Luhut soal MBG: Kenapa Harus Sekaligus, Kan Bisa Dibikin Bertahap

Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pandangan kritis terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah. Ia menekankan

Jul 08, 2026 - 00:38
0 0
Luhut soal MBG: Kenapa Harus Sekaligus, Kan Bisa Dibikin Bertahap

Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pandangan kritis terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah. Ia menekankan bahwa program nasional tersebut tidak perlu dijalankan secara serentak di seluruh daerah, melainkan dapat diimplementasikan secara bertahap agar lebih efektif dan efisien. Pernyataan ini muncul setelah DEN melakukan evaluasi menyeluruh bersama jajaran Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut laporan yang dihimpun media kami, Luhut telah mengundang dua Wakil Kepala BGN, yaitu Agustina Arumsari dan Trenggono, ke kantor DEN di Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut bertujuan untuk memaparkan hasil survei terbaru yang dilakukan Dewan Ekonomi Nasional, sekaligus menyampaikan sejumlah rekomendasi perbaikan. “Kalau MBG, MBG itu kita evaluasi. Kemarin Wakil Kepala MBG dengan timnya datang ke Dewan Ekonomi, dan kita memaparkan hasil survei dan usulan-usulan kita, dan saya pikir akan lebih baik,” ujar Luhut saat ditemui di kantornya, Rabu (24/6).

Dorong Implementasi Bertahap Demi Efisiensi

Luhut menyoroti bahwa pendekatan bertahap akan memungkinkan pemerintah memetakan kesiapan infrastruktur dan rantai pasok di setiap daerah sebelum program diperluas. Mengacu pada hasil evaluasi internal DEN, ia menegaskan bahwa pelaksanaan serentak justru berisiko memuncaklan pemborosan anggaran dan menurunkan kualitas gizi yang diterima anak-anak. “Kenapa harus sekaligus, kan bisa dibikin bertahap. Kita harus melihat daerah yang sudah siap dulu, jangan dipaksakan semua serentak nanti malah tidak maksimal,” tegas Luhut, seperti dikutip Apaberita.com.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah daerah masih memiliki kendala dalam distribusi logistik dan pengawasan kualitas makanan. Oleh karena itu, program MBG sebaiknya dimulai dari wilayah yang secara administratif dan operasional lebih siap, lalu secara progresif diperluas ke daerah lain seiring dengan peningkatan kapasitas. Dengan cara ini, setiap tahapan dapat dievaluasi secara berkala agar kekurangan di fase sebelumnya tidak terulang di fase perluasan berikutnya.

Pihak BGN, melalui Agustina Arumsari dan Trenggono, menyambut positif usulan tersebut. Mereka sepakat bahwa evaluasi berkala merupakan kunci untuk terus menyempurnakan program yang menyasar anak-anak sekolah di seluruh Indonesia ini. “Kami akan terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait, termasuk Dewan Ekonomi Nasional, untuk memastikan program ini berjalan sesuai dengan tujuannya,” kata seorang pejabat BGN dalam laporan yang diterima Apaberita.com.

Program MBG yang digagas sebagai bagian dari strategi peningkatan gizi dan penurunan angka stunting memang menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal pemerataan distribusi dan pengawasan di lapangan. Luhut optimistis, jika masukan tentang pendekatan bertahap diadopsi oleh BGN, program ini akan memberikan dampak yang lebih terukur dan berkelanjutan bagi generasi muda Indonesia. “Dengan bertahap, kita bisa terus membenahi, sehingga hasilnya akan lebih baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan,” pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Editor politik dan dinamika kekuasaan.

Comments (0)

User