Jejaring Sponsor Judi Online Hayam Wuruk Mulai Terkuak, Bareskrim Kantongi 15 Perusahaan Penjamin WNA

Jakarta – Upaya pengungkapan sindikat judi online yang beroperasi di Gedung Hayam Wuruk Tower, Jakarta Barat, memasuki babak baru. Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri kini me

Jul 08, 2026 - 05:30
0 0
Jejaring Sponsor Judi Online Hayam Wuruk Mulai Terkuak, Bareskrim Kantongi 15 Perusahaan Penjamin WNA

Jakarta – Upaya pengungkapan sindikat judi online yang beroperasi di Gedung Hayam Wuruk Tower, Jakarta Barat, memasuki babak baru. Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri kini mengalihkan fokus penyelidikan pada dugaan keterlibatan korporasi yang menjadi tulang punggung masuknya ratusan warga negara asing pengelola situs ilegal tersebut.

Berdasarkan laporan investigatif yang dihimpun Apaberita.com, penyidik berhasil menginventarisasi sedikitnya 15 perusahaan yang bertindak sebagai sponsor bagi para tersangka internasional. Perusahaan-perusahaan ini diduga kuat berperan sebagai penjamin keimigrasian, memfasilitasi masuknya warga asing dengan dalih penugasan legal, padahal kenyataannya mereka dikerahkan untuk menjalankan operasi perjudian digital.

Kepala Dittipidum Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Wira Satya Triputra, mengonfirmasi temuan ini dalam konferensi pers yang digelar di markas besar Bareskrim. Ia menegaskan bahwa pengembangan kasus tidak berhenti pada penangkapan para eksekutor di lapangan.

Dari hasil pendalaman terhadap para WNA yang diamankan, kami mendapatkan informasi terkait orang yang menjadi sponsor dan menjamin WNA ini masuk ke Indonesia. Terdapat 15 perusahaan yang sudah terinventarisir,

Ungkap Wira Satya. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa tim penyidik saat ini sedang melakukan profiling mendalam terhadap seluruh korporasi terafiliasi. Langkah ini dinilai krusial untuk membongkar struktur pendanaan dan rantai komando di balik bisnis haram bernilai fantastis tersebut.

Modus Sponsorship dan Pelacakan Jejak Korporasi

Sistem penjaminan perusahaan menjadi celah klasik yang dieksploitasi sindikat internasional. Dalam berbagai kasus sebelumnya, pola serupa kerap ditemukan: korporasi mengajukan dokumen sponsor dengan mencantumkan jabatan palsu seperti konsultan teknologi informasi, staf pemasaran digital, atau pengembang perangkat lunak. Padahal, aktivitas harian mereka sepenuhnya difokuskan pada pengelolaan server dan platform judi online yang menyasar korban di berbagai negara.

Penyidik kini tengah mengurai hubungan antara 15 perusahaan tersebut dengan pemilik gedung dan pengelola operasional di Hayam Wuruk Tower. Salah satu jalur investigasi utama adalah menelusuri aliran dana sponsorship yang diduga melibatkan transaksi lintas batas serta identifikasi apakah perusahaan-perusahaan ini benar-benar beroperasi secara legal atau justru sengaja dibentuk sebagai entitas fiktif untuk menyamarkan aktivitas kriminal.

Pengungkapan ini menambah panjang daftar fakta mengejutkan dari penggerebekan yang dilakukan sebelumnya. Tim gabungan Bareskrim menemukan ratusan perangkat elektronik, deretan bilik operasi yang didesain menyerupai kantor profesional, serta sistem pengamanan berlapis yang menunjukkan skala operasi yang sangat terorganisir. Keberadaan sponsor korporasi mempertegas bahwa sindikat ini tidak bekerja secara sporadis, melainkan didukung infrastruktur legal yang sengaja disalahgunakan. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan penyelidikan ini. (ft/net)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Editor politik dan dinamika kekuasaan.

Comments (0)

User