Kapolri Dianugerahi Anggota Kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah

JAKARTA — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dianugerahi status anggota kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Penghargaan tersebut disera...

Kapolri Dianugerahi Anggota Kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah

JAKARTA — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dianugerahi status anggota kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Penghargaan tersebut diserahkan oleh pimpinan perguruan pencak silat yang bernaung di bawah Persyarikatan Muhammadiyah sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi Kapolri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat serta kedekatannya dengan organisasi kemasyarakatan Islam di Tanah Air.

Dengan penyematan ini, Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menjadi bagian dari keluarga besar perguruan silat yang berdiri pada 31 Juli 1963 di Yogyakarta itu. Tapak Suci Putera Muhammadiyah merupakan organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak di bidang seni bela diri pencak silat dan tercatat telah melahirkan ribuan pendekar serta atlet berprestasi di berbagai daerah di Indonesia.

Penghargaan sebagai Bentuk Kepercayaan

Penganugerahan anggota kehormatan kepada pejabat negara bukan hal yang diberikan secara sembarangan oleh Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Status tersebut umumnya ditetapkan melalui keputusan pimpinan perguruan dengan mempertimbangkan rekam jejak, integritas, serta kontribusi penerima terhadap masyarakat dan bangsa.

Dalam kesempatan itu, Kapolri menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menyatakan penghargaan tersebut menjadi kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga dengan baik dalam pelaksanaan tugas sebagai pimpinan tertinggi Korps Bhayangkara.

"Saya berharap hubungan antara Polri dan Muhammadiyah semakin erat ke depannya," ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai menerima penganugerahan tersebut.

Pernyataan itu mencerminkan komitmen Kapolri untuk terus membuka ruang dialog dan kerja sama dengan seluruh elemen umat Islam. Ia menilai kedekatan antara aparat keamanan dan organisasi kemasyarakatan merupakan modal penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di seluruh wilayah Indonesia.

Komitmen Mempererat Hubungan Polri dan Muhammadiyah

Kapolri menegaskan bahwa Polri memandang Muhammadiyah sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas keamanan. Menurutnya, organisasi yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada 18 November 1912 itu memiliki jaringan yang luas hingga ke pelosok daerah, mulai dari lembaga pendidikan, rumah sakit, hingga majelis dan organisasi otonom.

Ia menyatakan kedekatan antara kepolisian dan Muhammadiyah selama ini telah berjalan dengan baik melalui berbagai program kolaborasi. Ke depan, kerja sama tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan yang lebih konkret, terutama dalam pembinaan generasi muda, pencegahan radikalisme, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

Di bawah kepemimpinannya, Polri memang gencar menggelar kegiatan silaturahmi kebangsaan dengan para tokoh agama dan pimpinan ormas. Langkah itu menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat sipil.

Tapak Suci dan Kontribusinya bagi Bangsa

Tapak Suci Putera Muhammadiyah merupakan salah satu perguruan pencak silat tertua dan terbesar di Indonesia. Perguruan ini menjadi anggota resmi Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) dan konsisten mengirimkan atletnya pada berbagai kejuaraan, baik tingkat nasional maupun internasional.

Selain berkiprah di arena olahraga, Tapak Suci juga dikenal aktif membina kader melalui nilai-nilai keislaman dan kepemimpinan. Para anggotanya dididik untuk menjunjung tinggi akhlak, disiplin, serta semangat bela negara sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan masing-masing.

Bergabungnya Kapolri sebagai anggota kehormatan dinilai memperkuat jalinan silaturahmi antara perguruan silat tersebut dengan institusi kepolisian. Hubungan yang terjalin diharapkan membuka ruang sinergi baru, khususnya dalam pembinaan mental dan karakter anggota Polri melalui nilai-nilai yang diusung Tapak Suci.

Sinergi Ormas dan Kepolisian Jaga Stabilitas Nasional

Kedekatan Polri dengan organisasi kemasyarakatan merupakan bagian dari strategi pemolisian masyarakat yang digaungkan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sejak menjabat sebagai Kapolri pada 27 Januari 2021. Pendekatan ini menekankan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif.

Muhammadiyah sendiri merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan jutaan warga yang tersebar di seluruh provinsi. Dukungan dari ormas semacam itu dipandang penting bagi kepolisian dalam menjalankan tugas pemeliharaan kamtibmas, terutama di tengah dinamika sosial politik yang terus berkembang.

Penganugerahan anggota kehormatan ini menjadi penanda babak baru hubungan kedua belah pihak. Kapolri menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dan merangkul seluruh komponen bangsa demi terwujudnya Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User