Kecelakaan Maut di Indramayu Tewaskan 10 Penumpang Pikap Rombongan Pengantin
Indramayu, Apaberita – Sebuah kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan terjadi di Jalur Pantura, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Sabtu dini hari (tanggal disesuaikan dengan simulasi ...
Indramayu, Apaberita – Sebuah kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan terjadi di Jalur Pantura, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Sabtu dini hari (tanggal disesuaikan dengan simulasi pemberitaan aktual). Insiden nahas tersebut merenggut nyawa 10 orang dan mengakibatkan 8 orang lainnya mengalami luka-luka. Kendaraan pikap yang mengangkut rombongan pengantin menjadi salah satu pihak yang paling terdampak dalam tragedi ini.
Kepolisian Resor Indramayu langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara dan evakuasi korban. Berdasarkan keterangan resmi yang dihimpun di lapangan, kecelakaan bermula saat sebuah pikap berwarna hitam dengan nomor polisi E 8446 BC yang membawa 17 orang rombongan keluarga pengantin melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta. Sesampainya di ruas jalan yang masuk wilayah Kecamatan Patrol, kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali dan menabrak bagian belakang truk tangki yang tengah melaju searah. Benturan keras itu membuat pikap terpental ke jalur berlawanan dan kembali dihantam sebuah mobil bak terbuka yang datang dari arah berlawanan.
Kronologi Versi Kepolisian
Kapolres Indramayu, AKBP M. Fahri Siregar, dalam keterangan persnya menjelaskan bahwa pihaknya masih mendalami penyebab pasti kecelakaan. "Berdasarkan pemeriksaan awal dan keterangan saksi, pikap rombongan pengantin melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Diduga sopir pikap kurang antisipasi terhadap kendaraan berat di depannya sehingga terjadi tabrakan beruntun," ujarnya. Pihak kepolisian telah mengamankan sopir truk dan sopir mobil bak untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Keduanya tidak mengalami luka serius.
Data yang dirilis Satuan Lalu Lintas Polres Indramayu menyebutkan bahwa total korban meninggal dunia berjumlah 10 orang, terdiri atas 9 penumpang pikap dan 1 orang dari kendaraan bak. Sementara itu, 8 orang lain yang merupakan penumpang pikap mengalami luka berat hingga ringan dan segera dilarikan ke RSUD Indramayu serta beberapa puskesmas terdekat. Seluruh korban merupakan warga Desa Panyingkiran, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, yang tengah dalam perjalanan pulang seusai menghadiri resepsi pernikahan salah satu kerabat mereka di Kota Cirebon.
Kesaksian Warga dan Keluarga Korban
Sejumlah saksi mata di lokasi kejadian mengaku mendengar suara benturan keras dan langsung berhamburan keluar rumah. Rusdi (45), warga setempat, menuturkan, "Saya lihat pikap sudah ringsek, banyak orang tergeletak di aspal. Ada yang masih bergerak, tapi banyak yang sudah tidak bernyawa. Suasananya sangat mencekam, terutama karena banyak korban masih mengenakan pakaian pengantin adat." Tim penyelamat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PMI yang tiba di lokasi sekitar 30 menit setelah kejadian harus bekerja keras mengevakuasi korban yang terjepit badan kendaraan.
Pihak keluarga korban yang belum mendapatkan kejelasan tampak histeris saat tiba di RSUD Indramayu. Kusnadi (52), salah seorang kerabat yang kehilangan dua keponakannya, mengaku tak menyangka rombongan yang berangkat dengan penuh suka cita harus pulang dalam kondisi mengenaskan. "Mereka berangkat bareng buat ngiring penganten, eh malah dapat musibah begini. Kami cuma bisa pasrah," ucapnya dengan suara terbata. Proses identifikasi korban sempat berjalan lambat karena sebagian besar penumpang pikap tidak membawa identitas lengkap.
Respons Pemerintah Daerah dan Tindak Lanjut
Bupati Indramayu, Nina Agustina, yang mendatangi lokasi kejadian dan rumah sakit pada pagi harinya menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban. Ia juga memerintahkan dinas terkait untuk menanggung seluruh biaya perawatan korban luka serta membantu pemakaman para korban meninggal. "Ini musibah besar bagi kita semua. Kami akan memastikan penanganan berjalan maksimal dan melakukan evaluasi keselamatan jalur Pantura yang kerap memakan korban," tegasnya.
Kecelakaan ini kembali menyoroti praktik angkutan barang yang digunakan untuk mengangkut penumpang, terutama dalam rombongan hajatan. Wakil Ketua DPRD Indramayu, H. Sirojudin, mendesak jajaran kepolisian untuk meningkatkan penindakan terhadap kendaraan pikap yang nekat membawa manusia. "Ini sudah berulang kali terjadi. Perlu ada tindakan tegas agar ke depan tidak ada lagi nyawa melayang sia-sia akibat kelalaian dan pengabaian aturan lalu lintas," katanya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, kendaraan barang seperti pikap dilarang mengangkut orang kecuali dilengkapi dengan surat izin dan memenuhi syarat teknis tertentu.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan pendalaman olah TKP dan menunggu hasil uji laboratorium terhadap kondisi kesehatan sopir pikap yang diduga meninggal di tempat. Pihak rumah sakit menyatakan 8 korban luka masih dalam penanganan intensif, dua di antaranya dalam kondisi kritis. Arus lalu lintas di Jalur Pantura yang sempat terhambat kini telah kembali normal setelah bangkai kendaraan dievakuasi menggunakan mobil derek milik kepolisian.
Baca juga:
Comments (0)