Lautan Pelayat Sambut Kedatangan Jenazah Ali Khamenei di Kota Suci Qom

Apaberita.com, Qom – Suasana duka mendalam menyelimuti kota suci Qom pada Rabu dini hari waktu setempat, saat jenazah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tiba di kota yang menjadi pu

Jul 08, 2026 - 04:19
0 0
Lautan Pelayat Sambut Kedatangan Jenazah Ali Khamenei di Kota Suci Qom

Apaberita.com, Qom – Suasana duka mendalam menyelimuti kota suci Qom pada Rabu dini hari waktu setempat, saat jenazah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tiba di kota yang menjadi pusat spiritual kaum Syiah tersebut. Ribuan, bahkan puluhan ribu pelayat yang sebagian besar berpakaian hitam, memadati sepanjang rute iring-iringan kendaraan pembawa jenazah, menciptakan pemandangan lautan manusia yang larut dalam isak tangis dan ratapan.

Menurut pantauan Apaberita.com di lapangan, jenazah almarhum yang disemayamkan dalam peti bertutup kain beludru hitam bertuliskan ayat-ayat suci Al-Quran, diangkut menggunakan kendaraan taktis yang dikawal ketat oleh Garda Revolusi Iran. Rombongan bergerak lambat dari Bandara Internasional Imam Khomeini menuju Kompleks Makam Suci Fatimah al-Masumah, di mana ribuan pelayat telah menanti sejak semalaman. Banyak di antara mereka yang nekat menembus barikade keamanan demi bisa menyentuh atau sekadar mendekat ke kendaraan yang membawa pemimpin yang telah berkuasa selama lebih dari tiga dekade itu.

“Kami tak pernah menyangka harus merelakan beliau secepat ini. Bagi rakyat Iran, Ayatollah Khamenei bukan hanya pemimpin politik, tapi juga ayah spiritual yang menjaga keutuhan negara di tengah segala tekanan dunia,” ujar Hossein Rezaei, seorang relawan dari Teheran yang telah menempuh perjalanan sejauh 140 kilometer ke Qom, kepada tim Apaberita.com.

Kota Qom sendiri dipilih sebagai salah satu lokasi persinggahan prosesi sebelum jenazah dibawa ke ibu kota Teheran untuk upacara kenegaraan dan pemakaman. Pemilihan Qom sarat makna simbolis; selain menjadi pusat pendidikan agama tertinggi (hawzah) dan tempat dimakamkannya sejumlah tokoh suci Syiah, kota ini juga menjadi lokasi penting dalam sejarah revolusi Islam Iran. Ayatollah Khamenei sendiri semasa muda pernah menempuh pendidikan teologi di kota ini, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari perjalanan spiritual mendiang.

Aparat keamanan terpaksa memperkuat pengamanan di sejumlah titik setelah jumlah pelayat melonjak melebihi perkiraan. Tim medis dan ambulans siaga di berbagai sudut untuk menangani sejumlah warga yang pingsan akibat berdesak-desakan. Otoritas setempat juga mengimbau agar para pelayat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas demi kelancaran prosesi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Apaberita.com, usai prosesi di Qom, jenazah akan diterbangkan ke Teheran untuk disalatkan di Masjid Agung kota itu, sebelum rencana pemakaman di Mausoleum Imam Khomeini—tempat yang juga menjadi lokasi peristirahatan terakhir pendiri Republik Islam Iran. Prosesi di Qom ini menandai gelombang pertama penghormatan rakyat Iran kepada sosok yang memimpin negara itu sejak 1989 dan menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam geopolitik Timur Tengah.

Suasana emosional yang terpancar dari wajah-wajah pelayat menegaskan posisi Khamenei bukan sekadar pemimpin tertinggi dalam hierarki politik Iran, melainkan juga simpul identitas spiritual dan perlawanan bagi banyak kalangan. Sorak “Ya Hossein, Ya Khamenei” sesekali menggema di tengah lautan manusia, mengiringi detik-detik terakhir keberadaan jenazah di kota suci itu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Editor politik dan dinamika kekuasaan.

Comments (0)

User