Megawati dan Dubes Korsel-UEA Bahas Kerja Sama Strategis Indonesia

Jakarta, 13 Juli 2026 – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sekaligus mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri, menggelar dua pertemuan diplomatik penting secara terpisah di ke...

Jul 14, 2026 - 09:39
0 0
Megawati dan Dubes Korsel-UEA Bahas Kerja Sama Strategis Indonesia

Jakarta, 13 Juli 2026 – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sekaligus mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri, menggelar dua pertemuan diplomatik penting secara terpisah di kediaman pribadinya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (13/7). Dalam rentang waktu yang berbeda, Megawati menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, pada sesi pagi, dan kemudian Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, pada sesi siang. Kedua pertemuan tertutup yang masing-masing berlangsung lebih dari satu jam itu menegaskan posisi Megawati sebagai simpul strategis yang terus menjadi rujukan para diplomat asing dalam mempererat hubungan bilateral dengan Indonesia.

Kedatangan dua duta besar negara mitra utama ini dilakukan secara terpisah, namun membawa benang merah yang sama: ketertarikan mendalam terhadap arah kebijakan transformasi ekonomi Indonesia di bawah pemerintahan baru, serta keinginan untuk menempatkan investasi jangka panjang sebagai pilar kemitraan. Tidak ada pernyataan pers yang digelar seusai pertemuan, namun sejumlah sumber yang mengetahui detail diskusi menyebutkan bahwa topik energi bersih, hilirisasi industri, dan stabilitas kawasan mendominasi pembicaraan.

Korsel Tawarkan Percepatan Ekosistem Kendaraan Listrik

Dalam pertemuan dengan Dubes Yoon Soon-gu, Megawati menyambut antusias rencana Korea Selatan untuk meningkatkan investasinya di sektor kendaraan listrik dan energi terbarukan di Indonesia. Yoon menyampaikan bahwa sejumlah konglomerasi Korea Selatan telah menyiapkan rancangan investasi lanjutan yang mencakup pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik fase kedua di kawasan industri terpadu di Jawa Tengah. Megawati menekankan pentingnya transfer teknologi dan pelibatan sumber daya manusia lokal dalam setiap proyek strategis tersebut.

"Kemitraan dengan Korea Selatan telah terbukti membawa manfaat nyata bagi pengembangan industri strategis nasional. Kami mendorong agar kerja sama ini terus diperdalam dengan prinsip saling menguntungkan dan berorientasi pada penciptaan lapangan kerja berkualitas," ujar Megawati kepada Dubes Yoon, sebagaimana dikonfirmasi oleh seorang ajudan yang hadir dalam pertemuan itu.

Selain isu ekonomi, kedua pihak juga membahas dinamika geopolitik di Semenanjung Korea dan implikasinya terhadap stabilitas kawasan Asia-Pasifik. Megawati menyatakan harapannya agar seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan dialog. Yoon mengapresiasi pandangan Megawati yang dinilainya sejalan dengan kebijakan luar negeri bebas aktif Indonesia yang selama ini konsisten mendorong perdamaian.

UEA Fokus pada Investasi Energi Hijau dan Ibu Kota Baru

Pada sesi siang, giliran Dubes Abdulla Salem Al Dhaheri yang melakukan pembicaraan mendalam dengan Megawati. Uni Emirat Arab, melalui perusahaan energi nasionalnya, telah menyatakan minat untuk berinvestasi besar-besaran di sektor energi surya dan angin di Indonesia. Dalam pertemuan itu, Al Dhaheri menyampaikan bahwa UEA siap menjadi mitra utama dalam pembangunan infrastruktur energi bersih yang terintegrasi, termasuk penyediaan pendanaan lunak melalui sejumlah skema kerja sama pembangunan.

Megawati menyambut baik tawaran tersebut dan secara spesifik menyoroti perlunya percepatan proyek-proyek energi terbarukan di luar Pulau Jawa. Ia menegaskan bahwa pemerataan akses energi bersih merupakan bagian dari komitmen nasional untuk mencapai target emisi nol bersih pada tahun 2060. Dalam kesempatan itu, Megawati juga menanyakan perkembangan rencana investasi UEA dalam proyek infrastruktur pendukung Ibu Kota Nusantara (IKN), yang telah disepakati dalam beberapa nota kesepahaman sebelumnya.

"Kami menaruh harapan besar pada realisasi investasi yang telah dicanangkan. Konsistensi dan kecepatan implementasi akan menjadi kunci bagi keberhasilan kerja sama ini," kata Megawati kepada Al Dhaheri. Dubes UEA merespons dengan memastikan bahwa komitmen pemerintah dan pelaku usaha negaranya tetap kuat dan akan diikuti dengan langkah-langkah konkret dalam waktu dekat.

Diplomasi Senyap Megawati dan Arti Pentingnya

Rangkaian pertemuan diplomatik yang digelar Megawati di kediaman Teuku Umar itu bukanlah yang pertama kali terjadi. Sejak tidak lagi menjabat sebagai presiden, Megawati secara konsisten menerima kunjungan para duta besar negara sahabat, baik secara bilateral maupun dalam forum informal. Para pengamat menilai hal ini sebagai bentuk diplomasi senyap yang efektif, mengingat posisi Megawati sebagai Ketua Umum partai pengusung utama pemerintahan sekaligus tokoh nasional yang dihormati di berbagai kalangan internasional.

Pertemuan dengan Yoon dan Al Dhaheri ini terjadi di tengah meningkatnya persaingan global untuk mengamankan akses terhadap sumber daya energi dan pasar negara berkembang. Indonesia, dengan potensi energi terbarukan yang melimpah, populasi besar, dan lokasi geografis strategis, menjadi magnet investasi yang tidak bisa diabaikan. Kehadiran langsung para duta besar di kediaman Megawati mencerminkan pengakuan akan peran sentral yang masih dimainkan oleh mantan presiden tersebut dalam perumusan arah kebijakan nasional.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kementerian Luar Negeri RI terkait substansi pertemuan tersebut. Namun, isyarat yang mengemuka dalam dua pertemuan itu memperkuat indikasi bahwa dalam beberapa pekan mendatang akan ada pengumuman sejumlah komitmen investasi baru dari Korea Selatan dan Uni Emirat Arab yang nilainya ditaksir mencapai miliaran dolar AS. Megawati sendiri dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja ke beberapa provinsi dalam waktu dekat untuk memantau langsung kesiapan daerah dalam menyambut gelombang investasi itu.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User