Saat Prabowo Heran Ekonomi Tumbuh tapi Orang Miskin Bertambah

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keheranannya terhadap kondisi perekonomian nasional yang dinilai tidak sejalan dengan realitas kehidupan masyarakat. Dalam sebuah acara resmi baru-baru ini, Pr

Jul 08, 2026 - 00:38
0 0
Saat Prabowo Heran Ekonomi Tumbuh tapi Orang Miskin Bertambah

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keheranannya terhadap kondisi perekonomian nasional yang dinilai tidak sejalan dengan realitas kehidupan masyarakat. Dalam sebuah acara resmi baru-baru ini, Prabowo menyoroti adanya disparitas antara data pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan tingkat kemiskinan yang justru terus meningkat. Menurut laporan yang diterima Apaberita.com, ekonomi Indonesia dilaporkan telah tumbuh stabil dengan rata-rata 5 persen selama tujuh tahun terakhir. Namun, angka kemiskinan di Tanah Air tak kunjung menurun dan malah menunjukkan tren kenaikan.

Prabowo menegaskan bahwa secara logika matematis, jika perekonomian tumbuh konsisten 5 persen per tahun selama tujuh tahun, maka seharusnya kekayaan bangsa Indonesia bertambah sekitar 35 persen. Anehnya, data yang diterimanya setelah resmi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia justru menampilkan gambaran yang berbeda dan memprihatinkan. Kondisi ini tentu saja menimbulkan banyak tanda tanya besar mengenai distribusi kekayaan dan kebijakan pembangunan selama ini.

"Logikanya selama tujuh tahun Indonesia tambah kaya 35%, tapi kenyataannya, data ini muncul dua bulan setelah jadi presiden. Kenyataannya setelah tujuh tahun tumbuh 5%, masa penduduk miskin tambah?" ujar Prabowo Subianto.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Prabowo Subianto saat menghadiri acara Penutupan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU). Dalam kesempatan itu, Presiden ke-8 Indonesia itu terlihat prihatin dan menuntut adanya evaluasi mendalam terhadap sistem ekonomi yang telah berjalan. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi harusnya mampu menurunkan angka kemiskinan, bukan sebaliknya.

Panggilan untuk Evaluasi Kebijakan Ekonomi

Prabowo Subianto mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi tidak bisa dinilai dari angka pertumbuhan semata. Keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat harus menjadi tolok ukur utama keberhasilan sebuah pemerintahan. Oleh karena itu, ia menyerukan agar seluruh stakeholder termasuk pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha segera melakukan koreksi terhadap kebijakan yang selama ini berjalan. Menurut media kami, pemerintahan saat ini berkomitmen untuk tidak hanya mengejar target pertumbuhan ekonomi secara kuantitatif, tetapi juga memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menegaskan akan menggenjot program-program strategis yang berpihak kepada rakyat kecil. Ia berjanji akan mengawasi ketat jalannya roda perekonomian nasional agar tidak ada lagi kesenjangan yang membuat kaum miskin semakin tertinggal. Apaberita.com melaporkan, momentum ini diharapkan menjadi titik balik bagi Indonesia untuk membangun fondasi ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan peristiwa penting.

Comments (0)

User