perkara kakap seperti korupsi dana pensiun Asabri, penyelewengan di Jiwasraya, dan dugaan suap pada proyek satelit Kemenhan.

Meski torehan penindakan itu menuai apresiasi publik, nama Febrie sempat muncul dalam laporan masyarakat ke KPK pada awal 2025 terkait dugaan harta tidak wajar pasca-jabatan. Laporan tersebut mendorong KPK untuk melakukan telaah terhadap Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Febrie. Dalam data LHKPN terakhir yang dilaporkan pada Desember 2024, Febrie tercatat memiliki harta kekayaan bersih senilai Rp12,7 miliar, terdiri dari tanah dan bangunan di Jakarta Selatan, kendaraan bermotor, serta simpanan tunai.

KPK sendiri belum menetapkan status pengusutan lebih lanjut hingga saat ini. Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, menyatakan bahwa pihaknya masih mempelajari laporan yang masuk. “Kami terus mengumpulkan bahan keterangan. Jika ditemukan indikasi kuat, tentu akan naik ke tahap penyelidikan,” katanya melalui pesan tertulis.

Kejaksaan Agung Belum Berkomentar

Usai beredarnya video, upaya konfirmasi dilakukan kepada Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, namun belum mendapat respons. Sementara itu, Febrie Adriansyah yang kini beralih sebagai jaksa fungsional tidak dapat dihubungi. Nomor ponselnya tidak aktif saat dicoba pada Senin pagi.

Pengamat hukum dari Universitas Indonesia, Dr. Ilham Pratama, menilai bahwa sorotan terhadap properti pejabat bukanlah hal baru, tetapi perlu diimbangi dengan pemeriksaan yang transparan. “Viralnya video rumah ini adalah bentuk kontrol sosial. Namun, jangan sampai menjadi persekusi media tanpa proses hukum yang layak,” katanya.

Konten YouTube tersebut kini masih dapat diakses dan diperkirakan akan terus memicu diskusi di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap integritas aparat penegak hukum pasca-era reformasi birokrasi di Kejaksaan Agung.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User