Jakarta, Apaberita.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan adanya kemaraha

Penurunan ini terjadi seiring diresmikannya pengembangan Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan yang mulai beroperasi. Dengan selesainya proyek tersebut, kapasitas produksi

Jul 08, 2026 - 06:12
0 0
Jakarta, Apaberita.com  – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan adanya kemaraha

Penurunan ini terjadi seiring diresmikannya pengembangan Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan yang mulai beroperasi. Dengan selesainya proyek tersebut, kapasitas produksi bensin dalam negeri meningkat menjadi 20 juta KL, sehingga menutup setengah dari kebutuhan nasional. "Jadi, sekarang tinggal kita impor bensin tinggal 20 juta kiloliter," kata Bahlil dalam acara diskusi di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Importir Marah, Pemerintah Ingin Setop Total

Bahlil secara blak-blakan mengaku bahwa kebijakan pengurangan impor ini membuat para importir BBM naik pitam. Menurutnya, pihak-pihak yang selama ini menikmati keuntungan dari masuknya bensin impor mulai merasakan dampak langsung dari strategi pemerintah yang mendorong kemandirian energi. "Nah, ini memang para importir marah gue nih," ujar Bahlil menirukan reaksi para pengusaha yang terdampak.

"Karena pikiran saya ke depan adalah nggak boleh kita impor. Sekalipun lifting kita katakanlah nggak mencukupi, kita harus konversi dia untuk bauran energi dengan energi nabati. Kalau B50 bisa kita memenuhi kebutuhan solar kita, kenapa bensin nggak?" – Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya mengurangi, tetapi ke depan menargetkan penghentian total impor bensin. Langkah ini sejalan dengan keberhasilan implementasi biodiesel 50% (B50) yang telah mampu memenuhi kebutuhan solar dalam negeri tanpa bergantung pada pasokan luar. Bahlil mendorong agar pola serupa diterapkan untuk bensin, yakni dengan menggencarkan pengembangan bahan bakar nabati seperti bioetanol sebagai substitusi bensin fosil.

Strategi Konversi Energi Nabati

Menurut Bahlil, kunci untuk menghentikan impor bensin terletak pada keberanian melakukan konversi ke energi nabati. Jika kapasitas lifting minyak mentah dalam negeri tidak mencukupi, pemerintah akan memprioritaskan pencampuran bahan bakar dengan komponen nabati untuk menutupi kekurangan tersebut. Skema ini dinilai lebih strategis karena selain mengurangi ketergantungan impor, juga membuka pasar baru bagi produk pertanian domestik sebagai sumber bahan baku bioenergi.

Laporan Apaberita.com mencatat bahwa proyek RDMP Balikpapan merupakan salah satu dari beberapa proyek strategis nasional yang dirancang untuk memperkuat ketahanan energi. Dengan beroperasinya kilang yang telah ditingkatkan kapasitasnya itu, Indonesia berpotensi menghemat devisa dalam jumlah besar. Penghentian impor bensin secara bertahap juga diyakini akan memperbaiki neraca perdagangan migas yang selama ini kerap mengalami defisit.

Bahlil menekankan bahwa masa depan energi Indonesia harus berlandaskan pada kemandirian dan pemanfaatan sumber daya domestik. Ia optimistis bahwa dengan inovasi di sektor bahan bakar nabati, bangsa ini mampu mengulang kesuksesan program biodiesel yang telah berjalan lebih dulu. "Pertanyaannya tinggal kemauan dan keberpihakan kita terhadap produk dalam negeri," pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Editor Ekonomi. Editor isu pasar, bisnis, dan moneter.

Comments (0)

User