Oct 16, 2026
Politik

Ketua DPR Puan Maharani Bertemu Ketua Parlemen Azerbaijan di Sidang IPU

ARUSHA, Tanzania — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Puan Maharani menggelar pertemuan bilateral dengan Ketua Parlemen Azerbaijan Sahiba Gafarova pada Kamis, 8 Oktober 2026, di sela-s...

Ketua DPR Puan Maharani Bertemu Ketua Parlemen Azerbaijan di Sidang IPU

ARUSHA, Tanzania — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Puan Maharani menggelar pertemuan bilateral dengan Ketua Parlemen Azerbaijan Sahiba Gafarova pada Kamis, 8 Oktober 2026, di sela-sela penyelenggaraan Sidang Umum Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-153 yang berlangsung di Arusha, Tanzania. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian diplomasi parlemen Indonesia dalam forum multilateral tingkat dunia.

Dalam pertemuan itu, Puan Maharani menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama antarlebaga legislatif, khususnya dengan negara-negara mitra strategis di kawasan Asia dan Eropa Timur. "Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari hubungan baik yang telah terbangun antara kedua parlemen," ujar Puan dalam keterangan resmi yang diterima di Arusha.

"Kerja sama parlemen menjadi jembatan penting dalam mempererat hubungan bilateral yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Azerbaijan,"

Menurut Puan, posisi Indonesia dan Azerbaijan sebagai anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) memberikan ruang luas untuk bersinergi dalam memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang. Ia menyatakan bahwa parlemen kedua negara dapat menjadi motor penggerak dalam mendorong isu-isu perdamaian, keadilan global, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Penguatan Diplomasi Parlemen di Forum IPU

Sidang Umum IPU ke-153 menjadi ajang bagi para ketua parlemen dari berbagai negara untuk membahas isu-isu strategis, termasuk perdamaian dunia, pembangunan berkelanjutan, dan tata kelola global. Kehadiran Puan Maharani dalam forum ini dinilai sebagai bentuk penegasan posisi Indonesia dalam percaturan politik internasional, sekaligus memperkuat peran DPR dalam mendukung kebijakan luar negeri pemerintah.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua ketua parlemen membahas sejumlah agenda, antara lain penguatan kerja sama ekonomi, peningkatan hubungan antarmasyarakat, serta pertukaran pengalaman legislasi di bidang pendidikan dan teknologi. Puan menyatakan bahwa Azerbaijan merupakan mitra yang memiliki peran penting di kawasan Kaukasus dan Asia Tengah.

Berdasarkan catatan keputusan rapat, delegasi Indonesia dalam IPU ke-153 juga mendorong penguatan kerja sama Selatan-Selatan, khususnya dalam konteks pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Isu-isu tersebut sejalan dengan prioritas DPR dalam fungsi diplomasi parlemen yang selama ini dijalankan.

Komitmen Kerja Sama Antara Kedua Parlemen

Sahiba Gafarova menyambut baik pertemuan tersebut dan menyatakan kesediaan parlemen Azerbaijan untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut dengan DPR RI. Ia menekankan pentingnya konsultasi rutin antara kedua lembaga legislatif guna memastikan kesinambungan hubungan bilateral di berbagai sektor.

Kedua pihak sepakat untuk mendorong pembentukan mekanisme dialog yang lebih terstruktur, termasuk pertukaran kunjungan antar-komisi dan peningkatan kapasitas anggota parlemen. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mempercepat realisasi kesepakatan yang telah ditandatangani oleh kedua pemerintah.

Puan Maharani menambahkan bahwa DPR RI akan terus berperan aktif dalam forum-forum internasional, baik melalui IPU maupun jalur bilateral. Menurutnya, diplomasi parlemen memiliki keunggulan tersendiri karena dapat menjangkau aspek sosial dan budaya yang tidak selalu terjangkau oleh jalur diplomatik formal.

Pertemuan di Arusha ini juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkenalkan berbagai capaian pembangunan nasional, termasuk keberhasilan dalam menjaga stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global. Puan menegaskan bahwa stabilitas domestik merupakan prasyarat utama bagi Indonesia untuk dapat berkontribusi secara maksimal di tingkat internasional.

Agenda Lanjutan Pasca-Sidang IPU

Seusai rangkaian sidang IPU ke-153, DPR RI dijadwalkan menindaklanjuti hasil-hasil pertemuan bilateral dengan menggelar Rapat Koordinasi bersama Kementerian Luar Negeri dan pemangku kepentingan terkait. Langkah ini diperlukan untuk memastikan setiap kesepakatan yang dicapai dapat diimplementasikan secara konkret, bukan sekadar menjadi dokumen di atas kertas.

Puan menegaskan bahwa hasil pertemuan dengan Ketua Parlemen Azerbaijan akan dilaporkan kepada Fraksi-fraksi di DPR untuk mendapatkan masukan dan dukungan politik yang diperlukan. "Setiap langkah diplomasi parlemen harus dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI menyatakan bahwa hubungan dengan Azerbaijan memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama di bidang energi, perdagangan, dan pendidikan. Ia menyebut Azerbaijan sebagai mitra strategis yang memiliki posisi geografis penting dalam jalur perdagangan internasional.

Dengan terlaksananya pertemuan bilateral ini, Indonesia dan Azerbaijan semakin memperkuat fondasi kerja sama parlemen yang telah berjalan selama bertahun-tahun. DPR RI menyatakan akan terus mendorong terciptanya tatanan dunia yang lebih adil dan damai melalui jalur legislasi dan diplomasi parlemen, sejalan dengan amanat konstitusi dan kepentingan nasional.

Pertemuan di Arusha menjadi bukti nyata bahwa Indonesia, melalui DPR RI, tetap konsisten menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif serta berkontribusi terhadap penyelesaian berbagai tantangan global melalui dialog dan kerja sama antarbangsa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User