Irjen Pol. Mohammad Iqbal: Profil dan Kinerja Kapolda Riau
Irjen Pol. Mohammad Iqbal: Profil dan Kinerja Kapolda Riau
Profil Singkat
Irjen Pol. Mohammad Iqbal lahir di Jakarta pada 1 Juli 1970. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991 yang meniti karier dari bawah hingga mencapai pangkat Inspektur Jenderal Polisi. Sosoknya dikenal sebagai perwira tinggi dengan pengalaman panjang di bidang reserse, khususnya dalam penanganan kejahatan transnasional dan terorisme.
Iqbal memiliki rekam jejak pendidikan kepolisian yang lengkap, termasuk PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian), Sespim Polri, dan Lemhannas RI. Sebelum menjabat sebagai Kapolda Riau, ia telah mengemban berbagai posisi strategis di tingkat pusat maupun daerah. Kombinasi pengalaman operasional dan akademis menjadikannya figur dengan pendekatan kepemimpinan yang analitis dan terukur.
Karier dan Riwayat Jabatan
Perjalanan karier Irjen Pol. Mohammad Iqbal dimulai sebagai Pamapta di Polres Jakarta Pusat. Bakat investigasinya membawanya ke jajaran Direktorat Reserse Kriminal Polda Metro Jaya, di mana ia menangani kasus-kasus besar, termasuk pengungkapan jaringan narkotika dan tindak pidana pencucian uang. Namanya semakin dikenal saat bertugas di Divisi Hubungan Internasional Polri, memperdalam keahliannya dalam kerja sama keamanan lintas negara.
Jabatan penting yang pernah diemban antara lain Kapolres Metro Jakarta Barat pada 2011, di mana ia memimpin langsung pengamanan sejumlah peristiwa krusial di ibu kota. Kariernya terus menanjak hingga dipercaya sebagai Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Wakapolda Jawa Timur, dan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri. Sebelum bertugas di Riau, ia menjabat sebagai Kapolda Kepulauan Riau, sebuah pengalaman yang memberinya pemahaman mendalam tentang dinamika keamanan di wilayah Melayu pesisir.
Kinerja dan Program Unggulan
Sejak resmi dilantik sebagai Kapolda Riau pada pertengahan 2025, Irjen Pol. Mohammad Iqbal langsung memetakan persoalan keamanan prioritas di provinsi tersebut. Salah satu langkah signifikannya adalah penguatan Satuan Tugas Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla). Di bawah komandonya, Polda Riau menerapkan pendekatan penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelaku pembakaran lahan, termasuk menyasar korporasi yang terbukti melanggar aturan. Hasilnya, sepanjang musim kemarau 2025, jumlah titik api di Riau berhasil ditekan secara signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Pada sektor kejahatan konvensional, Iqbal menekankan pentingnya pemolisian prediktif melalui optimalisasi Command Center Polda Riau. Ia menginstruksikan jajarannya untuk memperkuat patroli siber guna mengantisipasi kejahatan digital yang kian marak. Program "Polisi RW" yang digagas sebelumnya direvitalisasi dengan menambahkan komponen literasi digital bagi masyarakat, terutama di wilayah rawan penipuan daring. Sepanjang triwulan pertama 2026, Polda Riau juga berhasil mengungkap peredaran narkotika jaringan internasional dengan barang bukti sabu seberat 45 kilogram yang disembunyikan melalui jalur pelabuhan tikus.
Perhatian terhadap isu sosial juga menjadi warna kepemimpinan Iqbal. Melalui program "Balai Kemitraan Polri dan Ulama", ia rutin menggelar dialog dengan pemuka agama dan tokoh adat Melayu untuk meredam potensi konflik horizontal menjelang tahun politik. Langkah ini diapresiasi berbagai pihak karena mampu menjaga stabilitas keamanan di provinsi yang memiliki sejarah gesekan sosial cukup kompleks tersebut.
Tantangan dan Harapan
Meski sejumlah capaian positif telah ditorehkan, Irjen Pol. Mohammad Iqbal masih menghadapi pekerjaan rumah yang tidak ringan. Angka kecelakaan lalu lintas di jalur lintas Sumatera yang melintasi Riau masih menjadi perhatian serius. Selain itu, praktik kejahatan lingkungan berupa penambangan emas tanpa izin di sepanjang aliran Sungai Kuantan menjadi tantangan yang membutuhkan penanganan lintas sektoral.
Banyak pihak menaruh harapan agar jajaran Polda Riau di bawah komando Iqbal mampu mempertahankan netralitas dan profesionalisme, terutama saat tahapan pemilihan kepala daerah serentak bergulir. Dukungan anggaran dan penambahan personel dari Mabes Polri menjadi salah satu kunci keberhasilan program prioritas yang telah dicanangkan.
Sosok Irjen Pol. Mohammad Iqbal yang dikenal komunikatif dan responsif terhadap kritik publik diharapkan dapat terus menjadi teladan bagi jajarannya. Di usianya yang kini menginjak 55 tahun, ia menekankan komitmennya untuk membangun kepercayaan publik melalui pelayanan kepolisian yang transparan dan humanis. "Tugas kami bukan sekadar menindak, tetapi hadir sebagai pelindung dan pengayom yang menjawab keresahan masyarakat," ujarnya dalam sebuah kesempatan, menegaskan arah kebijakan Polda Riau ke depan.
Comments (0)