Korban Luka Ambruknya Tribun VIP Kejurnas Drift Banyumas Capai 90
Jumlah korban luka akibat ambruknya tribun VIP dalam ajang Speed Fest #2, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri ke-3 Tahun 2026 di GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, bertambah menjadi 90 o...
Jumlah korban luka akibat ambruknya tribun VIP dalam ajang Speed Fest #2, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri ke-3 Tahun 2026 di GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, bertambah menjadi 90 orang. Data terbaru yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas pada Minggu (26/7) menunjukkan terjadi peningkatan signifikan dari jumlah korban yang sebelumnya tercatat di bawah angka tersebut.
Insiden terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat sesi balapan sedang berlangsung. Tribun VIP yang berada di sisi utara arena tiba-tiba ambruk tanpa peringatan dini, menimpa puluhan penonton yang tengah menyaksikan jalannya lomba. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari lapangan, struktur tribun yang terbuat dari rangka baja dan alas kayu tersebut runtuh disertai suara gemuruh yang memicu kepanikan massal.
Data Korban dan Penanganan Medis
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Dr. Andhika Wicaksono, menegaskan bahwa seluruh korban luka telah mendapatkan penanganan medis di tujuh fasilitas kesehatan. “Sebanyak 90 korban luka telah teridentifikasi. Empat orang di antaranya mengalami luka berat berupa patah tulang dan cedera kepala, sementara 86 lainnya menderita luka ringan hingga sedang seperti memar, lecet, dan trauma psikis,” ujarnya dalam keterangan resmi Minggu malam. Para korban langsung dilarikan ke RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, RS Hermina Purwokerto, dan sejumlah klinik terdekat begitu tim medis tiba di lokasi.
Pihak panitia telah mendirikan posko darurat di area GOR Satria untuk memfasilitasi pencarian keluarga korban. Ketua Panitia Speed Fest #2, Yudo Wibisono, menyatakan bahwa pihaknya menanggung seluruh biaya perawatan medis korban. “Ini musibah yang sangat kami sesalkan. Seluruh biaya rumah sakit ditanggung penuh, dan kami sedang mendata identitas korban untuk proses lebih lanjut,” katanya. Yudo juga mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Kronologi dan Dugaan Penyebab
Berdasarkan rekaman amatir yang beredar dan keterangan saksi mata, tribun VIP yang memiliki kapasitas normal 200 penonton itu terisi lebih dari 300 orang. Struktur penyangga yang terbuat dari besi hollow dan sambungan baut diduga tidak mampu menahan beban berlebih. Titik keruntuhan terjadi di bagian tengah tribun, yang kemudian memicu efek domino ke seluruh bagian.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banyumas, Ir. Supriyanto, menegaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan tim teknis untuk melakukan pemeriksaan struktur. “Kami sudah memulai investigasi lapangan. Material yang digunakan dan metode konstruksi akan diuji. Hasil sementara menunjukkan kemungkinan kegagalan struktur akibat beban dinamis yang melampaui batas desain,” jelasnya. Pemerintah kabupaten juga telah menetapkan status tanggap darurat terbatas di lokasi kejadian.
Respons Penyelenggara dan Pemerintah
Penjabat (Pj.) Bupati Banyumas, Dr. Ir. Achmad Husein, menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. “Kami akan mengusut tuntas penyebab ambruknya tribun ini. Evaluasi menyeluruh terhadap perizinan dan pengawasan acara akan segera dilakukan. Saya sudah memerintahkan Satpol PP dan tim dari PUPR untuk bergerak cepat,” ujarnya usai meninjau lokasi. Pj. Bupati juga menegaskan bahwa setiap penyelenggara kegiatan di area publik wajib mematuhi standar keselamatan sesuai Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Olahraga dan Rekreasi.
Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat, yang hadir sebagai pengawas perlombaan, turut memberikan pernyataan. “Kejurnas Drift Seri ke-3 merupakan agenda resmi IMI. Kami akan berkoordinasi penuh dengan panitia daerah dan pemerintah untuk memastikan tidak ada lagi kelalaian serupa di masa depan. Keselamatan penonton adalah yang utama,” tegasnya melalui pesan tertulis.
Sementara itu, Kapolresta Banyumas, Kombes Pol. Rico Fernanda, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengamankan area dan memintai keterangan sejumlah panitia. “Kami sedang mendalami apakah terdapat unsur kelalaian yang mengarah pada pidana. Barang bukti sudah diamankan dan saksi-saksi terus diperiksa,” katanya. Polresta Banyumas membuka hotline 24 jam bagi masyarakat yang ingin melaporkan kehilangan atau mencari informasi korban.
Investigasi dan Langkah Hukum
GOR Satria sebagai pemilik venue menindaklanjuti kejadian ini dengan membentuk tim investigasi internal yang melibatkan konsultan independen dari Universitas Jenderal Soedirman. Mereka akan mengaudit proses pemasangan tribun sementara yang dikerjakan oleh vendor pihak ketiga. “Kami akan transparan. Jika ada pihak yang terbukti lalai, konsekuensi hukum akan ditegakkan,” ujar Kepala UPT GOR Satria, Bagus Setyawan.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyumas, Ir. Toto Kusyanto, turut merespons dengan mendesak pemerintah daerah untuk melakukan audit keselamatan di seluruh arena olahraga. “Kami akan menjadwalkan rapat dengar pendapat dengan Komisi D. Insiden ini menjadi peringatan keras bagi seluruh penyelenggara kegiatan massal. Izin keramaian harus diperketat,” tegasnya. DPRD berencana mengundang Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, PUPR, serta panitia dalam pekan ini.
Peristiwa ini sekaligus memicu koreksi internal dalam pengelolaan ajang motorsport nasional. Pengamat keselamatan olahraga dari Universitas Tidar, Dr. Agus Santoso, menggarisbawahi pentingnya sertifikasi tribun sementara dan penegakan ketat terhadap batas kapasitas. “Standar Nasional Indonesia tentang tribun sementara sudah ada. Ironis jika pelanggaran atas aturan itu menyebabkan ratusan orang terluka. Seluruh pihak harus belajar dari tragedi ini,” paparnya.
Kejurnas Drift Seri ke-3 yang dijadwalkan berlangsung hingga sore hari langsung dihentikan setelah insiden. Rencananya, Speed Fest #2 yang menyertakan berbagai lomba otomotif akan dihentikan total hingga proses investigasi selesai. Para pembalap dan ofisial yang masih berada di Purwokerto diminta bersabar menunggu keputusan resmi dari federasi.
Saat berita ini ditulis, situasi di RSUD Margono Soekarjo masih dalam penanganan intensif bagi empat korban luka berat. Pihak keluarga yang berdatangan dari berbagai daerah terpantau memadati lobi rumah sakit. Pemerintah Kabupaten Banyumas menjamin seluruh kebutuhan darurat para korban akan dipenuhi melalui anggaran biaya tak terduga yang telah ditetapkan dalam rapat koordinasi lintas dinas pada Minggu malam.
Comments (0)