JAKARTA — Perdagangan onderdil mobil bekas atau copotan di Pasar Asem Reges, Jakarta Barat, kembali mencatat animo tinggi dari kalangan pemilik kendaraan bermotor. Daya tarik utama komoditas tersebut terletak pada selisih harga yang mampu menembus jutaan rupiah apabila dibandingkan dengan komponen resmi yang dijual di bengkel otorisasi, sekalipun barang yang diperjualbelikan tetap berkedudukan sebagai produk orisinal pabrikan.
Penjelasan mengenai dinamika tersebut disampaikan langsung oleh Awang, pedagang suku cadang mobil bekas yang telah berkecimpung di kawasan itu sejak tahun 1985. Ketika ditemui di lokasi pada Senin (24/8), ia menegaskan bahwa mayoritas pelanggan yang datang memang membawa tujuan khusus, yakni memperoleh komponen pengganti dengan biaya lebih terjangkau tanpa harus mengorbankan standar keaslian barang.
Keputusan sebagian pemilik kendaraan untuk beralih ke onderdil bekas tidak lepas dari kondisi harga suku cadang baru yang terus berada pada level tinggi. Dalam situasi demikian, opsi komponen copotan yang masih orisinal ditetapkan banyak konsumen sebagai alternatif paling rasional untuk menjaga kendaraan tetap terawat.
Selisih Harga dengan Bengkel Resmi Capai 70 Persen
Berdasarkan uraian Awang, rentang harga antara onderdil copotan dan suku cadang baru berada dalam posisi sangat timpang. Konsumen, kata dia, berpeluang melakukan penghematan hingga 70 persen untuk sejumlah jenis komponen tertentu apabila memilih berbelanja di pasar tradisional tersebut.
Ia menghadirkan contoh konkret pada komponen gardan. Di tokonya, harga gardan bekas berkisar pada angka Rp3 jutaan, sedangkan bengkel resmi menetapkan kisaran Rp8 juta hingga Rp9 juta untuk barang serupa. Menurutnya, pertimbangan ekonomi itulah yang menjadi alasan pokok masyarakat mendatangi Pasar Asem Reges dibandingkan beralih ke jalur distribusi resmi pabrikan.
Awang menambahkan bahwa label bekas pada barang dagangannya tidak serta-merta menurunkan nilai keaslian. Ia menyatakan seluruh komponen yang tersedia tetap merupakan produk orisinal seratus persen, sehingga mutu materialnya tidak berbeda dengan suku cadang yang diedarkan melalui kanal resmi.
Harga yang bersaing tersebut, lanjutnya, menjadi daya pikat tersendiri di tengah kebutuhan perawatan kendaraan yang tidak bisa ditunda. Banyak pemilik mobil, terutama pengguna unit produksi lama, memilih memperbaiki kendaraannya menggunakan komponen bekas daripada menanggung biaya komponen baru yang jauh lebih besar.
Pemeriksaan Kualitas Menjadi Syarat Sebelum Dipasarkan
Terkait aspek mutu, Awang menegaskan bahwa setiap suku cadang bekas wajib melewati tahapan pemeriksaan menyeluruh sebelum dipasarkan kepada pembeli. Prosedur tersebut ditetapkan guna memastikan komponen benar-benar berada dalam kondisi layak pakai saat diterima konsumen.
Sebagai ilustrasi, ia menyebutkan kruk as dinilai masih memenuhi standar kelayakan selama posisinya belum bergeser dari ukuran standar pabrik. Adapun pada komponen gardan, pemeriksaan difokuskan pada ketebalan final gear yang harus tetap memadai agar fungsi transmisi kendaraan tidak terganggu.
Ia menegaskan tidak akan memperdagangkan barang tiruan atau kualifikasi rendah. Alasannya, potensi keluhan konsumen di kemudian hari dinilai jauh lebih merugikan dibandingkan kerugian usaha dalam jangka pendek. Dengan mekanisme seleksi tersebut, ia menjamin kualitas barang yang beredar di lapaknya tetap terjaga sepanjang waktu.
Stok Didatangkan dari Singapura dan Lelang Kendaraan
Mengenai asal-usul barang, Awang mengungkapkan bahwa stok onderdil di tokonya umumnya didatangkan dari Singapura maupun hasil lelang kendaraan yang diselenggarakan di dalam negeri. Jalur pasokan tersebut diyakini mampu menjaga kontinuitas barang dagangan dengan variasi komponen yang beragam sesuai kebutuhan berbagai tipe mobil.
Sementara dari sisi ketersediaan, ia menyatakan sanggup memenuhi permintaan konsumen dalam kurun waktu sekitar tiga sampai empat hari apabila komponen yang dicari tidak tersedia di rak tokonya. Kemampuan memenuhi pesanan tersebut, menurutnya, turut memperkokoh kepercayaan pelanggan terhadap deretan pedagang suku cadang di kawasan Pasar Asem Reges.
Adanya pilihan onderdil bekas yang terjangkau di tengah tingginya harga suku cadang baru pada dasarnya menunjukkan pola adaptasi konsumen dalam memelihara kendaraan. Bagi para pedagang setempat, kombinasi antara harga kompetitif, keaslian barang, dan jaminan kelayakan pakai menjadi dasar utama yang membuat komoditas copotan tetap diminati hingga saat ini.
Comments (0)