JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan bahwa kabar mengenai penghapusan sejumlah perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) lintas Rangkasbitung–Tanah Abang tidak benar. Manajemen KAI menyatakan informasi tersebut merupakan kekeliruan penafsiran atas penyesuaian pola operasi yang tengah dievaluasi dalam Rapat Koordinasi bersama Kementerian Perhubungan dan PT KAI Commuter.
"Tidak ada keputusan untuk menghapus perjalanan KRL lintas Rangkasbitung–Tanah Abang. Yang berlangsung saat ini adalah kajian teknis terhadap pola operasi guna meningkatkan ketepatan waktu dan kenyamanan pengguna," menegaskan Direktur Utama KAI Commuter, Asdo Artriviyanto, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.
Penegasan itu menindaklanjuti beredarnya pesan berantai di media sosial yang menyebut sejumlah jadwal perjalanan lintas tersebut akan dihentikan permanen mulai awal bulan depan. Informasi serupa turut dibahas dalam sejumlah forum daring komunitas pengguna commuter line di wilayah Jabodetabek dan Banten.
Penyesuaian Pola Operasi Berdasarkan Kajian Teknis
Berdasarkan data yang dihimpun, lintas Rangkasbitung–Tanah Abang merupakan salah satu rute dengan tingkat okupansi tertinggi di jaringan commuter line. Rute ini melayani penumpang dari wilayah Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, hingga Kota Tangerang Selatan yang setiap hari bermobilitas menuju pusat ibu kota.
Asdo menyatakan bahwa evaluasi yang dilakukan menyangkut pengaturan waktu tempuh, jumlah rangkaian yang dioperasikan pada jam sibuk, serta integrasi jadwal dengan lintas lain. "Seluruh penyesuaian ditetapkan berdasarkan hasil kajian teknis dan tetap mengacu pada standar pelayanan minimum yang ditetapkan Kementerian Perhubungan," ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya membuka kanal pengaduan resmi bagi masyarakat yang ingin memperoleh informasi jadwal terbaru. "Kami mengimbau pengguna untuk merujuk pada laman resmi dan aplikasi C-Access agar tidak terjebak informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," tutur Asdo.
Pengamat Soroti Dampak bagi Pekerja Harian
Pengamat transportasi perkotaan, Yayat Supriatna, menilai wacana penyesuaian layanan pada lintas Rangkasbitung–Tanah Abang perlu dicermati secara saksama. Menurutnya, rute tersebut telah menjadi tulang punggung mobilitas pekerja harian yang berpenghasilan menengah ke bawah.
"Jika benar terjadi pengurangan perjalanan, dampaknya berantai. Penumpang berpotensi beralih ke kendaraan pribadi, yang pada akhirnya menambah beban ruas jalan dan memperburuk kemacetan di kawasan Tangerang dan Jakarta Barat," kata Yayat saat dihubungi secara terpisah.
Ia menyatakan bahwa kebijakan pengurangan perjalanan, apabila memang ditempuh, harus disertai kajian dampak lalu lintas dan penambahan armada pada moda penghubung. "Prinsipnya, keputusan apa pun mesti didahului perhitungan yang transparan dan melibatkan partisipasi publik," tegasnya.
DPRD dan Pemerintah Daerah Minta Klarifikasi Tertulis
Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten menyatakan akan mengirimkan surat permintaan klarifikasi kepada manajemen KAI Commuter. Langkah itu diambil untuk memastikan tidak ada pengurangan hak layanan bagi warga yang telah bertahun-tahun bergantung pada rute tersebut.
"Kami akan menindaklanjuti melalui Komisi yang membidangi perhubungan. Warga Rangkasbitung dan sekitarnya berhak memperoleh kepastian layanan," menyatakan anggota DPRD Banten, Nurhasanah, dalam keterangannya.
Adapun Pemerintah Kabupaten Lebak menilai perlunya koordinasi lintas daerah, mengingat penumpang lintas ini tidak hanya berasal dari satu wilayah administratif. Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak menyatakan bahwa pihaknya siap memfasilitasi pertemuan antara pemerintah daerah, KAI Commuter, dan perwakilan pengguna.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa setiap perubahan pola operasi angkutan perkotaan wajib melalui persetujuan dan evaluasi berkala. "Keputusan terkait layanan publik harus mengutamakan kepentingan masyarakat banyak," demikian pernyataan resmi yang disampaikan Biro Komunikasi dan Informasi Kementerian Perhubungan.
Hingga berita ini diturunkan, jadwal perjalanan KRL lintas Rangkasbitung–Tanah Abang masih beroperasi sesuai ketentuan yang berlaku. KAI Commuter berkomitmen menyampaikan pembaruan resmi apabila terdapat penetapan baru dalam rapat pleno berikutnya.
Comments (0)