Kerja Sama Program Makan Bergizi RI-India Naik ke Level Lebih Tinggi
Jakarta, Apaberita.com – Kerja sama antara Indonesia dan India di bidang ketahanan pangan dan gizi masyarakat memasuki babak baru. Perdana Menteri India Narendra Modi mengungkapkan bahwa kolaborasi
Jakarta, Apaberita.com – Kerja sama antara Indonesia dan India di bidang ketahanan pangan dan gizi masyarakat memasuki babak baru. Perdana Menteri India Narendra Modi mengungkapkan bahwa kolaborasi program makan bergizi gratis yang dijalankan kedua negara kini ditingkatkan ke level yang lebih tinggi dan strategis.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh PM Modi dalam konferensi pers bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (7/7/2026). Kedua pemimpin negara itu menegaskan komitmen untuk memperkuat fondasi kerja sama bilateral yang telah terjalin erat, salah satunya melalui program intervensi gizi yang menyasar masyarakat luas.
"Kita memiliki program makan siang yang sama dan distribusi kepada publik di Indonesia. Dan sekarang kami meningkatkan kerja sama tersebut ke level yang lebih tinggi," ujar PM Modi di hadapan awak media.
Kesamaan Visi: Dari Program Makan Siang Gratis hingga Distribusi Pangan
India sendiri telah lama menjalankan program makan siang gratis berskala masif yang dikenal sebagai Mid-Day Meal Scheme. Program yang telah berjalan selama beberapa dekade ini menyasar anak-anak sekolah di seluruh penjuru negeri dengan tujuan meningkatkan asupan gizi sekaligus mendorong partisipasi pendidikan. Sementara itu, Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga tengah mengakselerasi program makan bergizi gratis sebagai bagian dari strategi besar pembangunan sumber daya manusia.
Kedua program ini memiliki esensi yang serupa, yakni menjamin akses masyarakat terhadap pangan bergizi secara cuma-cuma. Namun, peningkatan kerja sama yang diumumkan oleh PM Modi mengindikasikan bahwa kolaborasi ini tidak lagi sekadar berbagi praktik terbaik, melainkan bergerak menuju tahap implementasi yang lebih teknis dan komprehensif.
Berdasarkan penelusuran media kami, level kerja sama yang lebih tinggi ini kemungkinan mencakup transfer teknologi pengolahan pangan lokal, pengembangan rantai pasok yang efisien, hingga riset bersama terkait fortifikasi bahan pangan pokok. India memiliki pengalaman panjang dalam mengelola program distribusi pangan bersubsidi terbesar di dunia melalui sistem Public Distribution System (PDS), yang dapat menjadi acuan berharga bagi Indonesia dalam memperkuat infrastruktur distribusi program serupa.
Peningkatan kerja sama ini juga dinilai strategis mengingat kedua negara sama-sama menghadapi tantangan besar dalam pemenuhan gizi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan perkotaan padat penduduk. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional masing-masing negara, tetapi juga menjadi model kerja sama Selatan-Selatan yang inovatif dan berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat.
Selain isu pangan dan gizi, pertemuan bilateral ini juga membahas percepatan proyek strategis lainnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Indonesia dan India telah mencapai kesepakatan untuk mempercepat pembangunan bandara antariksa yang rencananya akan dimulai pada tahun 2027. Langkah ini menjadi penanda semakin eratnya hubungan kedua negara di berbagai sektor prioritas.
Comments (0)