Ketua Harian Dekranas Dorong Pengrajin TTU Gunakan Pewarna Alami Demi Dongkrak Daya Saing Tenun

Apaberita.com, Jakarta - Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tri Tito Karnavian memberikan dorongan kuat kepada para perajin tenun di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Ti

Jul 06, 2026 - 13:34
0 0
Ketua Harian Dekranas Dorong Pengrajin TTU Gunakan Pewarna Alami Demi Dongkrak Daya Saing Tenun

Apaberita.com, Jakarta - Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tri Tito Karnavian memberikan dorongan kuat kepada para perajin tenun di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, untuk mengadopsi teknik pewarnaan alami. Inisiatif ini dinilai sebagai kunci strategis dalam meningkatkan nilai tambah produk wastra tradisional, sekaligus memperlebar akses pasar ke kancah nasional hingga internasional. Seruan tersebut mengemuka seiring dengan upaya pelestarian warisan budaya yang kini harus beradaptasi dengan preferensi pasar modern.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Tri saat meresmikan kegiatan Pelatihan Pewarnaan Alam dan Pencelupan Benang untuk Kain Tenun yang berlangsung di Gedung Dekranasda Kabupaten TTU pada Kamis (25/6/2026). Program ini merupakan kolaborasi konkret antara Dekranas dengan Kelompok Kerja II Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat. Fokus utama pelatihan ini adalah penguatan kapasitas sumber daya manusia perajin lokal agar mampu menghasilkan produk kerajinan tangan yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi.

Identitas Budaya dalam Genggaman Ekonomi Kreatif

Dalam pemaparannya, Tri menekankan bahwa tenun bukan sekadar helaian kain, melainkan sebuah identitas budaya yang sarat akan filosofi. Menurutnya, di tengah gempuran produk tekstil modern, sentuhan alam pada tenun justru menjadi diferensiasi yang signifikan. Pemanfaatan tanaman lokal sebagai bahan baku pewarna diyakini mampu melahirkan corak warna yang eksklusif dan tidak dapat ditiru oleh pewarna sintetis, sehingga meningkatkan daya tawar produk di mata konsumen global yang kini semakin peduli pada aspek keberlanjutan.

"Kami mendorong para perajin untuk terus berinovasi. Kain tenun adalah warisan budaya dengan nilai ekonomi yang sangat tinggi. Kuncinya adalah kreativitas, bagaimana kita membuat produk yang mengikuti permintaan pasar, tetapi tanpa harus tercerabut dari akar budaya dan ciri khas daerah TTU," ujar Tri dalam laporan Apaberita.com.

Lebih lanjut, Tri menjelaskan bahwa permintaan pasar internasional terhadap produk fashion berkelanjutan sedang melonjak. Kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh para perajin di TTU. Dengan beralih ke pewarna alami, para penenun tidak hanya menciptakan produk yang sehat bagi pemakai dan lingkungan, tetapi juga turut menjaga kearifan lokal turun-temurun. Pelatihan ini diharapkan menjadi titik balik kebangkitan ekonomi kerakyatan berbasis budaya di wilayah perbatasan NTT, menjadikan tenun sebagai komoditas unggulan yang mendunia. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan industri kerajinan tanah air yang berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Editor Ekonomi. Editor isu pasar, bisnis, dan moneter.

Comments (0)

User