KH Zulfa Mustofa Siap Maju Jadi Calon Ketum PBNU

JAKARTA — Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Zulfa Mustofa secara resmi menyatakan kesiapannya untuk bertarung dalam pemilihan Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ul...

Jul 12, 2026 - 15:13
0 0
KH Zulfa Mustofa Siap Maju Jadi Calon Ketum PBNU

JAKARTA — Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Zulfa Mustofa secara resmi menyatakan kesiapannya untuk bertarung dalam pemilihan Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan digelar pada pertengahan 2025. Pernyataan itu disampaikan di hadapan sejumlah pengurus wilayah dan cabang di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (15/4).

“Setelah melalui pertimbangan mendalam dan mendengarkan aspirasi para kiai, pengurus wilayah, serta cabang, saya memutuskan untuk siap memimpin PBNU ke depan,” ujar KH Zulfa Mustofa dalam konferensi pers usai Rapat Koordinasi Nasional PBNU.

Dukungan dan Modal Politik

KH Zulfa Mustofa dinilai memiliki modal politik yang kuat. Ia merupakan figur yang telah lama berkiprah di struktur PBNU, mulai dari tingkat cabang hingga jajaran wakil ketua umum. Dalam dua periode terakhir, ia dipercaya mengoordinasikan bidang pendidikan dan kaderisasi, yang membuatnya memiliki jaringan luas di kalangan pesantren dan perguruan tinggi NU.

“Kami memandang KH Zulfa Mustofa sebagai kader lengkap. Ia menguasai persoalan organisasi, memiliki kapasitas intelektual yang mumpuni, dan yang terpenting, diterima di semua kalangan, baik struktural maupun kultural,” kata Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Anwar Iskandar, saat dikonfirmasi secara terpisah.

Mekanisme Pemilihan dan Potensi Pesaing

Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung di Provinsi Lampung akan menjadi ajang demokrasi internal organisasi Islam terbesar di Indonesia itu. Pemilihan Ketua Umum PBNU menggunakan sistem formatur, di mana sembilan formatur terpilih akan menentukan siapa yang akan menjabat sebagai ketua umum. Namun, sejumlah kiai sepuh dipastikan turut memengaruhi arah peta politik.

Selain KH Zulfa Mustofa, beberapa nama potensial yang disebut-sebut akan ikut dalam bursa pencalonan antara lain KH Yahya Cholil Staquf, KH Said Aqil Siroj, dan KH Misbahul Huda. Meski demikian, hingga saat ini baru KH Zulfa Mustofa yang menyatakan sikap secara terbuka.

“Dalam setiap muktamar, dinamika sangat cair. Namun saya optimistis, dukungan dari para ulama dan pengurus di akar rumput akan menjadi energi besar bagi pencalonan ini,” tambah KH Zulfa Mustofa.

Rekam Jejak dan Agenda Strategis

KH Zulfa Mustofa dikenal sebagai tokoh yang konsisten dalam mengawal isu-isu moderasi beragama dan transformasi digital di lingkungan NU. Selama menjabat wakil ketua umum, ia memelopori sejumlah program strategis seperti digitalisasi data pesantren, penguatan ekonomi warga nahdliyin melalui Islamic Microfinance, serta peluncuran platform pendidikan daring Ma’had Aly.

Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa jika terpilih, ia akan fokus pada tiga agenda utama: penguatan kapasitas sumber daya manusia NU, modernisasi tata kelola organisasi, dan perluasan akses ekonomi bagi warga nahdliyin.

“Tantangan NU ke depan tidaklah ringan. Kita membutuhkan kepemimpinan yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan ruh pesantren dan nilai-nilai Aswaja,” tegasnya.

Harapan dan Langkah Selanjutnya

Pernyataan kesiapan ini disambut positif oleh sejumlah pengurus cabang. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung, KH Abdul Mu’thi, menyebut langkah KH Zulfa Mustofa sebagai sinyal segar dalam regenerasi kepemimpinan.

“Kami berharap mekanisme formatur berjalan demokratis dan para kiai tetap menjaga marwah organisasi. Siapa pun yang terpilih harus mampu merangkul semua pihak,” ujar KH Abdul Mu’thi.

Rapat Koordinasi Nasional PBNU yang menjadi momentum deklarasi ini dihadiri oleh 34 ketua PWNU se-Indonesia dan ratusan delegasi cabang. Agenda utama selain konsolidasi organisasi adalah pembahasan tata tertib muktamar dan rancangan program kerja lima tahun ke depan.

Dengan semakin dekatnya Muktamar ke-35, publik menunggu langkah politis dari calon-calon potensial lainnya. Namun, sinyal awal dari KH Zulfa Mustofa ini diperkirakan akan memicu serangkaian manuver politik dalam tubuh organisasi yang memiliki lebih dari 90 juta warga tersebut.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User