SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura Juara Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar

Jayapura, Apaberita – SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Papua yang diselenggarakan di Aula Kantor Guber...

Jul 13, 2026 - 04:30
0 0
SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura Juara Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar

Jayapura, Apaberita – SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Papua yang diselenggarakan di Aula Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, pada Kamis (12/7). Kemenangan ini memastikan langkah mereka sebagai wakil tunggal Papua dalam ajang serupa di tingkat nasional yang akan digelar di Jakarta pada Agustus mendatang.

Kepastian itu diperoleh setelah tim yang terdiri dari tiga siswa kelas XI tersebut unggul atas sembilan finalis lain dari berbagai kabupaten/kota. Kompetisi yang menguji penguasaan materi Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika itu berlangsung dalam tiga babak ketat: penyisihan, semifinal, dan final. Pada babak puncak, SMA YPPK Teruna Bakti mencatatkan akumulasi nilai 920, meninggalkan posisi kedua yang diraih SMA Negeri 1 Jayapura dengan selisih 135 poin.

Kemenangan dalam Kompetisi Ketat

Koordinator juri, Drs. Yulianus Mote, M.Pd., menyatakan bahwa babak final menjadi momentum penentuan yang dramatis. “Seluruh finalis menunjukkan penguasaan materi yang sangat baik, terutama pada sesi pertanyaan eksploratif seputar implementasi nilai-nilai Empat Pilar dalam kehidupan berbangsa. Namun, tim dari SMA Teruna Bakti tampil konsisten dan paling responsif dalam memberikan jawaban berbasis argumen konstitusional,” ujarnya usai membacakan hasil kejuaraan.

LCC Empat Pilar MPR RI merupakan agenda tahunan yang digagas Badan Pengkajian MPR RI bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi. Di Papua, penyelenggaraan tahun ini diikuti oleh 14 kabupaten/kota dengan total 42 peserta setelah melalui seleksi di tingkat regional. Materi lomba mencakup hafalan pasal-pasal kunci UUD 1945, pemaknaan sila Pancasila secara kontekstual, wawasan sejarah integrasi bangsa, serta studi kasus keberagaman di tanah Papua. Untuk pertama kalinya, panitia menyisipkan segmen khusus yang menguji pemahaman peserta tentang Otonomi Khusus Papua dalam kerangka NKRI.

Guru pendamping, Maria Y. Wenda, S.Pd., mengungkapkan bahwa timnya menjalani proses latihan intensif selama hampir tiga bulan. “Kami membentuk kelompok diskusi rutin setiap Rabu dan Sabtu. Anak-anak tidak hanya menghafal, tetapi juga diajak memahami filosofi di balik setiap sila dan pasal. Diskusi kasus-kasus aktual seperti penerapan desentralisasi asimetris di Papua menjadi bekal penting,” jelasnya. Perpustakaan sekolah dan Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan menjadi pusat kegiatan persiapan yang didukung penuh oleh Kepala Sekolah, Alexsander Y. Youwe, S.Si., M.M.

Persiapan Intensif Menuju Tingkat Nasional

Menindaklanjuti hasil tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua, Drs. Elias Y. Ayomi, M.M., menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan dukungan penuh. “Kami akan menyiapkan pelatihan lanjutan bersama pakar hukum tata negara dan anggota MPR RI dari Dapil Papua. Target kami bukan sekadar hadir, tetapi membawa nama baik Papua di tingkat nasional,” ucapnya dalam sambutan penutupan lomba. Rapat koordinasi antara pihak sekolah, Dinas Pendidikan, dan perwakilan MPR RI telah dijadwalkan pada pekan depan untuk merumuskan program pemantapan materi.

Dukungan juga mengalir dari Fraksi-Fraksi di MPR RI yang memiliki anggota asal Papua. Berdasarkan putusan rapat pleno Badan Pengkajian, setiap pemenang provinsi akan menerima akses bimbingan daring selama satu bulan sebelum pelaksanaan LCC nasional. Program ini meliputi simulasi kompetisi, pengayaan wawasan kebangsaan, dan kunjungan virtual ke lembaga-lembaga negara. Tim Teruna Bakti dijadwalkan akan mengikuti sesi pertama pada 20 Juli 2026.

Ketua tim, Nataniel P. Kogoya, menuturkan rasa syukur dan tekadnya. “Ini anugerah sekaligus tanggung jawab. Di tingkat nasional nanti, kami akan berhadapan dengan wakil-wakil terbaik dari seluruh provinsi. Kami akan berusaha semaksimal mungkin, tidak hanya membawa pulang piala tetapi juga menunjukkan bahwa anak Papua menguasai nilai-nilai dasar negara dengan sepenuh hati,” ujarnya didampingi dua rekannya, Yulince Karubaba dan Marthen L. Wanimbo.

Kepala Sekolah Alexsander Youwe menambahkan bahwa prestasi ini merupakan buah dari pembinaan karakter yang terstruktur. “Kami mengintegrasikan pendidikan Empat Pilar dalam berbagai mata pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler seperti Paskibraka dan Palang Merah Remaja. Ini adalah bagian dari ikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga kokoh jati diri kebangsaannya,” tuturnya.

Harapan bagi Pembinaan Wawasan Kebangsaan

Pencapaian SMA YPPK Teruna Bakti ini turut menjadi perhatian Anggota MPR RI asal Papua, Yohanis R. Numberi, S.H., M.H. Dalam keterangannya, ia menyampaikan apresiasi dan menekankan pentingnya sosialisasi Empat Pilar di kalangan pelajar sebagai benteng ideologis. “Generasi muda, khususnya di Papua, perlu memahami bahwa NKRI adalah rumah bersama. Prestasi ini menunjukkan bahwa pelajar kita mampu menjadi agen pemersatu bangsa melalui penguasaan nilai-nilai fundamental bernegara,” ucapnya.

Dengan kemenangan ini, SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura akan berlaga di Jakarta pada 14–19 Agustus 2026, bertepatan dengan rangkaian Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka akan bersaing dengan 33 tim provinsi lainnya. Kepanitiaan nasional menetapkan tema besar tahun ini, “Aktualisasi Empat Pilar MPR RI untuk Memperkuat Ketahanan Nasional di Era Disrupsi Digital”, yang mengindikasikan bahwa para peserta akan diuji pada isu-isu kontemporer seperti literasi digital, hoaks, dan radikalisme dalam konteks ideologi negara.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User