Bahlil: Blok Masela Sumbang Rp2.477 Triliun ke PDB Nasional

Proyek Strategis Nasional (PSN) Gas Abadi Blok Masela diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak terkuat bagi perekonomian Indonesia dalam satu dekad

Jul 17, 2026 - 03:49
0 0
Bahlil: Blok Masela Sumbang Rp2.477 Triliun ke PDB Nasional

Proyek Strategis Nasional (PSN) Gas Abadi Blok Masela diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak terkuat bagi perekonomian Indonesia dalam satu dekade mendatang. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam paparannya di Jakarta menegaskan bahwa kontribusi blok gas raksasa ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dapat menembus angka fantastis hingga Rp2.477 triliun sepanjang masa operasinya. Angka tersebut menempatkan Masela sebagai game changer yang tidak hanya menjaga ketahanan energi tetapi juga mentransformasi struktur ekonomi kawasan timur Indonesia.

Skala Proyek dan Cadangan Melimpah

Blok Masela yang terletak di Laut Arafura, perairan selatan Maluku, memiliki cadangan gas alam yang diperkirakan mencapai 2,5 triliun kaki kubik (Tcf). Dengan produksi puncak yang direncanakan mencapai 9,5 juta ton per tahun (mtpa), proyek ini akan menjadi salah satu fasilitas LNG terbesar di Asia Tenggara. Bahlil menyebut, setelah berpuluh tahun tertunda dan mengalami perubahan skema dari offshore menjadi onshore, kini Masela memasuki fase finalisasi investasi yang melibatkan konsorsium dengan Inpex Corporation sebagai operator utama.

"Kita tidak sedang bicara proyek biasa. Masela adalah jawaban atas ketimpangan pembangunan. Kalau ini jalan, ceritanya bukan cuma gas, tapi bagaimana Maluku dan Indonesia timur bisa menikmati lompatan ekonomi yang selama ini hanya dinikmati wilayah barat," ujar Bahlil penuh optimisme.

Dampak Berganda: Dari Produksi Hingga Serapan Tenaga Kerja

Proyeksi kontribusi Rp2.477 triliun tersebut bukan datang dari penjualan LNG semata. Pemerintah menghitung efek berganda (multiplier effect) yang mencakup penerimaan negara bukan pajak, pajak penghasilan, pajak daerah, royalti, serta pertumbuhan sektor pendukung seperti konstruksi, perhotelan, logistik, dan UMKM lokal. Dalam masa konstruksi, proyek ini diperkirakan menyerap lebih dari 70.000 tenaga kerja, dengan porsi signifikan berasal dari masyarakat sekitar. Untuk itulah Bahlil mendorong pelatihan vokasi masif agar putra daerah tidak menjadi penonton di rumah sendiri.

Selain itu, pembangunan infrastruktur penunjang seperti pelabuhan, jalan, dan kawasan industri akan meninggalkan legacy permanen. Skema onshore di Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, membuka peluang bagi berkembangnya kawasan ekonomi khusus berbasis petrokimia, pupuk, dan industri pengolahan lainnya. Nilai investasi total proyek diperkirakan menembus USD 20 miliar, menjadikannya salah satu investasi energi terbesar pasca-reformasi.

Multiplier Effect ke Sektor Daerah

Kementerian ESDM bersama pemerintah daerah telah menyusun cetak biru agar gelombang ekonomi dari Masela tidak sekadar lewat. Transfer pengetahuan dan alih teknologi menjadi syarat wajib bagi kontraktor. Bahlil mencontohkan local content dalam rantai pasok bisa mencapai 40-60% jika kesiapan industri dalam negeri ditingkatkan. "Jangan sampai pipa dan baja terus diimpor. Kita dorong industri baja nasional, kita dorong galangan kapal dalam negeri terlibat," tegasnya.

Dana bagi hasil (DBH) minyak dan gas bumi untuk daerah penghasil pun diperkirakan melonjak drastis. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Provinsi Maluku akan menerima kucuran fiskal yang belum pernah terjadi sebelumnya, memberi ruang fiskal untuk pembangunan kesehatan, pendidikan, dan konektivitas. Proyek ini memberikan harapan baru bagi perbaikan indeks pembangunan manusia di wilayah yang selama ini masuk dalam kategori tertinggal.

Jadwal dan Komitmen yang Dikebut

Target komersial Blok Masela dipatok pada 2030, dengan keputusan investasi final (final investment decision) dijadwalkan dalam waktu dekat. Pemerintah memberikan perpanjangan kontrak kerja sama hingga 2055 untuk memastikan keekonomian proyek tetap menarik bagi operator. Bahlil memastikan bahwa proses negosiasi dengan Inpex dan mitranya berjalan konstruktif, tanpa mengorbankan kepentingan nasional. "Kita tidak buru-buru, tetapi kita tidak ingin menunda lagi karena setiap tahun penundaan berarti kehilangan potensi pendapatan yang luar biasa," tandasnya.

Di tengah upaya global menuju transisi energi, gas bumi diposisikan sebagai jembatan. Masela akan memproduksi LNG yang sebagian diserap pasar domestik untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik dan industri, menjaga momentum pertumbuhan ekonomi 5-6 persen per tahun. Dengan fondasi yang kuat, Blok Masela bukan sekadar tambahan aset migas, melainkan fondasi baru kejayaan maritim dan ekonomi nusantara.

[SOCIAL_TWEET]: Bahlil ungkap Blok Masela bakal sumbang hingga Rp2.477 triliun ke PDB nasional. Proyek gas raksasa di Maluku ini ditargetkan onstream 2030 & serap 70.000 tenaga kerja. #BlokMasela #EnergiNasional #BahlilLahadalia[SOCIAL_TG]: 🔥 Bahlil: Blok Masela bisa guyur Rp2.477 triliun ke PDB nasional. Cadangan 2,5 Tcf, investasi USD 20 miliar, dan bakal kerek ekonomi Maluku! Produksi perdana ditargetkan 2030. #EnergiUntukNegeri

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User