Soekarno Cup 2026 Diikuti 16 Tim, Said Abdullah Tekankan Pembentukan Karakter
JAWA TIMUR — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah menegaskan bahwa gelaran Soekarno Cup 2026 tidak semata-mata menjadi ajang perebutan gelar juara, melainkan sar...
JAWA TIMUR — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah menegaskan bahwa gelaran Soekarno Cup 2026 tidak semata-mata menjadi ajang perebutan gelar juara, melainkan sarana strategis untuk membangun pesepakbola muda yang berkarakter. Penegasan tersebut disampaikannya dalam seremoni pembukaan turnamen yang berlangsung di Jawa Timur pada Senin, 10 Agustus 2026, yang ditandai dengan penyalaan obor serta dihadiri jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan dan sejumlah legenda Tim Nasional (Timnas) Indonesia.
Turnamen edisi tahun ini ditetapkan berlangsung selama dua pekan, yakni 10 hingga 24 Agustus 2026, dengan diikuti 16 tim yang akan saling beradu kemampuan di lapangan hijau. Seluruh peserta diharapkan menjunjung tinggi sportivitas serta menjaga kondusivitas selama kompetisi berlangsung.
"Melalui Soekarno Cup, kami ingin melahirkan pesepakbola yang tidak hanya terampil mengolah si kulit bundar, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, disiplin, sportif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan sebagaimana diteladankan oleh Bung Karno," ujar Said Abdullah dalam sambutannya.
Penyalaan Obor Tandai Dimulainya Kompetisi
Seremoni pembukaan Soekarno Cup 2026 berlangsung khidmat dengan prosesi penyalaan obor sebagai penanda resmi dimulainya seluruh rangkaian pertandingan. Api obor tersebut dimaknai sebagai simbol semangat perjuangan yang tidak pernah padam, sekaligus mengingatkan para peserta pada nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Soekarno.
Enam belas tim peserta mengikuti prosesi pembukaan dengan penuh antusias. Suasana semakin semarak dengan kehadiran para pendukung dan masyarakat yang memadati area stadion untuk menyaksikan langsung jalannya seremoni pembukaan turnamen.
Sepak Bola Sebagai Wahana Pembentukan Karakter
Said Abdullah menyatakan, sepak bola merupakan olahraga rakyat yang memiliki kekuatan besar dalam membentuk kepribadian generasi muda. Menurutnya, lapangan hijau mengajarkan banyak hal, mulai dari kedisiplinan, kerja sama tim, keberanian mengambil keputusan, hingga kesanggupan menerima kekalahan secara lapang dada.
"Karakter seorang pemain tidak terbentuk dalam semalam. Ia ditempa melalui proses panjang, latihan yang konsisten, serta kompetisi yang sehat. Soekarno Cup hadir untuk menindaklanjuti kebutuhan tersebut, yakni menyediakan panggung pembinaan yang mendidik, bukan sekadar berlaga," katanya.
Ia menambahkan, pembinaan sepak bola usia muda memerlukan dukungan seluruh pihak, baik keluarga, sekolah, klub, maupun pemerintah daerah. Turnamen yang digelar secara berkesinambungan dinilai mampu menjadi mata rantai penting dalam sistem pembinaan sepak bola nasional, sehingga talenta-talenta terbaik dari daerah dapat terpantau dan berkembang ke jenjang yang lebih tinggi.
Jawa Timur selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penyuplai pemain berbakat bagi sepak bola nasional. Karena itu, kompetisi yang terorganisasi dengan baik di tingkat daerah dipandang menjadi prasyarat agar potensi tersebut tidak terbuang dan dapat disalurkan melalui jalur pembinaan yang tepat.
Dihadiri DPP PDI Perjuangan dan Legenda Timnas
Pembukaan turnamen turut dihadiri jajaran DPP PDI Perjuangan sebagai bentuk dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kompetisi sepak bola di tingkat daerah. Kehadiran pengurus pusat partai tersebut menegaskan komitmen organisasi dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui jalur olahraga.
Sejumlah legenda Timnas Indonesia juga hadir dan berbagi pengalaman kepada para pemain muda. Keberadaan para mantan pemain timnas itu diharapkan menjadi sumber inspirasi bagi peserta untuk terus berjuang menggapai cita-cita menembus skuad nasional di masa mendatang.
Jadwal Pertandingan hingga Partai Puncak
Berdasarkan jadwal yang ditetapkan panitia, pertandingan digelar mulai 10 Agustus 2026 dan berlangsung hingga partai puncak pada 24 Agustus 2026. Selama dua pekan tersebut, 16 tim akan menjalani persaingan ketat untuk memperebutkan trofi Soekarno Cup.
Said Abdullah berharap turnamen ini dapat terus diselenggarakan secara rutin dan menjadi tradisi pembinaan sepak bola di Jawa Timur. Ia juga mengajak seluruh peserta menjaga nama baik tim, menghormati keputusan wasit, serta menjadikan setiap pertandingan sebagai kesempatan membuktikan bahwa generasi muda Indonesia mampu berprestasi dengan tetap berpegang pada nilai-nilai luhur bangsa.
Comments (0)