Aug 26, 2026
Politik

Kelangkaan Suku Cadang Mobil Lawas, Pasar Asem Reges Jadi Andalan

Pasar Asem Reges di Jakarta Barat kembali menunjukkan perannya sebagai penopang dunia otomotif klasik nasional. Dalam pengecekan lapangan pada Senin, 24 Agustus, seorang pedagang suku cadang bekas ber...

Kelangkaan Suku Cadang Mobil Lawas, Pasar Asem Reges Jadi Andalan

Pasar Asem Reges di Jakarta Barat kembali menunjukkan perannya sebagai penopang dunia otomotif klasik nasional. Dalam pengecekan lapangan pada Senin, 24 Agustus, seorang pedagang suku cadang bekas bernama Awang menyatakan bahwa tokonya rutin didatangi para pemilik mobil lawas, termasuk kalangan artis, yang kesulitan menemukan komponen asli kendaraan mereka di jalur resmi. Situasi itu berlatar pada kenyataan bahwa pabrikan telah lama menghentikan produksi suku cadang untuk model-model tertua, sehingga komponen copotan menjadi pilihan utama bagi para penggemar kendaraan antik.

Kegiatan restorasi mobil tua memang tidak dapat diselesaikan hanya dengan keterampilan mekanik semata. Pemilik kendaraan dituntut telaten menjelajah berbagai kanal, mulai dari bengkel spesialis hingga pasar loak, demi mendapatkan satu-dua komponen vital. Dalam situasi demikian, keberadaan pedagang onderdil bekas yang berpengalaman kerap menjadi penentu berhasil atau tidaknya sebuah proyek restorasi.

Deretan Artis Pernah Menjadi Langganan Tetap

Awang mengungkapkan bahwa reputasinya sebagai penyedia komponen klasik telah menjadikan tokonya tujuan sejumlah figur publik tanah air. Ia menuturkan bahwa almarhum May Sumarna merupakan penggemar Ford Laser, sementara Mandra dan Eddie Gomblo pernah singgah untuk mencari komponen Corolla. Adapun Tessy, lanjutnya, kerap membawa mobil Hardtop miliknya ke tempat tersebut agar karburatornya dapat dirawat.

"Banyak artis lawas yang jadi langganan saya," kata Awang saat ditemui di Pasar Asem Reges, Jakarta Barat, Senin (24/8). Kehadiran pelanggan dari kalangan hiburan tersebut, menurutnya, bukanlah fenomena baru. Sejak era 1980-an hingga 1990-an, tokonya telah menjadi tempat singgah para pecinta mobil antik yang ingin menjaga kondisi kendaraan kesayangannya tetap prima. Relasi dagang itu pun kerap berlanjut dalam jangka panjang, dengan pelanggan yang kembali datang ketika membutuhkan komponen tambahan.

Karburator Tergantikan Injeksi, Stok Komponen Menipis

Menurut penjelasan Awang, karakter kebutuhan suku cadang mobil tua sangat berbeda apabila dibandingkan dengan kendaraan generasi mutakhir. Sejumlah komponen, khususnya karburator beserta bagian mesin tertentu, kini semakin jarang beredar di pasaran. Penyebab utamanya adalah lompatan teknologi, ketika pabrikan secara bertahap meninggalkan sistem karburasi dan beralih ke sistem injeksi bahan bakar yang dinilai lebih efisien.

Akibat peralihan teknologi itu, produksi karburator praktis terhenti, sedangkan unit-unit yang masih tersimpan di peredaran terus menyusut seiring berjalannya waktu. Ia juga mencatat bahwa jenis barang yang diburu pembeli cenderung sama dari masa ke masa. Komponen mesin, bagian kelistrikan awal, hingga panel bodi menjadi incaran karena tingkat kerusakan yang tinggi pada kendaraan berumur puluhan tahun, sementara barang copotan dari mobil yang ditarik dari jalan justru berubah menjadi stok berharga yang cepat habis.

Berdagang Sejak 1985, Mengandalkan Jaringan Sesama Pedagang

Pengalaman Awang dalam niaga suku cadang mobil bekas telah berlangsung selama kurun waktu yang panjang. Ia memulai usahanya pada 1985 dan sejak itu menyaksikan berbagai dinamika yang melanda Pasar Asem Reges. Meskipun pasar serta pola konsumsi mengalami banyak perubahan, ia menegaskan bahwa permintaan atas komponen mobil klasik tidak pernah benar-benar padam, terutama permintaan yang bersumber dari kalangan penghobi.

Untuk memenuhi pesanan barang yang tergolong langka, Awang menerapkan strategi tersendiri. Ia menggandeng jaringan sesama pedagang onderdil di berbagai wilayah sebagai jalur alternatif pencarian. Melalui solidaritas antarkedai tersebut, komponen yang sulit ditemukan umumnya dapat diperoleh dalam rentang waktu beberapa hari saja.

Dalam menjalankan roda usaha, ia pun dituntut adaptif menghadapi perubahan zaman. Pola pencarian barang yang dahulu dilakukan secara manual dari satu pasar ke pasar lain kini dapat difasilitasi komunikasi antarkedai dengan cara yang lebih cepat. Namun prinsip dasarnya tidak berubah, yakni ketelitian memeriksa kondisi barang serta kejujuran menjelaskan riwayat komponen kepada setiap pembeli.

Kelangsungan usaha semacam milik Awang turut menegaskan posisi penting pasar onderdil bekas dalam ekosistem otomotif nasional. Tanpa kehadiran komunitas pedagang copotan, sejumlah mobil lawas berpotensi kehilangan kesempatan untuk tetap terawat dan melaju kembali di jalan. Bagi para penggemar kendaraan klasik, Pasar Asem Reges senantiasa menjadi destinasi yang diandalkan ketika pabrikan tidak lagi menyediakan apa yang mereka butuhkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User