Kekompakan Lima Pimpinan Lembaga Negara di Puncak Harkopnas 2026

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto bersama empat pimpinan lembaga pertahanan, keamanan, dan penegakan hukum menghadiri secara langsung puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 2026 di J...

Jul 12, 2026 - 22:25
0 0
Kekompakan Lima Pimpinan Lembaga Negara di Puncak Harkopnas 2026

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto bersama empat pimpinan lembaga pertahanan, keamanan, dan penegakan hukum menghadiri secara langsung puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 2026 di Jakarta, Sabtu (12/7/2026). Kehadiran lima tokoh sentral pemerintahan itu menegaskan keseriusan negara dalam menempatkan koperasi sebagai pilar utama strategi penguatan ekonomi kerakyatan.

Pantauan di lokasi, Presiden Prabowo tiba sekitar pukul 09.00 WIB didampingi Menteri Pertahanan Laksamana Madya (Purn) Sudarmanto, Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Andika Wijaya, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Mochammad Fadhil, serta Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal (Purn) Prasetyo. Kelimanya duduk sejajar di barisan depan, mengikuti rangkaian acara yang digelar di Jakarta Convention Center. Tatkala Presiden menyampaikan pidato kunci, keempat pejabat tinggi itu menunjukkan gestur perhatian penuh, sebuah isyarat yang langsung ditangkap oleh kamera media dan menuai apresiasi dari ribuan pelaku koperasi yang hadir.

Presiden Prabowo Dampingi Empat Pimpinan Lembaga

Meski forum Harkopnas identik dengan Kementerian Koperasi dan UKM, tahun ini acara justru dihadiri secara lengkap oleh pimpinan lembaga yang biasa berurusan dengan aspek pertahanan dan keamanan. Sejumlah analis menilai langkah tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan sinyal politik bahwa pengembangan koperasi akan mendapat dukungan penuh dari seluruh lini negara, termasuk sektor yang secara tradisional tidak bersentuhan langsung dengan ekonomi rakyat. Dalam sambutannya, Menko Polhukam yang diwakili di podium, menyebut kehadiran lima pimpinan lembaga sebagai “komitmen konstitusional untuk menjaga basis ekonomi nasional dari ancaman internal maupun eksternal.”

Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi, yang juga hadir, menyatakan bahwa peringatan Harkopnas ke-79 ini memang dirancang untuk memperkuat sinergi lintas kementerian dan lembaga. “Bapak Presiden yang datang bersama Bapak Menteri Pertahanan, Panglima TNI, Kapolri, dan Kepala BIN menunjukkan bahwa koperasi tidak lagi dipandang sebagai sektor pinggiran, melainkan lini terdepan dalam menjaga kedaulatan ekonomi kita,” ujar Budi Arie.

Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan

Dalam pidato kuncinya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya koperasi dalam membangun kemandirian bangsa. “Koperasi bukan sekadar gerakan ekonomi, melainkan benteng kita agar rakyat tidak terus-menerus terjebak dalam jerat rentenir dan permainan tengkulak yang merampas kemakmuran desa,” katanya dengan nada tegas. Presiden menyitir data bahwa kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada kuartal I 2026 telah mencapai 5,7 persen, naik dari 5,3 persen tahun sebelumnya. Angka ini, menurutnya, harus didorong hingga menyentuh dua digit dalam lima tahun ke depan.

Presiden juga mengaitkan peran koperasi dengan program ketahanan pangan dan energi yang selama ini menjadi prioritas kabinetnya. Ia mencontohkan keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih yang telah berdiri di 74 ribu desa per Juni 2026—naik signifikan dari 35 ribu pada akhir 2025. “Koperasi-koperasi itu kini menjadi motor distribusi pupuk, alat mesin pertanian, hingga penghimpun komoditas ekspor. Di sinilah peran pengamanan dari TNI-Polri agar rantai pasok tidak dibajak oleh mafia,” imbuhnya. Hadirin yang terdiri dari pengurus koperasi, pelaku UMKM, dan pejabat daerah menyambut kalimat itu dengan tepuk tangan berkepanjangan.

Komitmen Pengamanan dan Pengawasan

Usai acara, Kapolri Jenderal Mochammad Fadhil menegaskan bahwa jajarannya siap mengawal distribusi dan keuangan koperasi agar bersih dari praktik korupsi. “Kami sudah memetakan 12 titik rawan di sektor distribusi pupuk dan sembako bersubsidi yang kerap ditunggangi oleh oknum. Dengan arahan Bapak Presiden, operasi terpadu akan diperluas ke seluruh provinsi,” katanya kepada awak media. Panglima TNI Jenderal Andika Wijaya menambahkan bahwa prajurit di lapangan telah menerima instruksi untuk membantu mempercepat perizinan dan logistik koperasi di daerah tertinggal dan perbatasan.

Sementara itu, Kepala BIN Jenderal (Purn) Prasetyo menyoroti pentingnya deteksi dini terhadap sindikat yang mencoba melemahkan koperasi melalui skema pinjaman ilegal berbasis aplikasi. “Intelijen ekonomi adalah bagian dari strategi besar kita. Koperasi yang sehat berarti bangsa yang kuat; kami tidak akan biarkan predator ekonomi bermain di sini,” tegasnya.

Kehadiran lima pimpinan lembaga tersebut sepanjang acara—meresmikan pameran produk koperasi, menyerahkan penghargaan, hingga berdialog dengan petani dampingan—memperlihatkan kekompakan yang direkam secara luas. Para peserta yang memadati JCC pun menilai momen ini sebagai peneguhan bahwa koperasi benar-benar telah menjadi arus utama dalam arsitektur pembangunan Indonesia.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User