Kepergian Rugaiya Usman, Pendamping Setia Jenderal Wiranto

Jakarta, 25 Oktober 2026 – Kabar duka menyelimuti kediaman keluarga besar tokoh politik dan militer Tanah Air. Hj. Rugaiya Usman, istri dari mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Kea...

Jul 12, 2026 - 02:50
0 0
Kepergian Rugaiya Usman, Pendamping Setia Jenderal Wiranto

Jakarta, 25 Oktober 2026 – Kabar duka menyelimuti kediaman keluarga besar tokoh politik dan militer Tanah Air. Hj. Rugaiya Usman, istri dari mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Jenderal (Purn) TNI Wiranto, berpulang pada Kamis pagi di Jakarta. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan sejumlah kolega lintas generasi.

Pernyataan resmi keluarga yang diterima redaksi Apaberita menegaskan bahwa Rugaiya Usman wafat setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. “Beliau berpulang dengan tenang di usia ke-74 tahun setelah berjuang melawan sakit yang diderita,” demikian bunyi pernyataan tertulis yang disahkan oleh juru bicara keluarga. Rencananya, jenazah akan disemayamkan di rumah duka di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, sebelum dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Jumat siang.

Ikatan Sejak Era Dinas Kemiliteran

Rugaiya Usman dan Wiranto mengikat janji suci pada tahun 1975, saat sang suami masih berpangkat letnan dua dan tengah menapaki karier awal di jajaran TNI Angkatan Darat. Dari pernikahan tersebut, pasangan ini dikaruniai tiga orang anak: Agung Punia Wisnumurti, Maya Listiara, dan Dyah Puspita Wardhani, yang seluruhnya telah membangun keluarga masing-masing. Pernyataan keluarga menyebutkan bahwa Rugaiya merupakan sosok penyeimbang di tengah gejolak tugas kemiliteran dan kenegaraan yang diemban Wiranto selama lebih dari empat dekade.

“Beliau adalah mitra sejati yang tidak hanya mendampingi, tetapi juga menjadi tempat berteduh di setiap transisi peran,” ujar Agung Punia Wisnumurti, putra sulung, dalam keterangan singkatnya kepada awak media. Ikatan emosional itu, lanjut Agung, menjadi fondasi kokoh yang memungkinkan Wiranto menjalankan pengabdian sebagai Panglima ABRI, Menteri Pertahanan, hingga Menko Polhukam di berbagai periode pemerintahan.

Peran di Balik Layar Kancah Politik Nasional

Selama Wiranto menduduki posisi-posisi strategis, Rugaiya Usman memilih untuk tidak tampil secara mencolok. Namun, berdasarkan catatan keluarga dan sejumlah kolega di lingkungan Dewan Pertimbangan Presiden, peran di balik layar yang dijalankannya terbilang signifikan. Ia kerap menjadi tuan rumah pertemuan-pertemuan informal yang mempertemukan Wiranto dengan tokoh-tokoh lintas partai, terutama pada saat sang suami memimpin Partai Hanura dan menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden.

Dalam sebuah wawancara khusus dengan majalah internal fraksi pada 2019, Rugaiya menyatakan bahwa tugas mendampingi suami di ranah politik menuntut ketahanan mental yang tidak kalah berat dari panggung publik. “Kami harus siap menerima segala bentuk dinamika, termasuk ketika keputusan yang diambil suami saya tidak populer,” tuturnya saat itu. Pernyataan tersebut menegaskan kembali posisinya sebagai penjaga stabilitas emosional di lingkup keluarga Wiranto.

Ketua DPR RI turut menyampaikan belasungkawa melalui rilis resmi yang diedarkan pagi ini. “Almarhumah adalah contoh ketegaran istri negarawan, yang setia mendampingi dalam suka dan duka perjalanan bangsa,” bunyi pernyataan tersebut. Ucapan duka juga datang dari sejumlah purnawirawan TNI-Polri yang pernah bertugas di bawah komando Wiranto.

Aktivitas Sosial dan Warisan Kemanusiaan

Di luar tugas pendampingan, Rugaiya Usman dikenal sebagai penggerak sejumlah program kemanusiaan. Bersama organisasi istri purnawirawan dan Dharma Pertiwi, ia terlibat aktif dalam penyaluran bantuan kepada keluarga prajurit yang gugur dalam tugas. Rapat koordinasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang dipimpinnya pada 2012 berhasil menghimpun dana sebesar Rp2,3 miliar yang disalurkan ke 17 daerah terdampak bencana alam.

“Komitmennya pada kegiatan sosial tidak pernah surut, bahkan setelah suami tidak lagi menjabat,” kata Ketua Umum Dharma Pertiwi dalam pesan dukacita yang disampaikan melalui konferensi pers. Tiga hari sebelum wafat, Rugaiya masih menyempatkan diri menghadiri pleno pengurus yayasan pendidikan yang didirikannya bersama para istri purnawirawan di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut menjadi saksi terakhir dari keterlibatannya di ranah publik.

Jenazah almarhumah dijadwalkan tiba di rumah duka pada pukul 15.00 WIB. Keluarga membuka kesempatan bagi pelayat untuk memberikan penghormatan terakhir hingga pukul 22.00 WIB. Prosesi pemakaman secara militer akan dipimpin langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat sebagai bentuk penghormatan atas jasa keluarga besar tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User