Jakarta - Musibah kebakaran melanda permukiman padat di Palmerah, Jakarta Barat, pada Minggu malam (5/7/2026). Seorang warga lanjut usia, Suratman (81), ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya yang dilalap si jago merah.
Kronologi Kejadian Berdasarkan laporan yang dihimpun Apaberita.com, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Warga setempat dikagetkan dengan kobaran api dan kepulan asap tebal yang mem
Kronologi Kejadian
Berdasarkan laporan yang dihimpun Apaberita.com, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Warga setempat dikagetkan dengan kobaran api dan kepulan asap tebal yang membumbung dari rumah korban. Tanpa menunda waktu, mereka segera menghubungi petugas Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat.
Menanggapi laporan darurat tersebut, tim pemadam kebakaran langsung bergerak cepat. Kasiops Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Achmad Saiful Kahfi, mengatakan bahwa pihaknya menerjunkan 90 personel serta belasan unit mobil pemadam guna menjinakkan api. "Kami mengerahkan 90 personel untuk mengatasi kebakaran di Palmerah," ujarnya, Senin (6/7/2026).
Proses Pemadaman dan Penyelamatan
Tim tiba di lokasi dalam waktu singkat, namun api telah terlanjur membesar dan melahap sebagian besar bangunan. Proses pemadaman berlangsung cukup menantang karena akses jalan yang sempit menghambat manuver mobil pemadam untuk mendekati titik api. Meski demikian, petugas terus berjuang agar kobaran api tidak menjalar ke rumah-rumah lain di sekitarnya.
Setelah api mulai bisa dikendalikan, petugas melakukan penyisiran dan mendapati Suratman sudah tidak bernyawa di dalam rumahnya. Diduga, korban yang sudah renta tidak mampu menyelamatkan diri lantaran terjebak saat api berkobar.
"Korban jiwa satu orang warga atas nama Bapak Suratman, usia 81 tahun," ungkap Achmad Saiful Kahfi.
Dugaan Penyebab Kebakaran
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik atau kelalaian dalam penggunaan kompor. Tim Gulkarmat bersama kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di lokasi untuk memastikan pemicu awal munculnya api.
Imbauan bagi Warga
Insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Pemeriksaan instalasi listrik secara rutin serta penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap hunian diharapkan dapat meminimalkan risiko kejadian serupa di kemudian hari.
Kerugian material akibat peristiwa ini masih dalam pendataan petugas. Beruntung, tidak ada korban jiwa lain. Beberapa warga di sekitar lokasi sempat dievakuasi sebagai langkah antisipasi. Proses pendinginan selesai sekitar pukul 03.30 WIB, dan jenazah Suratman telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.
Comments (0)