Ikan Baubau Dinilai Layak Jadi Menu Jamaah Haji Indonesia

Baubau — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa produk perikanan asal Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, memiliki kualitas prima untuk memenuhi kebutuhan konsum...

Jul 12, 2026 - 09:58
0 0
Ikan Baubau Dinilai Layak Jadi Menu Jamaah Haji Indonesia

Baubau — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa produk perikanan asal Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, memiliki kualitas prima untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji asal Indonesia selama berada di Arab Saudi. Pernyataan itu disampaikan usai meninjau langsung fasilitas pengolahan dan penyimpanan ikan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Baubau, Kamis (20/3).

Dalam kunjungan kerja yang berlangsung sejak pagi, Menhaj Irfan Yusuf didampingi jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Baubau melakukan inspeksi terhadap rantai dingin, proses sortir, serta pengemasan hasil tangkapan nelayan setempat. Ia menyebut, standar yang diberlakukan di Baubau telah sejajar dengan persyaratan pangan internasional, termasuk ketentuan keamanan pangan dari Pemerintah Arab Saudi.

"Setelah melihat langsung, saya yakin produk perikanan Baubau mampu menjadi salah satu menu utama bagi jamaah haji kita. Mulai dari tingkat kesegaran, kandungan gizi, hingga kehalalan prosesnya, semuanya terpantau sangat baik," ujar Irfan.

Standar Mutu dan Sertifikasi Internasional

Irfan menekankan bahwa pengakuan terhadap ikan Baubau bukan didasarkan pada penilaian sepihak. Kementerian Haji dan Umrah, bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), telah melakukan serangkaian uji laboratorium terhadap sampel ikan tuna, cakalang, dan tongkol yang didaratkan di Baubau. Hasilnya menunjukkan seluruh sampel bebas dari kontaminasi logam berat dan memenuhi batas maksimum residu yang ditetapkan Gulf Cooperation Council Standardization Organization (GSO).

"Sertifikasi halal dari MUI sudah kami kantongi. Begitu pula sertifikat HACCP serta Good Manufacturing Practice yang diakui otoritas Saudi. Ini bukti bahwa produk kita tidak kalah dengan suplai dari negara lain," jelasnya.

Selama ini, kebutuhan ikan untuk katering jamaah haji Indonesia—yang berjumlah lebih dari 241.000 orang per musim—masih banyak dipasok dari sumber impor atau dari wilayah lain di Tanah Air. Dengan masuknya Baubau sebagai pemasok tetap, Kementerian Haji berharap dapat memangkas biaya logistik sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional di sektor haji.

Potensi Pasokan dan Kesiapan Distribusi

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tenggara, produksi perikanan tangkap di perairan sekitar Baubau mencapai rata-rata 12.500 ton per tahun. Dari jumlah itu, sekitar 40 persen merupakan ikan pelagis besar yang dikategorikan layak ekspor dan memenuhi spesifikasi menu jamaah. Pihak kementerian menilai angka tersebut jauh melampaui estimasi konsumsi ikan selama musim haji yang diperkirakan sekitar 800 ton per musim.

Untuk menjamin mutu tetap terjaga hingga ke dapur katering di Makkah dan Madinah, Irfan mendorong pembentukan konsorsium logistik yang melibatkan perusahaan daerah, pelaku usaha perikanan, serta koperasi nelayan. Rencananya, Kementerian Haji dan Umrah akan memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman dengan pihak Muassasah di Arab Saudi pada akhir April mendatang. Kesepakatan itu mencakup pengiriman bertahap menggunakan kontainer reefer melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Jeddah.

"Kami tidak ingin program ini hanya berjalan satu musim. Karena itu, dari sekarang kami susun tata kelola rantai pasok yang transparan dan berkelanjutan," kata Irfan.

Dampak Ekonomi bagi Nelayan Lokal

Kebijakan menggunakan ikan Baubau untuk konsumsi jamaah haji diproyeksikan membawa efek berganda bagi perekonomian daerah. Kepala Dinas Perikanan Kota Baubau, La Ode Muhidin, menyebut penyerapan hasil tangkapan nelayan tradisional akan meningkat signifikan. Selama ini, sebagian besar produk dijual ke pasar domestik dengan harga fluktuatif. Adanya kepastian kuota dari kementerian akan memberikan jaminan pasar dan harga yang lebih stabil.

"Jika setiap tahun kami bisa memasok 500–800 ton ikan dengan harga kontrak yang wajar, pendapatan nelayan bisa naik 25–30 persen. Ini langsung dirasakan oleh ribuan keluarga yang menggantungkan hidup di sektor perikanan," ujar La Ode Muhidin saat mendampingi Menhaj.

Selain itu, beberapa unit pengolahan ikan di Baubau berencana menambah kapasitas produksi serta merekrut tenaga kerja baru untuk memenuhi permintaan khusus yang mensyaratkan pemotongan dan pengemasan sesuai standar katering penerbangan. Pemerintah Kota Baubau pun telah menyiapkan insentif fiskal bagi industri kecil dan menengah yang terlibat dalam rantai pasok haji.

Langkah Strategis Kementerian Haji

Menhaj Irfan Yusuf menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memaksimalkan produk dalam negeri di setiap lini pelayanan haji. Sebelumnya, Kementerian Haji telah berhasil mendorong penggunaan beras, rempah, dan daging sapi asal Indonesia dalam menu jamaah. Dengan masuknya ikan Baubau, hampir 70 persen bahan baku katering haji kini berasal dari Tanah Air.

Dalam waktu dekat, Kementerian Haji akan membentuk tim teknis yang bertugas melakukan monitoring berkala terhadap kepatuhan pemasok terhadap standar yang telah disepakati. Tim itu melibatkan unsur BPOM, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta akademisi dari Universitas Halu Oleo untuk memastikan konsistensi mutu sejak dari atas kapal hingga ke piring jamaah.

Rapat koordinasi lintas kementerian dijadwalkan berlangsung pekan depan di Jakarta, membahas finalisasi kuota dan jadwal pengiriman perdana pada awal Mei. Jika seluruh proses berjalan lancar, jamaah haji Indonesia tahun ini sudah bisa menikmati sajian ikan segar dari Baubau saat menjalani rangkaian ibadah di tanah suci.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User