Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Pulogadung, Tiga Warga Tewas
Jakarta — Musibah kebakaran melanda permukiman padat penduduk di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, pada Selasa dini hari (13/7/2026) dan mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Berdasarkan hasil ...
Jakarta — Musibah kebakaran melanda permukiman padat penduduk di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, pada Selasa dini hari (13/7/2026) dan mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, api berasal dari korsleting listrik pada salah satu rumah semi permanen yang kemudian merambat dengan cepat ke bangunan di sekitarnya.
Kronologi Kejadian
Kebakaran pertama kali diketahui oleh warga sekitar pukul 02.15 WIB di sebuah gang sempit di Jalan Pulogadung. Seorang saksi, Slamet Riyadi (45), mengaku melihat percikan api dari atap rumah milik Haji Muin, yang saat itu sedang tidak berpenghuni karena pemilik tengah berada di luar kota. “Api muncul tiba-tiba, lalu menyambar kabel-kabel listrik yang melintang. Dalam hitungan menit, rumah di sampingnya juga ikut terbakar,” ujar Slamet saat ditemui di lokasi kejadian.
Warga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, tetapi hembusan angin dan banyaknya material mudah terbakar membuat kobaran api semakin membesar. Petugas pemadam kebakaran dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur menerima laporan pada pukul 02.30 WIB dan langsung mengerahkan 18 unit mobil pemadam ke lokasi.
Proses pemadaman berlangsung dramatis karena akses jalan yang sempit dan padatnya permukiman. “Api berhasil dilokalisir pukul 03.45 WIB dan pendinginan selesai sekitar pukul 05.00 WIB,” kata Kepala Seksi Operasi Gulkarmat Jakarta Timur, Mulyono. Sebanyak 5 bangunan, yang terdiri dari 3 rumah permanen dan 2 rumah semi permanen, ludes terbakar.
Saat petugas melakukan penyisiran, ditemukan tiga jenazah di dalam salah satu rumah permanen yang terletak di bagian paling belakang. Ketiga korban adalah satu keluarga: Suwarno (60), istrinya Supartini (55), dan anak mereka yang sudah dewasa, Budi Hartono (30). Diduga, korban tidak sempat menyelamatkan diri karena tertidur lelap saat api sudah membesar. Salah satu korban selamat, Nurhasanah (40), yang rumahnya tepat di depan titik api, menceritakan detik-detik menegangkan saat kebakaran terjadi. “Saya langsung lari keluar bersama anak-anak begitu mendengar teriakan warga. Barang-barang tidak ada yang sempat diselamatkan,” ungkapnya sambil menangis.
Penyebab dan Kerugian Material
Hasil penyelidikan tim Inafis Polres Jakarta Timur dan Laboratorium Forensik menunjukkan bahwa titik awal api berasal dari korsleting jaringan listrik di rumah kosong milik Haji Muin. “Kabel listrik yang sudah tua dan tidak standar memicu percikan yang membakar atap rumah yang terbuat dari kayu dan triplek,” jelas Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, AKBP Deny Setiawan, dalam jumpa pers di lokasi kejadian. Tidak ditemukan unsur kesengajaan dalam peristiwa ini.
Selain menewaskan tiga orang, kebakaran juga mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp850 juta. Lima kepala keluarga kehilangan tempat tinggal, dan seorang warga mengalami luka bakar ringan saat berusaha menyelamatkan harta bendanya. Pemerintah Kota Jakarta Timur melalui Dinas Sosial telah mendirikan tenda darurat dan dapur umum untuk para korban selamat.
Respons dan Imbauan Pemerintah
Camat Pulogadung, Andi Suryanto, menyampaikan belasungkawa mendalam dan memastikan seluruh kebutuhan pengungsi terpenuhi. “Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan untuk relokasi sementara, serta memberikan santunan bagi keluarga korban meninggal,” ujarnya. Pihak PLN juga menerjunkan tim untuk memeriksa instalasi listrik di kawasan tersebut dan mengamankan aliran listrik selama proses pendinginan.
Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya standar instalasi listrik yang aman di permukiman padat penduduk. Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengimbau warga untuk rutin memeriksa kondisi kabel listrik di rumah masing-masing. “Korsleting akibat kabel usang atau sambungan yang tidak sesuai standar masih menjadi penyebab utama kebakaran di Jakarta. Warga diharapkan tidak menggunakan colokan bertumpuk dan segera mengganti instalasi yang sudah berusia di atas 10 tahun,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Doddy B. Pangaribuan, menyatakan akan melakukan audit menyeluruh di kawasan Pulogadung. “Kami akan mengidentifikasi instalasi ilegal dan memberikan rekomendasi perbaikan kepada warga secara gratis,” katanya. Peristiwa ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap rumah, khususnya di daerah dengan kepadatan tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, ketiga jenazah telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk autopsi, sementara lokasi kejadian masih dipasangi garis polisi dan dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib.
Baca juga:
Comments (0)