Kaca Gedung SCBD Pecah Akibat Tabrakan Mobil Listrik BYD
Jakarta — Sebuah kendaraan listrik BYD menabrak panel kaca bagian depan sebuah gedung perkantoran di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan, pada Rabu pagi (15/7). Inside...
Jakarta — Sebuah kendaraan listrik BYD menabrak panel kaca bagian depan sebuah gedung perkantoran di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan, pada Rabu pagi (15/7). Insiden terjadi sekitar pukul 08.42 WIB dan tidak menimbulkan korban jiwa. Berdasarkan keterangan pihak pengelola gedung, kerusakan yang timbul telah diselesaikan melalui kesepakatan kekeluargaan antara pengemudi dan manajemen gedung tanpa perlu menempuh jalur hukum.
Peristiwa ini melibatkan satu unit BYD Seal berwarna putih bernomor polisi B-2345-KV yang dikemudikan oleh seorang perempuan berusia 35 tahun berinisial R. Mobil tersebut tiba-tiba melaju dan menghantam panel kaca setinggi tiga meter di lobi utama Gedung Treasury Tower, salah satu menara perkantoran premium di lingkungan SCBD Lot 28. Saksi mata menyebutkan kendaraan semula berada di area parkir lobi sebelum kehilangan kendali dan menerobos pembatas kaca.
Kronologi Kecelakaan di Area Parkir Lobi
Menurut keterangan petugas keamanan gedung yang bertugas, Suwarno (45), pengemudi baru saja memasuki area lobi untuk menurunkan seorang penumpang. "Mobil berhenti sekitar lima detik, lalu tiba-tiba terdengar suara deru dan langsung menabrak kaca. Pecahannya berserakan cukup jauh," ujar Suwarno saat ditemui di lokasi. Ia menduga kuat pengemudi keliru menginjak pedal akselerator saat berniat mengerem, kondisi yang lazim terjadi pada kendaraan listrik dengan torsi spontan tinggi.
Petugas keamanan dan tim tanggap darurat gedung segera mengamankan area dalam waktu kurang dari tiga menit. Tidak ada pejalan kaki atau penghuni gedung yang berada tepat di belakang panel kaca saat kejadian. Tim medis dari klinik gedung melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi dan satu orang penumpang; keduanya dinyatakan hanya mengalami syok ringan dan tidak memerlukan perawatan lanjutan.
Kendaraan BYD Seal tersebut diketahui merupakan mobil dinas milik perusahaan konsultan teknologi yang berkantor di lantai 23 gedung yang sama. Perusahaan itu telah mengonfirmasi bahwa pengemudi adalah karyawan tetap yang baru tiga bulan menggunakan kendaraan listrik sebagai kendaraan operasional. Di duga faktor adaptasi terhadap karakter akselerasi instan motor listrik turut berkontribusi terhadap insiden.
Kesepakatan Kekeluargaan dalam Dua Jam
Manajemen Gedung Treasury Tower, melalui Kepala Departemen Operasional, Andi Pratama, menyatakan bahwa seluruh kerugian material telah diselesaikan secara kekeluargaan sebelum pukul 11.00 WIB. "Kami menghargai itikad baik pengemudi dan perusahaan pemilik kendaraan yang langsung bertanggung jawab mengganti seluruh biaya perbaikan. Tidak ada laporan kepolisian yang dibuat karena kedua belah pihak sepakat menyelesaikan secara damai," tegas Andi dalam keterangan tertulis yang diterima Apaberita.
Berdasarkan estimasi awal, dua panel kaca tempered laminasi yang pecah memiliki nilai penggantian sekitar Rp 45 juta hingga Rp 60 juta per panel, termasuk biaya pasang dan penanganan limbah kaca. Proses pembersihan puing kaca rampung dalam waktu satu jam dan akses lobi kembali normal pada pukul 10.15 WIB. Tidak ada gangguan operasional berarti pada aktivitas perkantoran karena insiden terjadi di luar jam sibuk lobi.
Respons Kepolisian dan Pihak Berwenang
Kepala Unit Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Rudi Hartono, membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan dari patroli lapangan, namun tidak melanjutkan ke proses penyelidikan. "Dasarnya, tidak ada unsur pidana yang terpenuhi. Kecelakaan murni terjadi di area privat gedung, tidak melibatkan korban, dan sudah ada penyelesaian perdata antara para pihak. Kami tetap lakukan pendataan administratif sebagai bagian dari pembinaan keamanan lalu lintas terpadu," jelas AKP Rudi melalui sambungan telepon.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Suharyanto, mengingatkan pentingnya pelatihan transisi bagi pengguna kendaraan listrik, terutama yang baru pertama kali mengoperasikan mobil dengan torsi instan tinggi. "Ini bukan kasus pertama dan harus menjadi perhatian perusahaan yang melakukan konversi armada ke EV. Kami mendorong manajemen SDM setiap korporasi menyertakan modul pelatihan khusus sebelum menyerahkan kunci," ujarnya menanggapi insiden tersebut.
Pelajaran dari Kejadian Tanpa Korban
Insiden di SCBD ini menjadi pengingat tentang perlunya peningkatan kewaspadaan dalam mengemudikan mobil bertenaga listrik, khususnya pada area dengan lalu lintas pejalan kaki yang padat. Federasi Keselamatan Jalan Indonesia (FKJI) mencatat bahwa sejak awal 2026, telah terjadi tujuh peristiwa serupa di area parkir dan lobi gedung di Jakarta yang melibatkan kendaraan listrik, meskipun seluruhnya tanpa korban jiwa. Ketua Umum FKJI, Irjen Pol (Pur) Bambang Prakoso, menganjurkan agar setiap gedung perkantoran memasang bollard pengaman di depan area lobi yang bersinggungan langsung dengan akses kendaraan.
Sementara itu, perwakilan BYD Indonesia belum memberikan tanggapan resmi terkait kronologi teknis insiden. Hingga berita ini diturunkan, puing-puing kaca telah sepenuhnya dibersihkan dan manajemen gedung tengah menyiapkan pemasangan panel pengganti yang dijadwalkan selesai dalam waktu 2x24 jam. Tidak ada penghentian operasional layanan publik di gedung tersebut.
Comments (0)