KH Zulfa Mustofa Siap Bertarung di Muktamar PBNU ke-35

JAKARTA — Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Zulfa Mustofa secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. D...

Jul 12, 2026 - 09:56
0 0
KH Zulfa Mustofa Siap Bertarung di Muktamar PBNU ke-35

JAKARTA — Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Zulfa Mustofa secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Deklarasi tersebut disampaikan langsung oleh Kiai Zulfa dalam sebuah pertemuan terbatas dengan sejumlah pengurus cabang dan tokoh senior NU di Jakarta, Senin (15/5/2025).

“Setelah melalui istikharah panjang, mendengar masukan para kiai, dan melihat kebutuhan jam’iyah saat ini, saya menyatakan siap menerima amanah sebagai calon Ketua Umum PBNU di Muktamar mendatang,” ujar KH Zulfa Mustofa dengan nada tenang namun tegas. Ia menegaskan bahwa keputusannya bukan atas dasar ambisi pribadi, melainkan dorongan tanggung jawab untuk menjaga marwah dan kemandirian Nahdlatul Ulama.

Dukungan Mengalir dari Sejumlah Cabang

Langkah KH Zulfa Mustofa ini mendapat sambutan positif dari berbagai pengurus cabang istimewa dan cabang di dalam negeri. Setidaknya 20 pengurus cabang telah menyatakan dukungan terbuka dalam Forum Silaturahmi Pengurus Cabang yang digelar di Jakarta akhir pekan lalu. Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Inggris Raya, Ahmad Fauzi, yang hadir dalam forum tersebut, menyebut Kiai Zulfa sebagai figur yang memiliki integritas dan pengalaman organisasi yang komplet.

“Beliau telah mengabdi di semua lini—dari pesantren, lembaga, hingga pengurus pusat. Keteguhannya dalam menjaga khittah NU tidak perlu diragukan,” kata Ahmad Fauzi. Dukungan serupa juga disuarakan oleh sejumlah pengurus wilayah, meskipun sebagian masih menunggu mekanisme resmi penjaringan calon yang akan ditetapkan oleh panitia muktamar.

Rekam Jejak dan Visi Organisasi

KH Zulfa Mustofa bukan nama baru di lingkungan PBNU. Ia memulai karier organisasi dari struktur paling bawah dan tercatat aktif di berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Katib Aam Syuriah PWNU DKI Jakarta sebelum menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PBNU periode 2021–2026. Di tingkat nasional, ia dikenal sebagai figur yang rajin menyambung silaturahmi ke pesantren-pesantren dan konsisten menyuarakan independensi NU dari kepentingan politik praktis.

Dalam paparan visinya, Kiai Zulfa menekankan pentingnya penguatan ekonomi pesantren dan pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi kebangkitan umat. “Nahdlatul Ulama harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar komentator. Jam’iyah ini harus mampu menjadi pilar ekonomi umat melalui penguasaan teknologi tepat guna dan kemandirian pembiayaan,” ujarnya. Ia juga menyoroti perlunya reformasi tata kelola organisasi agar lebih transparan dan akuntabel, sejalan dengan tuntutan era digital.

Agenda Muktamar dan Peta Persaingan

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung di Bandar Lampung pada 27–31 Oktober 2025, setelah melalui serangkaian rapat koordinasi dan pleno pengurus pusat. Panitia pengarah telah menetapkan tahapan penjaringan bakal calon yang akan dimulai pada Agustus 2025 melalui mekanisme sembilan orang ahlul halli wal aqdi. Hingga saat ini, selain KH Zulfa Mustofa, sejumlah nama seperti KH Yahya Cholil Staquf (petahana) dan KH Said Aqil Siroj juga disebut-sebut akan kembali meramaikan bursa pencalonan, meskipun belum ada pernyataan resmi dari keduanya.

Pengamat politik Islam dari Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, Dr. Ali Murtadho, menilai pencalonan Kiai Zulfa bisa menjadi titik tengah yang menarik antara kubu petahana dan kubu penantang. “Figur Kiai Zulfa dikenal moderat dan merangkul. Ia dihormati lintas generasi dan tidak punya beban resistensi tajam. Jika mesin-mesin cabang bekerja efektif, peluangnya cukup terbuka,” ujar Ali Murtadho saat dihubungi terpisah.

Komitmen Menjaga Khittah dan Persatuan

Menutup pernyataannya, KH Zulfa Mustofa menegaskan bahwa semangat utamanya adalah menjaga persatuan Nahdlatul Ulama agar tidak terfragmentasi oleh dinamika politik nasional. “Muktamar harus menjadi panggung persaudaraan, bukan medan saling menjatuhkan. Siapa pun yang terpilih nanti, NU harus tetap berdiri di atas semua golongan untuk kemaslahatan umat dan bangsa,” tuturnya. Ia juga berjanji akan mematuhi seluruh mekanisme muktamar dan menerima hasil akhir dengan lapang dada, sejalan dengan tradisi ahlussunnah wal jamaah yang menjunjung tinggi musyawarah dan mufakat.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, saat dimintai konfirmasi, menjelaskan bahwa organisasi memberikan ruang yang sama kepada setiap kader yang memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU. “Kami menghormati hak konstitusional setiap kader. Panitia muktamar akan bekerja profesional untuk memastikan proses berjalan jujur, adil, dan demokratis,” ujarnya di Kantor PBNU. Dengan makin mengerucutnya peta kandidat, Muktamar ke-35 diproyeksikan menjadi salah satu muktamar paling dinamis dalam satu dekade terakhir, menarik perhatian tidak hanya warga nahdliyin tetapi juga pengamat politik nasional.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User